human - blog

Thursday, July 29, 2004

• "with this ring I thee wed..."

...bisikku sambil memasukkan cincin di jari manis Laurent.
Laurent menatapku dengan pandangan yang tak pernah aku lihat sebelumnya, hanya sepersesekian detik, tapi getarannya tak hanya membuatku tersenyum haru di detik itu, tapi juga membangkitkan seribu kupu-kupu yang terbang, berloncatan, jempalitan, salto, whatever you call it.. di perut dan jantungku..... aaaaaaaaahhhhhhhhh!!!





day 17 - hanya perlu 5 menit dan $25 untuk merubah status!

pagi itu mendung, aku bangun pukul 9 pagi. "oh my..oh my.. oh my god!!!" aku tak bisa berhenti menjerit sendiri mengingat hari ini adalah hari besar untukku dan Laurent.
"are you nervous, sayang?" tanyaku padanya setiap 10 menit.
"no, i'm fine!" katanya tenang.. "it's allright baby, you'll be fine!" katanya sambil mengecup keningku lembut.
aaaahhh.. gila ni orang.. masa gak nervous sama sekaliii sihhh???? aku sampe gregetan! hehe..
tapi laki-laki yang hari ini akan menjadi suamiku itu tetap tenang, bikin kopi, sarapan, ngecek email, cukur jenggot, mandi, pake baju, nyiapin cincin kawin, marriage license.. de.. el.. el...
sementara aku yang kebat-kebit, gedumbrengan, berlari-lari kesana kemari.... gak jelas ngapa-ngapain, cuman berasa.... "AH GILAAA.. HARI INI GUE KAWIIIIIIIINNNNNNNNNNNNN!!!!" pengeeeenn banget teriak ke satu pulau Manhattan.




*tarik napaaaaaaaaaaassssssss........... ta..ta..tahaann.... hembuuuuuuusssssssssssss...."




11.30 am
dengan gaun putih 'pengantinku' yang kubeli seharga $80 di Express, aku dan Laurent yang memakai kemeja linen putih dan celana linen off-white (beli di Banana Republic waktu ke Miami), berangkat dari rumah menuju subway station. rutenya adalah kantor pos untuk bayar money order $25 sebagai biaya nikah, lalu ngambil hand-bouquet ku di toko bunga deket rumah, dan beli pre-paid phone card untuk menelephone teman-teman di city hall nanti.

12.00 am
"dum dum..dudummm...." kataku bersenandung begitu kami keluar dari subway. hakahkahakk...
aku dan dia sama-sama terbahak... "here we goo... " katanya sambil tertawa.
kami naik ke lantai 2 Municipal Building, tanya-tanya, ternyata kami harus menunggu para witness dulu untuk bisa dipanggil oleh Bapak hakim.

13.00
teman-teman mulai berdatangan, ada agnieszka, sahabat kami orang polandia, daniel sahabat Laurent orang perancis, disusul dengan sahabat-sahabat indonesiaku, slesta yang datang dengan nita, jonathan, paw, lalu amanda teman kerja Laurent dari trinidad & tobago, dan terakhir theo yang juga sahabat kami orang perancis. photo-photo sebentar, merapikan rambutku yang acakadul berattzzz... (maklum, gak konsen waktu nge-blow! hihihihi), ber-10 kami langsung naik ke lantai 2.

13.15
agnieszka dan slesta, yang menjadi saksi pernikahan menandatangani surat permohonan pernikahan kami. Ngantre 2 menit didepan loket, bayar $25 fee, dan menunggu di hallway.

13.30
"Laurent dan Loucee!!!" teriak seorang pria bertubuh besar di depan pintu Chapel City Hall.
"ooo my goooodddddd!!!!" jeritku kecil.... "this is it, guysssss!!!" kata teman-temanku bersorak.
sambil dag-dig-dug, Laurent menggenggam tanganku yang dingin, bergandengan kami masuk ke dalam Chapel yang tak terlalu luas itu diikuti oleh para sahabat-sahabat.

"Ok, Loucee and Laurent, you guys please stand right in front of me here! witnesses please take your places next to them!" kata pria yang menjadi hakim pernikahan kami.
"you guys have the rings?"
"we do!" kataku dan Laurent berbarengan
"ok, witnesses please hold the rings. one for each!"
dan ceremony pernikahan kami pun dimulai....

aku lupa persisnya si bapak hakim itu ngomong apa.. hehe... :P
yang jelas setelah 4 kali "I DO!" yang diucapkan 2 kali oleh Laurent dan 2 kali olehku, kami saling memasukkan cincin ke jari manis masing-masing sambil mengucapkan "with this ring i thee wed..."

