Wednesday, March 30, 2005
• scottish cuisine, anyone?
scotland tidak pernah dikenal karena makanannya. karena memang maap.. maap aja.. gak enak. tidak seperti restauran itali atau perancis yang tersebar di penjuru dunia, sampai saat ini saya tak pernah menemukan ada restoran scottish di negara lain. kenapa? ya karena memang... maap.. maap aja.. sekali lagi scottish food itu kagak enak la ya...
berikut saya perkenalkan beberapa makanan khas scotland yang meskipun gak enak tetap harus saya bocorkan pada anda:
Fish & Chips
yang jika di pronounce dengan scottish accent akan berbunyi "fesshh en ceps." makanan ini tidak hanya terkenal di scotland tapi juga di seantero jagat inggris. boleh dibilang fish & chips ini makanan paling populer deh disini. mungkin kaya nasi goreng di indonesia. cara bikinnya gampang; ikan tanpa tulang [biasanya cod atau haddock] direndem telor, tepung dan air trus digoreng di lemak panas. begitu juga dengan chipsnya alias kentang yang dipotong berbentuk batangan trus digoreng. ukuran ketebalannya kira-kira 2-3 kali kentang McD di amerika atau indonesia. kalo beli makanan ini di warung fish & chips sini, biasanya dibungkus pake kertas atau koran persis kaya makan nasi padang. cara makannya pake tangan. bisa sambil berdiri atau jalan-jalan.
orang yang memang suka makan ikan mungkin bisa gak setuju saya taro makanan ini sebagai salah satu makanan paling gak enak. but.. percayalah.. enakan makan ikan asin pake nasi dan sambel ketimbang "fesshh en ceps."
Haggis
dikenal sebagai Scotland's best-known regional dish *waw..tatuutt..*
terbuat dari paru, liver dan hati domba. dicampur dengan bawang bombay, suet [<-- ini apa ya bahasa indonesianya?] serta beberapa rempah lainnya. campurannya kemudian di'cemek-cemek' lalu dimasukkan lagi ke dalam lapisan kulit yang terbuat dari perut sapi. bagaimana cara memasaknya? gampang! sediakan air sepanci lalu rebus Haggis selama 3 jam [mending bikin sop buntut atuh.. ketauan empuk dan pasti enak].
The Scottish Breakfast Pack
alias Paket Makan Pagi ala Scottish. dengan harga 1 pound 98 pence sangat mudah didapat. setiap supermarket disini pasti menjualnya dalam kemasan lempeng stereofoam dibungkus plastik ketat. terdiri dari ... mohon melihat pada gambar searah jarum jam... sosis petak yang gepeng [terbuat dari campuran daging sapi berkaki panjang dan pendek alias oink-oink], fruit pudding [terbuat dari campuran lemak sapi dan buah sultana], black pudding [terbuat dari darah kebo], serta sosis berbentuk guling [terbuat dari 55% daging babi dan 45% lemaknya]. dimasak dengan cara digoreng. dinikmati sambil menengguk segelas beer [ha? pagi-pagi minum beer?] demi kelancaran meluncurnya gumpalan lemak turun dari tenggorokan ke pencernaan.
Deep Fried Mars Bar [DFMB]
nah.. ini yang paling ajaib. gak tipu gak boong juga bukan urband legend. anda tau coklat Mars? di supermarket indonesia juga ada. bungkusnya berwarna hitam, isinya ya batangan coklat yang menyelimuti chocolate mousse dan karamel di dalamnya. cara masaknya persis kaya bikin fish & chips tadi, batangan coklat Mars direndem kocokan telor, dikasih tepung terus digoreng dalam genangan lemak panas. enakkah? gak yakin... belom nyoba juga sih, gak tega sama diri sendiri. disini makanan ini bisa dibeli di warung fish & chips seharga 60 pence. for some people, DFMB ini malah biasa dijadikan menu makanan pagi, termasuk juga buat anak-anak balita! [may God bless their body fat and cholesterol...*sigh*]
pesan sponsor:
demi keselamatan dan kesejahteraan perut anda sendiri, jika suatu hari anda berniat mengunjungi saya di scotland, jangan lupa bawa indomie, ok?!
