Sunday, August 29, 2004
• open water
sebuah film yang diangkat dari kisah nyata tentang sepasang kekasih, Daniel dan Susan, yang pergi berlibur di kepulauan bahama. di hari kedua perjalanan, mereka memutusan untuk mengisi liburan dengan kegiatan diving yang ditawarkan oleh biro perjalanan lokal. namun di akhir tour, kapal motor yang semestinya membawa 20 orang peserta tour ke tengah lautan tsb, tanpa sengaja - karena kesalahan menghitung - kembali ke daratan dengan jumlah peserta yang sebenarnya hanya berjumlah 18 orang. meninggalkan Daniel dan Susan yang masih asyik bercengkerama dengan ikan-ikan di dasar lautan.
kalau anda bertanya, apakah film ini bagus atau tidak... hmmm.... let me give you some illustration here..
saya nonton berdua dengan teman baik saya Dario. sepanjang film saya keringat dingin, jantung berdegup kencang dan tak beraturan, sementara Dario asik ketiduran. di luar bioskop dia bilang, "abis gambarnya itu-itu aja sih!"
"gambarnya itu-itu aja..." ya mungkin memang itu salah satu 'kelemahan' film ini. lagian apa sih yang bisa di shoot dari cerita tentang 2 orang penyelam yang terjebak di tengah laut? orang, laut tampak atas-bawah, langit, kapal, ikan, burung camar, dan.. udah!
namun bagi saya justru gambar yang itu-itu sajalah yang jadi faktor kuat dalam menciptakan rasa gelisah tak keruan selama menonton open water. karena saya jadi fokus dengan kedua orang yang malang ini. fokus dengan perasaan, dan keputusasaan mereka, tanpa mereka harus bilang "gue depresi nih!" atau "bosen nih gue seharian ngeliatin air doang!"
mungkin juga film ini jadi 'kena' banget buat saya karena saya ini sebenarnya takut sama laut. dan menonton dua orang yang terjebak di tengah laut tersebut, tanpa makanan, tanpa minuman, hanya ada air dan HIU-HIU yang tanpa perasaan bersalah menggigiti kaki mereka... adalah sebuah mimpi buruk absolut yang cukup membuat badan saya melorot sampai pinggir kursi gedung bioskop.
in the end, film ini jadi membuat saya berpikir tentang rencana liburan saya dan suami taun depan.
daripada liburan ke laut mending liburan ke sawah aja, ah! biarpun cuma liat kebo, yang penting aman!!!! :P
loucee said it on 11:59 PM
Saturday, August 28, 2004
• roomate baru
"i'm moving out" kata roomate-ku Mathilde.
"Hah? kapan?"
"by the end of this month"
"but...but... why??"
"it's too expensive living in this apartment. with all the utility bills, i didn't realize it's taking half of my salary. i no longer can afford it..." kata Mathilde sendu, "i know it's a pain.. plus it's really rare to find such a great roomate as you are... but i don't have any choice, loucee."
ahh.. tidakkk... aku sedih sekali rommateku yang tersayang memutuskan untuk pindah. she's super nice to be with. gadis perancis yang ramah, yang gak rewel, yang menyenangkan untuk diajak ngobrol dan becanda cekikikan sambil minum wine malam-malam. oh, aku sebal sekaliiii.. apartment ini pasti bakal sepi begitu ia pindah, dan aku tinggal sendiri lagi.... :( untung tinggal 2 bulan lagi aku tinggal disini. kalau tidak, aku mending ikutan dia pindah saja!
------------------------------------
"there will be a new person moving in by the end of this month" kata landlordku melalui percakapan telephone.
"o, ya? cepet juga dapetnya!" teringat, saat sebelum Mathilde tiba di apartment ini, aku sempat tinggal sendiri sekitar 3 bulan, berhubung sulit sekali mencari orang baru yang mau menyewa kamar sebelah.. "what's her name?" sambungku.
"it's a he.."