3 detik kemudian, bapak hakim itu berkata...
"..and now I pronounce you as Husband and Wife!"


--------------------------

semua serba cepat, semua serba instant. seakan-akan begitu mudah untuk didapatkan.
tapi untukku dan Laurent, 5 menit ceremony yang merubah status kami menjadi Husband and Wife tetap merupakan buah kecil dari sebuah perjuangan panjang yang masih harus terus kami lanjutkan. tak ada lagi keraguan yang aku rasakan 2 minggu lalu, hari itu semuanya sirna seketika.
disaksikan oleh para sahabat tercinta (thank you soo.. much guysss!!!!!!!) dalam sebuah ceremony sederhana tapi sangat amat berkesan bagi kami berdua, aku tahu bahwa keputusanku untuk menjadikannya sebagai pelabuhan hatiku yang terakhir adalah sebuah keputusan yang paling pernah aku syukuri dalam hidupku.

until next time, let me introduce my self as Mme. Lucia C. Dambies, now.....*HOREEEEEEEE!!* :) hihihi...


PS: TERIMAKASIH BANYAAAKKK.. yang tak terhingga kepada semua teman-teman yang telah mengirimkan ucapan selamat melalui tagboard, telephone, email, friendster.
photo-photo pernikahan kami berdua, sebagian dapat dilihat disini.


loucee said it on 8:39 PM




Sunday, July 25, 2004

• bulan madu bulan madu bulan madu


sinar matahari, laut biru, pasir putih, cewe-cewe bikini dan bangunan art deco.
it's south beach beybeh!!!! WOOOHOOOOOOO!!!!!


loucee said it on 8:17 AM




Tuesday, July 20, 2004

• laki-laki dan perempuan cantik

laki-laki normal biasanya senang liat perempuan cantik, iya tak? hal ini juga berlaku untuk pacar saya. dia senang melihat perempuan cantik. kalau lagi jalan-jalan bareng, lalu ada perempuan cantik lewat didepannya, pasti kepalanya langsung noleh, meskipun ada saya disampingnya.. hehe..

buat saya, itu gak pernah jadi masalah. soalnya saya juga seneng liat pria tampan, tinggi besar, dan berdada bidang...hehehhehe... :P paling kalo dia sedang menikmati perempuan-perempuan cantik itu didepan mata saya, saya cuman nyikut dia sambil ngeledek..."hayooo.. ngeliatinn apaaaa???" sesudah itu biasanya dia bakal malu sendiri dan merangkul saya sambil senyum-senyum.

------------------------------------------------

day 5 - perempuan berbaju kuning

pintu kereta no.6 terbuka di 53rd street station, seorang perempuan cantik, sexy, tinggi semampai, dan wajahnya tak asing buat saya masuk kedalamnya. a stunning beauty, yang membuat tak cuma pria yang berada di dalam kereta tersebut menoleh kepalanya tapi juga para wanita. pacar saya yang duduk persis disamping sayapun tak ketinggalan ikut-ikutan memperhatikannya. saya hanya tersenyum geli dalam hati... "dasar laki-laki!" hihi...

sekian detik perempuan itu berdiri di dekat pintu, matanya menjelajah mencari-cari tempat duduk kosong di kereta yang tak sepi itu. pandangannya tertuju pada bangku kosong persis di samping pacar saya. tanpa menoleh kiri-kanan, ia pun berjalan dengan anggun dan duduk di tempat itu.

satu menit, dua menit, 5 menit, dari sudut mata saya bisa melihat pacar saya masih mencuri-lihat perempuan berbaju kuning yang sekarang duduk persis disampingnya.

"hayo ngeliatin apaaaa!!!" kata saya sambil menyikut dia.
dia hanya tersenyum nakal sambil melihat saya balik.
"kamu dari tadi ngeliatin perempuan yang pake baju kuning itu, sukaa yaaaaa???" kata saya sambil ngeledek dia lagi
"cuman ngeliat doang koookk..." kata dia lagi, sambil senyum-senyum berasa ketahuan sama pacarnya lagi ngeliatin cewe lain.
"hihihi.. gak papa kok. saya juga gak marah. cuman kalo kamu disangka physco sama perempuan itu gara-gara ngeliatin dia terus gimana?"
"ya, gak laahh... kan saya juga bukan satu-satunya laki-laki di kereta ini yang ngeliatin dia" katanya sambil berbisik.
"eh..eh.. do you want to see something funny?" kata saya sambil melihat dia dengan jahil...
"apaan?" katanya clueless
"just watch me!" kata saya yakin

perlahan, saya menjulurkan kepala, menengok kesamping kiri, menoleh pada perempuan berbaju kuning yang sedang duduk disamping pacar saya dengan pandangan lurus kedepan.