loucee said it on 4:41 PM
Tuesday, March 29, 2005
• copet cepot
apakah anda pernah kecopetan? sampai saat ini untungnya saya belum *ketok-ketok pala*, tapi melihat orang kecopetan saya pernah, melihat pencopet dikejar satpam juga pernah, melihat pencopet dikejar masa, ditangkep terus digebuki beramai-ramai sampai babak belur dan berdarah-darah malah lebih pernah lagi. yang terakhir meskipun kejadiannya udah 10 tahun silam masih tetep saya inget sampai sekarang... barbar...
biasanya apa sih yang dilakukan korban pencopetan sesaat setelah menyadari bahwa dirinya kecopetan? orang yang refleknya bagus pasti bakal langsung teriak "CUOOOOOOPPPPEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEETTTTTT!!!!" lalu kalau dia senang olahraga pasti copetnya langsung dikejar. kalau dia gak hobby olahraga biasanya masyarakat disekitarnyalah yang akan mengejar. ada lagi orang yang refleknya mungkin gak sedahsyat yang pertama. yang begini biasanya bakal panik dulu..."eh.. aduh.. itu apa ya barusan? lho.. kok.. lah.. tas saya mana ini? lah? lah? hilang! ini pasti sihir.. eh.. gak mungkin astaga makkk... ini pasti.. cop..cop..cop...[trus baru deh teriak] CUOOOOOOPPPPEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEETTTTTT!!!!" yang begini akhirnya copetnya keburu jauh untuk dikejar.
dulu temennya temen saya pernah juga liat orang kecopetan di terminal Blok M. kalo yang ini lebih ngeri lagi. kebetulan si temennya temen ini punya kemampuan tenaga dalam. jadi begitu dia denger ada yang teriak... "CUOOOOOOPPPPEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEETTTTTT!!!!" dia langsung pasang kuda-kuda ditengah-tengah terminal, tangan dikatupkan, nafas dikumpul di pusat perutnya... sejurus kemudian... sseett.. sseett...CIAAATTT..... pencopet apes yang sedang berlari tsb 'ditarik' tanpa perlu menyentuhnya sama sekali! bukan sulap bukan sihir, tapi itulah yang namanya tenaga dalam.
lain endonesah, lain lagi kisah copet di negeri cina sana. true story! yang ini gak pake unsur tenaga dalam maupun ketok magic lainnya. tapi memang si copet lagi apes aja, karena ternyata korbannya adalah seorang atlet juara lari wanita. kebayang... abis kecopetan tanpa perlu teriak-teriak si atlet langsung lari mengejar. lalu copet yang sedang terengah-engah berlari itu disejajarkan langkahnya oleh mbak atlet yang berlari santai sambil berkata manis "...hey.. apa khabar? kaya kenal tasnya?" *gubrakks* kalo saya jadi copetnya sih mending langsung ganti profesi deh... ketimbang malu sama teman-teman sejawat.
loucee said it on 1:21 PM
Saturday, March 26, 2005
• teringat pada seorang kawan di kampung halaman...
nama aslinya terpaksa disamarkan. ia sendiri lebih senang memanggil dirinya betmen, sementara saya lebih sering memanggil dengan panggilan sayang chipmunks... terinspirasi dari deretan gigi atasnya yang memang imut seperti chipmunk..hihi..
chipmunk adalah salah satu manusia paling ajaib yang pernah saya temui. pertama kenal di kantor 4 tahun yang lalu, ja'im nya gak ketulungan, tapi lama-lama... tolong.. jayusnya gak nahan. manusia yang satu ini sering sekali membuat plesetan dan kata singkatan gak penting, ngeselin tapi anehnya sangat menular.
kalo saya menyapanya dengan genit, "hey kamu.." dia dengan lebih genitnya akan menyambung, "kambing mungil.." kalo saya bilang "thankyou!" dia langsung nyamber, "ateng dari kayu.."