"WHAT?? it's a guy??? oh, please.. gimme a break here. i've told you, i don't want to live with a guy roomate!!!"
"loucee.. please calm down. kamu tau sendiri nyari orang baru itu susah. i don't have any choice.."
HUH!! tepu! you do have another choice! dengan ngasih harga yang reasonable! kataku dalam hati. aku tau banget waktu Mathilde pindah kekamar sebelah, rentnya langsung naik... banyak!!! dan sekarang aku harus tinggal dengan roomate laki-laki pula! menyebalkan sekali!
"don't worry loucee.." kata landlordku lagi.. "he is a really nice guy. i'm sure you two will get along very well."
"yeah..yeah.. whatever lah.." kataku gak napsu.
"oh, btw.. he is new to this city. he's an italian and just came from Italy."
WHAT?? he's an italian??? wah... gawat.. gawatt.... aku kan suka gak kuku kalau berhadapan dengan laki-laki Italy. apalagi kalau mereka mulai bicara dengan logat Italynya seperti di film-film mafia. Duh!!! mate'lah awak!!! bisa kleper-kleper ini nanti... *ingaatt... kau adalah wanita bersuami* adudududuuuhh.... mudah-mudahan pria italy ini jauh dari ganteng, mudah-mudahan dia gak menarik, mudah-mudahan dia jauh dari menyenangkan, mudah-mudahan dia.... MAMAMIAAAAAAAA.... jantungku tiba-tiba berdetak 2 kali lebih cepat!!
*kuatkan imaaaannnn!!!* :P huehieheieuhiee...
loucee said it on 8:38 AM
Tuesday, August 24, 2004
• mari belajar bahasa indonesia - lesson 1
suami: saya bukan orang indonesia
saya: oh,ya kalau begitu kamu orang apa?
suami: what is 'kamu'?
saya: 'kamu' means 'you'!
suami: i didn't hear and learn that word from the Pimsleur Learning Indonesian CD.
saya: well... you just did... from me! he..
suami: ok, let me try again
saya: shoot!
suami: saya bukan orang indonesia. saya orang perancis.
saya: pinteerr!!
suami: kalau ibu orang apa?
saya: heh? don't call me 'ibu', sayang... i'm not ibu-ibu, you know.. :)
suami: what does 'ibu' mean?
saya: 'ibu' means 'maam', so you better call me 'kamu'
suami: oh, ok! let me try again..
saya: shoot!
suami: saya orang perancis.
saya: pinter!
suami: kalau kamu orang apa?
saya: saya orang indonesia. dan meskipun negara saya sering sembunyi di peta percaturan dunia, saya tetap bangga menjadi orang indonesia. apalagi indonesia baru menang medali emas dari cabang bulu tangkis di olympiade athena. bangga sekali rasanya. dan bukan hanya itu, hari sabtu kemarin persatuan mahasiswa indonesia di nyc juga sukses mengadakan acara pertunjukan kebudayaan di new york city. tiket habis terjual, pengunjung membludak, dan meskipun ada kekurangan disana-disini, rata-rata pengunjung memuji acara yang disuguhkan. termasuk roomate saya yang juga orang perancis seperti kamu, yang datang dari awal sampai akhir acara, dan sangat terkesan tak hanya dengan makanan, tari-tarian, baju daerah dan barang kerajinan yang dipamerkan, tapi juga dengan semangat kekeluargaan mahasiswa dan anak muda indonesia di new york yang erat. dia bilang, dia seperti berada di dunia lain ketika berada disana. belajar hal baru, tentang sesuatu yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.. tentang tanah air saya tercinta.. INDONESIA!
suami:...........
saya: sayang?
suami:...........
saya: sayang? are you there??
suami: saya tidak mengerti. saya mengerti bahasa indonesia sedikit-sedikit saja. can you translate that for me, please?
hehehehhe... :)
loucee said it on 8:32 AM
Tuesday, August 17, 2004
• the invisible country
saya: nonton olympics gak?
suami: nonton dong!