"Aveena!!" kata saya setengah teriak.
perempuan itu menoleh ke kiri, lalu ke kanan...
"Oh my Godd!!! louceeee!!! how are you?? i didn't know you were hereee!!" katanya sumringah...
"i'm fine Veen! how are you? mau kemana nihh?"
"i'm going to meet up with my boyfriend at Union Square, next stop.. louc"
"ah, too bad.." kata saya lagi.. "oh, iya btw... kenalin, this is my fiance, Laurent. sayang.. ini temen sekolah saya, Aveena!"
masih dengan pandangan tak percaya, pacar saya mengulurkan tangannya.. "errhh... nice to meet you!" katanya sedikit grogi.
"nice to meet you too, Laurent!" Aveena menjawab dengan ramah, sesaat sebelum kereta tersebut berhenti di Union Square station "allright loucee, this is my stop. take care you too!! I'll see you around, ok?!" dan ia pun keluar dari kereta.

saya menoleh ke pacar yang sedang memandangi saya sambil senyam-senyum..."kamu nakaaaaaaalllllllll!" katanya sambil mencubit hidung saya.
"kok, nakall??" kata saya geli
"gak bilang-bilang dari tadi kalo kamu kenal dia..."
saya hanya tertawa..."hihihihi... iya, emang. saya pengen tau aja, sampe berapa lama kamu ngeliatin dia. eeehh... ternyata lama juga yakk?? untung saya kenal, jadi bisa langsung dikenalin deh biar kamu gak penasaran.... hiahiahaiaa"
pacar saya cuman bisa tersenyum merangkul saya tanpa bisa berkata apa-apa.
sedetik kemudian, "sayang..." kata saya memandang dia serius..
"apa?"
"lain kali, kalo ada cewe cakep lagi, bilang sama saya ya!"
"kenapa?"
"siapa tau saya kenal...."
"uuuuggghhhh!!! nakaaaaaaaaaaaalllllll!!!!!"

hihihihihihiiaiiaiaiaia... :P


loucee said it on 6:35 AM




Friday, July 16, 2004

• can we get married, sayang?

"loucee, ada perubahan rencana untuk pernikahanmu," kata ayahku melalui pembicaraan telephone.
"hah?? kenapa lagii?"
"pernikahanmu tidak bisa terjadi di minggu terakhir bulan February. karena masih masa advent, gereja tidak bisa memberikan sakramen pernikahan, harus dimajukan sebelum bulan February atau malah diundur sampai bulan April."

mannnn.. diundur lagii?? badanku lemas rasanya mendengar berita itu. banyak sekali rintangan yang harus aku dan pacar lalui untuk bisa menikah. pertama, rencana awal yang tadinya ingin dilakukan di Perancis bulan Agustus ini harus berubah karena tidak ada orang yang sanggup menyiapkan berhubung pacar tinggal di Scotland dan aku terdampar di apel besar. lalu, sejak rencana tsb dipindahkan ke Jakarta dan semestinya dilakukan di akhir bulan February taun depan, juga banyak menemui kendala paperworks dan tetek bengek administrasi lainnya. dan sekarang...... berubah tanggal? dimundurin ke bulan April??? AAAAAAAAARRRGGGHHHHH!!!

"kata mom, mending kawin dulu di city hall" kata kakakku yang nomor 2 waktu aku curhat di telephone.

"di city hall? well.. laurent disini for 3 weeks. bisa aja sih nikah di city hall. tapi abis itu gue ditinggal lagi sampe April? long distance lagi for 9 months????? bisa lupa gue sama mukenye pas kawinan di Jakarta ntar!"

"hush! jangan gitu! think about it. paling gak kalo kamu udah kawin dulu di city hall, semua urusan paperworks nya kan udah gampang. gak ribet musti ngurusin lagi ntar di jakarta. it takes time lho, louc!"

"iya sih, tau... emang logicnya bener.. tapi aduuh gilaa!! yang ngejalanin kan gue! abis kawin harus berpisah emang endang estaurina?? berattt maann.. beraaattt..."