selain membuat singkatan gak jelas itu, chipmunk juga hobi menerjemahkan bahasa inggris sebebas-bebasnya. saat harus bikin mock-up di kantor dulu dia suka panik kalau ternyata persediaan 'gunung semprot' alias spray mount habis. lalu kalau ada teman ulang tahun dia pasti langsung kasih ucapan, "selamat hari burung!" yang merupakan terjemahan bebas dari plesetannya 'happy bird day.'
biarpun suka mati kata, berteman dengan chipmunk lebih banyak senangnya. selain 'terhibur' dengan celetukan-celetukan gak pentingnya, dia adalah tempat paling tepat untuk bertanya tentang keadaan jalanan jakarta. posisi kantornya yang terletak di lantai 25 salah satu gedung di jalan jenderal sudirman membuatnya jadi orang pertama yang saya hubungi kalo ingin tau apakah jalan protokol itu macet atau tidak. meskipun dia suka sebel, "emang gue polantas!" katanya sambil misuh-misuh.
"jadi chip, lampu merah mana aja di jakarta yang gak aman?" tanya saya suatu malam dalam perjalanan pulang naik mobil bersamanya.
"pokonya lo harus ati-ati di perempatan mampang, grogol, cempaka putih"
"kalo di perempatan pasaraya blok-m situ gak papa?"
"gak papa"
"kalo di perempatan gajah mada yang dulu ada duta merlinnya?"
"disitu kayanya juga aman."
"oooo..kok lo tau sih?"
"ya tau dong!" jawabnya sok keren
"katanya bukan polantas?"
"emang bukan. cuma gue kan gede di jalan"
"adeeuhh.. iya deh yang ali topan anak jalanan" kata saya sambil godain
"kalo gue ali sopan, louc"
"ali sopan?"
"iye! ali sopan anak salaman..."
*salah banget deh gue nanya...*
loucee said it on 12:15 AM
Tuesday, March 22, 2005
• suatu sore bersama suami...
"sini sayang... duduk sini! menghadap saya."
"you sure you know what you are doing?"
"sstt... udah.. duduk aja dulu. nah, sekarang tutup matanya."
"..........."
"santai... rileks... jangan tegang. kalau kamu gak rileks, nanti malah kena."
"be careful, baby... you know that i..."
"sssstt... tenang.. percaya deh... saya tutup dulu bagian yang gak perlu."
"OUUCCCHHH!! you press too much!"
"gaakkk... sini ah, santai makanya. jangan tegang, ok?!"
"hmmpfff..."
"tenang ya.. jangan bergerak. akan terasa dingin dan lengket. tapi begitu nempel, kamu harus siap."
"hmmmpfffffff.... i don't like this idea..."
"sudah terlambat! hehe... siap sayang? siap yaaa... satu.... dua.... tiii....."
"AAAAAAAAAAAAAAA FU*K!! %#^&&**%^***!!!!!"
"sssttt... ssstttt.... udah.. udah tenang... calm down! jangan kenceng-kenceng, nanti kedengeran tetangga. belum selesai nih."
"oh my lord... can we just..."
"gak! gak bisa! nanti gak balance. udah makanya tenang! percaya deh."
"hhhmmmmmppfff..."
"siap yaaa... satuuuu.... duu.........."
"...FFFFFUUUUUUUUU********KKKKKK!!!!!"
"ssssstttt...ssttttttttt... udah..udah.. udah selesai.. hehhee... no more strips, no more wax. liat di kaca ya? you see..?! alis yang rapi membuat kamu jadi tambah ganteng sekarang!" ;)
loucee said it on 12:39 PM
Friday, March 18, 2005
• ada apa dengan rok mini?
saya janjian dengan seorang teman dan suaminya di kafe. dia perempuan hongkong, suaminya orang jerman. mereka datang terlambat, padahal biasanya gak pernah. tanpa saya tanya ketika datang mereka langsung menjelaskan, mereka terlambat gara-gara rok mini. iya! rok mini.
sebelum menemui saya di kafe, mereka sempat singgah di sebuah toko baju. si suami ingin membelikan dia rok mini, si istri gak mau. si suami maksa, istrinya masih gak kepingin tapi takut suaminya ngambek. jadi akhirnya mereka berantem, bolak-balik antara kasir dan rak rok mini. akhirnya si istri mengalah, sang suami keluar dari toko dengan wajah sumringah menenteng kantong belanja berisi rok mini baru untuk istrinya.