saya: selamat ya, Laure Manaudou of france won in swimming competition! hehe..
suami: haha.. terimakasih, nanti saya sampaikan ucapan selamatnya. btw, indonesia kok gak ada sih, say? ngirim atlet gak sih?
saya: ngiriiimm doongg!!! ada 40 biji!
suami: lho kok sedikit? bukannya indonesia salah satu negara paling padat penduduknya. masa cuman 40 biji?
saya: yah gimana yak....
suami: udah menang apa aja?
saya: errr... silver 1 biji.
suami: dari cabang apa?
saya: weightlifting cewe
suami: cuman 1?
saya: iya
suami: yang lainnya masa gak ada?
saya: gak adaaaaaaaa!!!! belom kali.. belom... kita pan juga jagoan badminton!!!!! *dalam hati bertanya-tanya "apakah kita masih jagoan di cabang badminton?"*
suami: ya udah.. mungkin Indonesia udah nambah medali lagi kali, cuman gak disiarin TV amerika, tau sendiri dong TV amerika kan cuman nyiarin pertandingan2 yang ada atlet mereka aja, jadinya kan kamu gak bisa liat, lagipula..bla..bla..bla..blaaa..... dst...dst...
*sigh*
beginilah... saya suka mati kata setiap suami bertanya tentang indonesia, kampung halaman saya tercinta. percakapan diatas adalah salah satu contoh dari sekian pertanyaan yang sering ia lontarkan, dan sayangnya sebagai orang indonesia pun saya gak tau harus menjawab apa. kenapa cuman kirim atlet 40 biji padahal populasinya nyampe 230 juta? kenapa negara indonesia kok gak dibahas di permanent exhibitionnya Museum of Natural History, malah yang dibahas negara Malaysia dan Singapore yang jelas-jelas ukurannya lebih kecil? kenapa kok di NY, restaurant Indonesia bisa diitung dengan sebelah tangan, sementara restaurant Thailand bisa ditemukan di hampir setiap Kelurahan di Manhattan? kenapa saya selalu perlu VISA untuk bisa travelling sebagai tourist ke Eropa atau negara lainnya? dan yang lebih parah lagi... kenapa kok orang2 masih gak tau Bali adalah bagian dari Indonesia, dan bukan sebaliknya.. helloo???
*hhhhhh!!!! greegeetaaannnn!!!!!!!*
loucee said it on 9:24 AM
Thursday, August 05, 2004
• never say "never" - sebuah pengakuan
banyak temen-temen saya -terutama yang di kampung halaman dan udah lama ketemu - pada kaget waktu mendengar kabar mendadak saya kawin *JRENG!* gak people, gue kagak hamil (eh, mungkin hamil cacing...hihihi.. geli ah!)
pasalnya dari jamdul, saya sering diramalkan sama temen-temen yang senang meramal bahwa saya berbakat 'mendijut' alias menikah di usia lanjut.. :) atau malah tidak menikah sama sekali.
well, kalo menilik kembali pola hidup dan rencana jangka panjang yang saya susun sebelum dua tahun lalu, mendijut itu mungkin saja terjadi. sebab saat itu, meskipun saya punya pacar (yang mana bukan suami saya yang sekarang), ambisi hidup saya cuma tiga; KERJA, KARIER, dan KERJA!! sementara tiap ada yang nanya "kapan kawin louc?" saya biasanya akan bereaksi dengan pongah, "heh? kawin? apaan tuh?"
ibunda saya pernah mengingatkan suatu hari saat saya baru lulus kuliah dan sedang asik-asiknya mencari sesuap berlian di belantara jakarta, "pekerjaan itu tidak akan pernah ada habisnya. kemanapun kamu mengejar, yang namanya kepuasan dalam karier biasanya tidak akan pernah ada ujungnya. sekarang kamu bisa berkata begitu, tapi suatu hari nanti, kamu pasti akan dihadapkan pada suatu masa, dimana kamu harus membuat keputusan yang ditentukan oleh ambisimu atau oleh nuranimu sebagai seorang perempuan, seorang manusia."