"I understand your worries. tetapi, sekarang kita harus lakukan hal-hal yang memang dapat mempermudah proses pernikahan itu sendiri. tujuan loe kan itu? menikah secara resmi baik dari hukum negara maupun gereja kan? kalau loe rubah pikiran loe sedikit, sekarang juga status loe itu 'tunangan' nya laurent... seperti istri di level yang berbeda, gue melihat sama aja sih. masalah itu munculnya hanya di pikiran loe. kalo long distance... apa bedanya sama yang sekarang? after all... laki loe kan bukan tentara yang dikirim ke Irak? masih jelas kapan loe bakal ketemu dia lagi!!
sudahlahhh... don't worry too much, yang penting nanti di mata Tuhan lebih sakral. sesudah sakramen pernikahan diberikan, tanggung jawab loe bukan ke bapak hakim... tetapi terhadap diri loe sendiri... which is bagian dari Tuhan juga... lebih dalam sifatnya... Itu yang penting!!"

"uhuk...uhukkk..... bener sih.. tapii.. AAAAAAAAARRRGGGHHHHH!!!"

--------------

day 2 - a trip to city hall

"so, what do we need to prepare, ma'am?" tanya pacar di depan information counter lantai 2 Municipal Building alias City Hall
"do you have your ID sir? both of you?"
"yes, we do"
"ok, what you need to do is you have to pay $35 in money order. then, you have to fill this form and give it back to us."
"after?"
"and then, you will get your marriage license"
"and, when can we get married?"
"oh, you can get married within 24 hours to 60 days, as soon as you get the license"
"do we have to make an appointment for that?" tanyaku bingung..
"oh not al all. you just have to come here with your witnesses during our office hours, and it's first comes first serves!"
"how long is the ceremony going to take, ma'am?"
"oh, not more then 5 minutes probably. It's pretty quick and simple!"

aku dan pacar saling bertatapan. tatapan bingung, tatapan... speechless.

"that easy??" kataku menatap bola matanya yang bening
"i guess so..." dia menggenggam tanganku... "but it seems that this is not going to be a romantic wedding, sayang" matanya menebar pemandangan disekitar ruangan yang tak seberapa besar itu. beberapa pasangan nampak sedang sibuk mengantri, menulis formulir, dll. sebagian terlihat jelas sedang dimabuk asmara, ketahuan dari gestur tubuhnya yang nampak seperti ditempel lem super extra strong, sementara nampak pasangan lain yang jelas-jelas gak ngobrol satu sama lain dan menurutku terlihat 'mencurigakan' ["mungkin menikah demi green card!" kataku pada pacar].

aku dan pacar keluar dari Municipal Building dengan perasaan campur aduk.
"this is wierd..." kataku nelangsa sambil melihat dokumen marriage license di genggaman.
"well.. if this what it takes in order to make everything simpler...." kata pacar sambil menatapku serius..
"are you sure you want to do it in here?" kataku tak kalah serius
"..only if you want it too, baby"
"..and the long distance thing after the wedding?"
"..only if you think you are ready for that, sayang. i know i am!"

JEJEEEEENNGGGGGGGGGGGGGG!!!!!!!





loucee said it on 10:39 PM




• 21 hari berselimut cinta

day 1

dia: my baby...
saya: sayangkuuuu...
dia: isn't it wierd to see me again?
saya: not at all...(menatap matanya untuk sekian detik)
dia: i miss you... (merengkuh saya dalam pelukannya)
saya: i miss you so badly too... (meletakkan kepala di dadanya yang bidang, memejamkan mata..)... welcome back to new york city, sayang (berbisik pelan...)

senin 12 july 2004, setelah kurang lebih 150 hari terpisahkan samudra atlantik, saya dan dirinya bertemu lagi. tak banyak kata yang terucap, tak banyak kisah yang terlontar, hanya ada senyum yang terpantul pada kebeningan bola matanya.

21 hari kedepan tak akan saya sia-siakan...


loucee said it on 12:36 AM




Tuesday, July 06, 2004

• so... doneeh sedang 'ngambek'...

.. and i can't receive any messages in here. but life goes on.. and so does this blog of mine.
what have i been doing lately? not much.. except some of my good friends are away for vacation *melambaikan sapu tangan sutra ungu to my bestfriend slesta*, and it's long weekend in US berkaitan dengan independence day.

i spent this past few days, luntang-lantung berdua dengan seorang teman baik ber-'nama samaran' paw. keliling kota, taking pictures here and there, nonton pelem dan nonton kembang api with a bunch of indonesian in here.

nothing special really, just enjoying my time. kalau biasanya hidup dijalankan dengan gigi 4, berkejar-kejaran dengan appointments and deadlines, these days... i've been riding my life di gigi 2.
'leyeh-leyeh' di central park, memandang langit biru nan bersih di sore hari, sambil mendengarkan incognito dari ipod di satu kuping, thinking about absolutely nothing... except me and the blue sky.

and as for the movies, Fahrenheit 9/11 is absofuckin'lutely brilliant.. (those who think Bush junior is a dumb ass, selamat merayakan!!), and Spiderman 2 is also surprisingly... "asik banget Jek!!!" membuat gue pengen ketemu spiderman beneran begitu keluar dari bioskop.

besok, masuk kerja.. dan hidup gak mungkin melulu dijalankan dengan gigi 2... bisa nggak nyampe-nyampe entar, isn't it?