sampai di kafe, perempuan hongkong itu masih kesel. "heran.. maksa banget sih mo beliin gue rok mini!" dia bukan penggemar rok mini ternyata. sementara suaminya pengen banget liat istrinya dibalut rok seuprit tsb. "i guess it's just this european men thing, you know! it's part of their fantasy to see us, women, in mini skirt." katanya masih misuh-misuh.
saya cekikikan saja sambil mikir statement terakhirnya. 'rok mini dan fantasi pria eropa?' ah, mungkin lebih tepat kalo 'rok mini dan fantasi pria mana saja!' coba saya tanya pria normal mana yang gak suka menikmati perempuan memakai rok mini? hayo ngacung! pasti gak ada.... hahaha..
gak usah jauh-jauh pria eropa deh, dulu waktu masih di jakarta dan berkantor tepat disebelah sebuah bank, teman2 saya yang laki jarang banget ada yang nolak ajakan untuk menemani saya pergi ke sebelah. "ikut dong! pengen liat mbak-mbak rok mini!" iya memang buat mereka pergi ke bank sebelah yang menyimpan banyak teller dan customer service yang cantik-cantik [dan pake rok mini pula] adalah sarana rekreasi yang bikin mata mereka jadi suegerr.... berhubung cewe-cewe di kantor sendiri pada anti rok mini.
saya gak anti dengan cewe yang pake rok mini. kalau mereka merasa senang memakai rok mini saya juga ikut bahagia.. bener deh! :) tapi saya sendiri paling males pake rok terutama rok mini. teman-teman kuliah dulu suka gangguin saya saban senin karena hari itu studio saya mewajibkan murid wanitanya pake rok dan celana bahan untuk murid prianya, "kapan dong louccc.. pake rok mini!" kalo udah ditanya begini paling saya cuman bisa menjawab lempeng, "emang gue cewe warkop!"
saya memang punya kebiasaan untuk mengasosiasikan rok mini dengan cewe-cewe di film warkop. mungkin karena kebanyakan nonton warkop waktu masih balita [usia paling crucial dalam perkembangan otak, karena daya serap dan ingatannya paling maksimal!]. tapi bukan berarti kalo saya pake rok mini tiba-tiba jadi terlihat seperti lydia kandou di pelem 'Tahu Diri Dong' produksi Parkit Film [<-perusahaan ini masih ada gak ya?]. tante lydia tentu saja kelihatan bahenol dan sexy dengan kaki aduhai dalam balutan rok mini. sementara tungkai kaki saya ya standart saja dengan langkah yang super lebar kalo berjalan. pasti mengerikan untuk membayangkan saya memakai rok mini.
kembali ke suami teman saya yang maksa beli rok mini untuk istrinya tadi, suami saya sendiri juga pernah memaksa membelikan saya rok mini. cuma kita gak pake berantem. saya biarkan saja dia beli, sampai rumah masuk lemari. mungkin akan dipake saat halloween party.... kalo saya kepengen jadi lydia kandou. *ihikss*
loucee said it on 3:48 PM
Thursday, March 17, 2005
• awas ranjau!
glasgow bukan kota yang bersih. percaya gak percaya jalanan kota ini lebih jorok dibanding new york [meskipun tetap lebih bersih dari jakarta kota metropolitan tercinta]. saban pulang-pergi naik kereta antara rumah dan city center, pemandangan yang saya lihat dari dalam gerbong adalah sampah.. sampah.. dan sampah... yang nyangkut di sepanjang jalur samping kereta.
sebenernya gak cuma sampah aja yang bertebaran, dalam perjalanan dari stasiun kereta menuju rumah, saya juga harus tetap waspada karena banyak 'ranjau' berwarna kuning kecoklatan alias kotoran anjing. pernah saya iseng menghitung, ada 5 titik ranjau di sepanjang perjalanan yang berjarak 200m. dan yang lebih ngeselin, ranjau2 itu biasanya tetap berada di tempatnya sampai berhari-hari kemudian. *wuekk!*
aneh memang, disini saya lebih sering menemukan kotoran anjing dibanding anjingnya sendiri. dalam seminggu belum tentu ketemu seekor. sementara di new york dalam sehari paling gak bisa ketemu lima ekor dan zero titik ranjau.