saat itu saya cuman..."iye..iye.. tauuu dehhh!" dan saya akan melanjutkan berkubang kembali dalam pekerjaan yang menurut saya mengasyikan.
mungkin karena pola pikir yang seperti itulah, hubungan saya dengan pacar-pacar yang dahulu kandas semua di tengah jalan. ada yang jadi..."hii.. takut deh, ni cewe ambisius banget!", ada juga yang akhirnya terpental dengan sendirinya karena gak bisa keep-up dengan jadwal saya yang rada-rada 'anti-sosial' (meaning, kerja tiap hari sampe larut malem, weekend pun juga), dan ada pula yang ego laki-lakinya tersenggol karena merasa jadi pacar pajangan, instead of pacar yang bener-bener dipacarin. yah, apa boleh buat... "This is ME!" saya selalu bersikukuh, kalo gak suka ya dadah!!
sekarang saya mau mengaku... :)
...adalah Monsieur Laurent Dambies yang membuat saya kepatil luar-dalam, depan-belakang.. :) di awal hubungan, saya pernah sok-sokan bilang sama dia "look, i'm not looking for a serious relationship here! let's just have some fun, ok?" dan saat itu pun dia cuman senyum-senyum "ok, as you wish.." katanya tenang.
magically, ketenangannya itulah yang akhirnya menjadi magnet yang membuat saya semakin hari semakin tertarik pada daya pesonanya. bapak itu tak pernah protes kalau saya pulang malam dari kantor, atau begadang hingga larut malam mengerjakan tugas-tugas kelas studio saya yang bejibun. infact, dia malah nampaknya ikut menikmati kenyataan bahwa saya sangat menikmati pekerjaan yang saya lakukan. somehow, saya merasa bahwa meskipun saya keliatan dingin dan nampak lebih mencintai komputer dibanding dia, in a way.. dia tau bahwa saya tetap seorang perempuan yang punya hati, punya perasaan, emosi dan jiwa yang selalu membutuhkan dukungannya.
singkat kata, setelah satu tahun lebih bersama.. (dan tak terpisahkan) saya sudah dapat mulai menduga akan kearah mana hubungan kami berdua. waktu itu summer tahun 2003. saya berencana pulang ke Indonesia, dan dia ingin ikut. saya tau persis tujuan dia adalah meminta izin pada orang tua saya untuk menikahi anaknya. tadinya saya excited. sebab, meskipun saya sendiri bisa lebih rileks membicarakan rencana pernikahan dengan dirinya.. tetap saja kita tak pernah membicarakan kapan waktunya. nah, saat sebulan sebelum pergi ke indonesia itulah.. saya tiba-tiba tersadar dan panik bukan kepalang.
tentu saja, tadinya dia sempat kecewa dan stress berat ketika saya menyampaikan keraguan untuk dinikahi dirinya. terlebih alasan keraguan tersebut bukan karena saya gak yakin sama dia (our relationship was perfectly fine!) tapi lebih dilandaskan pada alasan bahwa saat itu saya gak ingin ikut dia ke europe dan lebih memilih pulang ke indonesia, membangun perusahaan sendiri dan berkarier penuh sampai mungkin tanpa berhenti.
akhirnya diakhir pembicaraan dia berkata, "saya senang melihat kamu begitu mencintai pekerjaan kamu, dan kamu tau bahwa saya selalu mendukung kamu. tapi, please think about it... saat kamu begitu asyik menuruti ambisimu, bekerja tanpa mengenal waktu, sementara waktu dan hidup itu sendiri terus berjalan. pernahkah terbayang olehmu, bahwa semua yang akan dan telah kamu raih itu akan berarti jika saat pulang kerumah, kesuksesan itu hanya bisa dinikmati oleh dirimu seorang? tanpa ada orang lain yang kamu kasihi atau keluarga untuk berbagi?" sebagai seorang manusia, you don't live alone.. sayang. you can, you always have the options. but again... do you want to?"