'til next story.. mari kita rayakan dengan pemandangan kembang api dari brooklyn (hasil ngintip-ngintip diantara gedung dan kerumunan orang).

have a nice ride, people!!


loucee said it on 2:38 AM




Thursday, July 01, 2004

• pride week

New York City, June 1969

7 orang polisi berpakaian sipil dan 1 orang berseragam masuk ke dalam The Stonewall sebuah gay bar yang sedang dipadati pengunjung di daerah selatan pulau Manhattan. seperti biasa mereka mengusir semua orang yang berada di dalam bar dengan alasan demi kelancaran inspeksi ijin penjualan minuman keras di dalam bar tersebut.

merasa kesenangan mereka terusik, orang-orang yang terusir dan masih berkumpul di luar bar mulai melemparkan koin ke arah para polisi tersebut. mereka mengejek aparat dan sistem hukum yang berlaku pada masa itu, dimana pemilik gay bar yang biasanya dimiliki oleh mafia harus membayar pungli kepada polisi untuk menjamin kelancaran bisnis dan juga tamu-tamu gay yang pada masa itu sering dijadikan objek bulan-bulanan oleh para aparat keamanan.

apa yang terjadi selanjutnya ternyata semakin tak terkendali. sekitar 400 orang gay yang masih bertahan berdiri diluar tersebut melanjutkan aksi mereka melecehkan para polisi. beritanya simpang siur. ada yang bilang situasi mulai memanas ketika seorang draq queen berdiri di depan pintu dan menantang seorang polisi. kabar lain mengatakan bahwa seorang butch lesbian yang mulai memprovokasi. entah mana yang benar, yang jelas at some point, polisi mulai menyerang balik dan memukuli kerumunan gay tsb dengan pentungan sampai beberapa orang terluka dan seorang remaja belasan tahun harus kehilangan 2 jarinya karena tangannya dijepit seorang polisi ke pintu mobil.

massa yang didominasi oleh kaum gay itu mulai murka. mereka melempari polisi dengan batu dan botol. dan polisi membalas balik dengan menangkapi para gay . yang tertangkap diseret masuk ke dalam bar untuk dipukuli lagi disana. seorang diantaranya adalah Dave Van Ronk, seorang heterosexual yang sempat mendokumentasikan kejadian tsb, dimana ia melihat sendiri para gay tersebut dieksekusi oleh para polisi dengan berbagai macam bentuk siksaan di dalam bar.

Saat polisi sedang berada di dalam bar, seseorang menyiram lighter fluid ke arah pintu dan berusaha membakar tempat tersebut, entah dari pihak mana. namun berita kerusuhan tersebut ternyata sudah merebak kemana-mana. ratusan massa dari lingkungan sekitar yang kebanyakan adalah kaum gay mulai berdatangan ke tempat kejadian. mereka mulai meneriakkan yel-yel "GAY POWER!!!"

polisi mulai kelabakan. mereka mendatangkan pasukan anti huru-hara Tactical Patrol Force yang terlatih dalam perang Vietnam untuk mengendalikan massa. namun usaha tsb sia-sia, massa sudah semakin buas dan tak terkendali. mereka terus menyerang dan melempari aparat dengan batu dan benda-benda lainnya sambil meneriakkan yel-yel:

We are the Stonewall girls
We wear our hair in curls
We wear no underwear
We show our pubic hair
We wear our dungarees
Above our nelly knees!


malam itu adalah malam bersejarah. hingga 5 malam sesudahnya, kaum homoseksual di New York City masih terus meneriakkan yel-yel mereka. memprotes perlakuan tak adil yang selama itu mereka terima dari aparat keamanan.

hingga hari ini, The Stonewall Riot masih terus diperingati di seluruh dunia sebagai hari kebangkitan kaum gay. selama seminggu penuh di minggu ke-3 bulan Juni, kaum gay di Amerika dan Eropa merayakan keterbukaan identitas mereka dengan berbagai macam acara. di Apel Besar rangkaian perayaan ini kemudian di tutup dengan berpawai di sepanjang 5th Avenue sampai daerah Christopher Street, pusat kaum homosexual di Manhattan. Yes this big event is called GAY PARADE. it is definitely one of the best parade ever happened in the city!!!


loucee said it on 6:44 AM