new york mungkin bisa jadi sepi ranjau karena yang namanya peraturan benar-benar ditaati. disana, setiap si anjing nge-bomb di jalan, sang pemilik wajib membuang kotorannya pada saat itu juga. kalo gak denda $100 atau malah dimarahin pejalan kaki lain yang kebetulan lewat [saya pernah liat seorang nenek ngomelin seorang pemilik anjing yang sok cuek dengan ranjau yang ditembakkan anjingnya tepat di depan pintu apartemen saya].
di glasgow kelihatannya keadaan itu agak susah dijalankan.
pertama, glaswegian kayanya lebih cuek untuk tidak mentaati peraturan [beberapa kali saya liat penumpang merokok di dalam bis atau kereta api, padahal jelas2 gak boleh gitu lho.],
kedua, mungkin karena disini jumlah pejalan kaki gak sebanyak di new york, jadi kalo mo kabur setelah anjingnya nge-bomb tentu lebih mudah, bukan?
saya bukan penyayang anjing apalagi penggemar ranjaunya. dan selama saya masih tinggal di kota ini, setiap hari saya hanya bisa meningkatkan waspada, memasang radar, dan berdoa supaya perjalanan saya hari itu bebas dari ledakan ranjau. *DHUAARR!!*
loucee said it on 2:50 PM
Monday, March 14, 2005
• mandi bareng? takut aaahhhhh....

di suatu sore yang mendung, saya diajak main badminton oleh teman kerja suami. sebagai warga negara indonesia yang baik, tentu saya tak akan melewatkan kesempatan mengharumkan nama bangsa di negeri orang [ badminton gitu lhoo!! haha!!]
kami main berlima, perempuan semua. 2 asal perancis, 1 asal belanda, 1 asal glasgow dan saya perempuan asli indonesia. cuma 1 jam sih mainnya, tapi cukup sudah membuat napas saya tersengal-sengal mengejar kok kesana kemari. maklum terakhir main kira-kira 10 tahun yang lalu, tentu kualitas napasnya sudah agak berbeda sekarang.. *ihik*
kelar main, masih dengan muka merah dan badan penuh peluh, kami tinggalkan lapangan indoor tsb menuju locker room, dimana begitu sampai disana saya langsung asyik sendiri menanggalkan kaos, ngelap keringet, pakai baju ganti, sweater, jacket dan bersiap untuk mengaitkan tali sepatu untuk segera pulang.
"kamu gak mandi?" tanya salah satu teman baru saya asal perancis yang tau-tau sudah berdiri di hadapan saya hanya dengan berbalut handuk.
"err... enggak.. mau mandi di rumah." jawab saya agak ragu sambil melirik teman-teman baru saya lainnya yang juga sudah berbalut handuk.
"kenapa gak mandi disini?" tanyanya lagi sedikit bernada curiga
"err.. karena emang gak rencana." kata saya lagi.
"ouw.. ok then.. we'll see you next week." katanya sambil berjalan menyusul ketiga teman lainnya menuju shower room.
sekilas saya sempat melihat mereka mulai mandi dalam perjalanan menuju pintu keluar yang berada tepat disebelah shower room. sebenarnya sebelum main tadi, saya sempat melakukan observasi sedikit di ruangan mandi tersebut. showernya berderet dan jumlahnya banyak, tapi antara bilik satu dengan yang lainnya hanya dibatasi papan transparan dan tidak ada tirainya. jadi kalo sedang mandi... ya keliatan aja gitu semuanya... *hayahh*
----------
saya lagi motong bawang di dapur [dan masih belum mandi] ketika suami pulang dari kantor.
"tadi abis main badminton kemana?" tanyanya sambil duduk melepas sepatu
"pulang" jawab saya singkat
"gak mandi disana ya tadi?"
"iya. kok tau?"
"tadi ada yang bilang..." katanya sambil senyum-senyum.
"ih, emang kenapa sih kalo gak mau mandi disana? big deal banget gitu lho!"