harus diakui, kalimat sakti itulah yang membuat saya tersadar sesadar-sadarnya.. "..do i want to live alone?" meskipun berada dipuncak kesuksesan paling tinggi sekalipun...??? HELL NO!! alangkah menyedihkannya jika hidup sampai begitu. he is so right, manisnya sukses dalam pekerjaan mungkin malah bisa terasa pahit jika kita tak bisa berbagi kesuksesan tersebut dengan orang-orang yang kita kasihi. toh, kalau saya menikah dengan dirinya dan ikut tinggal di europe, bukan berarti saya tidak bisa bekerja. saya masih amat sangat didukung olehnya untuk bekerja. kerja untuk hidup, bukan hidup untuk kerja.
jadi teringat, salah satu petuah ibunda lagi, "hidup itu harus seimbang. antara kehidupan keluarga, pekerjaan, sosial.. semuanya harus seimbang. jika ada yang berat sebelah, niscaya yang lainnya pun akan berantakan." :)
loucee said it on 9:23 AM
Tuesday, August 03, 2004
• 4 months to go beybeh!!!
baru pulang dari newark airport, rasanya nelangsa...hiks.. dari kemaren-kemaren aku udah bilang sama suami.. "please jangan menatapku seperti little puppy yang ditinggal induknya di airport nanti! be strong! be strong! it's only temporary, ok?!"
sebenarnya kata-kata yang aku bilang itu gak hanya untuk didengar oleh dirinya, tapi juga untukku sendiri. gak okey memang belum seminggu kami resmi menikah, di hari ke-5 aku harus merelakan pacar..eh suamiku kembali ke scotland....huhuhuhuhuhuhuhuhu....:(( gak seruu!!! sungguh-sungguh gak seru!!!
di airport tadi aku memang gak nangis. setengah mati aku menahan air mata untuk tidak tumpah sementara tenggorokanku tetap tercekat tertahan menatap punggungnya berbalik arah dan pergi menjauh. baru waktu sampai di dalam bis yang membawaku kembali ke Manhattan, air mataku meluncur tak terbendung....*hiks*
------------------
"are you allright, loucee?" tanya mathilde roomateku, begitu aku sampai di rumah.
"yeah, i'm ok. it's weird though, weird and empty..."kataku lesu.
"it's ok, sweetie.."katanya lembut sambil memelukku, "it's not that you don't know when to meet him again. you guys are going to be reunited soon. this is only temporary right?"
"yeah, i know..." kataku sambil membuka pintu kamar.
"don't worry louc! you should enjoy your time being in new york. how many more months left? four? you will join him in glasgow this november right?"
aku menutup pintu kamar, tiba-tiba kata-kata mathilde barusan menghentikan langkahku di depan pintu.
4 bulan? hmm..let's see.. agustus, september, october, dan november.. oh my god! she's right! aku cuman punya waktu 4 bulan sebelum pergi meninggalkan kota apel besar yang aku cintai setengah mati ini. so.. soonnnn!!!!
"enjoy living single again louceeeeeee!!!!" teriak mathilde dari balik pintu.
hehehe... :) aku jadi geli sendiri. apa yang aku jalani dalam 3 minggu ini memang urutannya sangat terbalik. pacarku datang dari glasgow, lalu kami berdua bulan madu ke miami, kembali ke apel besar langsung menikah di city hall, 5 hari kemudian dia harus kembali ke scotland. and moi?? i'm living as a single woman again now??? wakk!!! i guess so... gak boleh disia-siakan ini... after all meskipun aku pasti bakal kangen setengah mati sama suami.. still.. 'new york' and 'single' can be a deadly combination!! hehehehehe.... ;)
loucee said it on 6:30 AM




ARCHIVES
- February 2004
- March 2004
- April 2004
- May 2004
- June 2004
- July 2004
- August 2004
- September 2004
- October 2004
- November 2004
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- August 2007