"hihihi... ya gak papa.. cuma ngasih tau kok... "
"gue bilangin aje ye... gue gak biasa mandi sambil telenji bareng-bareng gitu meskipun isinya perempuan semua."
"that's what i thought." katanya masih dengan senyum iseng. lalu dia lanjut bercerita bahwa minggu lalu juga ada cewe vietnam, flatmate salah satu teman perancisnya yang juga menolak diajak mandi bareng. yang ini sebenarnya lebih parah lagi, karena ketika si cewe perancis itu sedang melucuti pakaiannya sendiri si vietnam gak bisa menahan untuk jejeritan, menutup mukanya sambil trus ngibrit keluar dari locker room.
"that's too much!" kata saya sok cool.. [ya, paling gak, gak usah sampe histeris gitu laya ngeliat cewe lain telenji, hello...?]
"well.. i guess that's asian thing. related with your culture. you girls don't feel comfortable being naked together with another women."
is it? mungkin juga... saya tak tau pasti kalau di negara asia lainnya. seinget saya memang terakhir saya mandi bareng perempuan lain.. ya waktu masih SD kali ye, sama sepupu atau saudara. SMP-SMA gak pernah. dan lagian meskipun 6 tahun sekolah di tempat khusus perempuan, gak pernah tuh ada acara mandi bareng. ada juga ganti baju bareng di kelas usai pelajaran olah raga. itu juga gak telenji bulet-bulet dong, ah!
"saya gak kebayang.." kata suami saya lagi, "jadi di indonesia kalo abis pelajaran olah raga gitu, keringetan, kalian gak mandi dan langsung ngelanjutin pelajaran berikutnya?"
"iya. waktu SMP-SMA sih gitu ya. di sekolah juga gak ada shower room"
"gak kebauan di kelas?"
"seinget saya sih enggak tuh..." jawab saya sambil mikir.. kok dulu perasaan baik-baik aja ya.. sementara di bahasan yang sekarang kenapa jadi terdengar agak jorse dorse begini yak?
"that's new.. considering it's a tropical country yang panas dan bikin orang banyak berkeringet" katanya lagi
"hmm.. mungkin karena kita selalu siap sedia perangkat perang seperti bedak, deodorant dan minyak wangi di tas sekolah. terutama kalo hari itu ada pelajaran olah raga. jadi biarpun gak mandi tetap harum semerbak wangiii..." jawab saya gak mau kalah.
"hoho.. ok deh.." katanya sambil cengengesan, "jadi ngomong-ngomong.. kamu sudah mandi belum sekarang?" tanyanya sambil melihat saya kali ini dengan tatapan iseng maksimum.
"belom" jawab saya cuek sambil terus memotong bawang
"kapan mau mandi?"
"ntar.. selesai motong bawang, kenapa emang?"
"nggak... saya juga belum mandi soalnya"
"jadiii...???"
"jadi..mmm.. mau ngajak mandi samaaa....."
"sama bawang?"
"sama yang motong aja deh!"
*hayaaaaaahhh*
loucee said it on 8:51 PM
Monday, March 07, 2005
• potong rambut
rambut saya sudah kelewat panjang dan 2 hari sebelum meninggalkan tanah air saya putuskan sudah saatnya untuk dipotong. atas rekomendasi seorang teman saya pergi ke sebuah salon di bilangan jakarta selatan. telpon dulu, janjian dengan stylist yang katanya sudah bekerja di salon itu selama 15 tahun dan punya reputasi menjanjikan. pokonya dari keterangan teman saya itu si stylist terdengar sungguh meyakinkan.
saya datang di salon tepat waktu, disambut ramah oleh mbak resepsionis, digiring ke tempat cuci, rambut dishampo dan dipijat, setelah selesai digiring lagi duduk di depan kaca, disuguhkan secangkir teh manis hangat sambil diberi baju plastik untuk melindungi tubuh dari potongan rambut.
sang stylist datang berbasa-basi sebentar, dan saya langsung menjelaskan, "tolong di trim aja ya mas. saya gak pengen modelnya berubah total. saya sudah sreg dengan potongan rambut saya, hanya yang sekarang sudah terlalu panjang."
dia mengangguk dan mulai memotong, sementara saya langsung tenggelam dalam bacaan majalah wanita yang saya ambil dari tumpukan di depan kaca.
30 menit berlalu, suara gunting dan hair dryer tak terdengar lagi. saya mendongak melihat pantulan wajah di depan kaca... rambut saya memang bertambah pendek, tapi modelnya... berubah total. *hmmpff*
mencari tukang potong rambut yang cocok memang susah-susah gampang. dulu saya pernah punya tukang potong langganan yang setia saya kuntit terus dari jaman smp sampe lulus kuliah. sampe 3 kali pindah kerja di salon yang berbeda, saya tetap setia. hingga suatu hari si tukang potong menghilang, bukan karena diculik tapi memang karena dia berhenti total jadi tukang potong rambut.
iya, saya sempat kehilangan. karena cuma dia yang mengerti betul jenis rambut dan yang terutama adalah selera saya. sehingga tak perlu saya menjelaskan berbelit-belit model rambut yang diinginkan, dia sudah langsung tanggap.
mungkin memang salah saya juga, tak menjelaskan sedetail-detailnya pada si stylist waktu potong rambut tempo hari. dia tak mengenal medan berhubung baru ketemu saya saat itu juga. padahal sebagai seorang stylist yang sudah pengalaman harusnya dia mencari tau sejelas-jelasnya apa yang si pelanggan mau dan terutama apa yang dia gak mau.
saya jadi ingat waktu potong rambut di sebuah salon di new york. saya tau tempat itu karena mendapat predikat best haircut under $100 dari citysearch. kala itu rambut saya juga sudah amat panjang seperti anak metal berhubung setahun lebih tak pernah potong rambut [maklum, salon mahal disana. jadi ke salon cukup setahun sekali untuk potong.]
ketika datang, saya tak langsung digiring ke tempat cuci. tapi duduk dulu di depan kaca untuk proses penyelidikan menyeluruh oleh sang stylist. dia menganalisa jenis rambut saya, kadar minyaknya, ketebalan setiap helainya, berombak atau lurus, de el el. setelah itu baru dia tanya saya mau dipotong model apa. dari penjelasan lengkap yang saya utarakan dia memberi rekomendasi lagi, kalo begini jadinya begitu, kalo begana jadinya begono, beserta konsekwensi2nya seperti harus selalu diblow supaya modelnya awet, harus rajin diberi produk khusus supaya jatuhnya tetap prima, dst, dst. meskipun mahal biayanya, saya tak pernah menyesal datang kesana dan duduk 3 jam penuh di depan kaca. karena begitu selesai hasilnya sungguh amat sangat memuaskan. rambut saya tak hanya indah hanya pas keluar salon tapi sampai setahun kemudian tumbuhnya masih di dalam jalur.
sekarang saya belum terpikir untuk merubah lagi model rambut yang kurang memuaskan ini. agak malas memang mencari-cari stylist yang sesuai, toh ntar rambutnya juga tumbuh lagi. suami saya sudah menyarankan ke salon dekat rumah tempat dia biasa potong rambut saja kalau saya memang betul-betul sebel dengan model rambut yang sekarang. waktu saya tanya disitu motongnya bagus atau gak, ada konsultasinya atau hajar langsung, dia hanya terkekeh sambil bilang kalo disini nampaknya orang pergi ke salon bukan untuk potong rambut. karena begitu duduk di depan kaca bukan ditanya, "mau dipotong model apa?" tapi malah ditawari, "mau minum beer, gak?" aha! yang begini cuma ada di glasgow dimana pelanggan disuguhi segelas beer sambil dipermak di salon. tempo hari suami saya baru potong rambut, pulang ke rumah tak hanya semakin cepak rambutnya tapi juga sekaligus tipsy setelah 'dicekoki' bergelas-gelas beer dalam kunjungan salonnya.
loucee said it on 5:11 PM




ARCHIVES
- February 2004
- March 2004
- April 2004
- May 2004
- June 2004
- July 2004
- August 2004
- September 2004
- October 2004
- November 2004
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- August 2007


