Wednesday, April 27, 2005
• supermarket quest
dari dulu saya selalu senang pergi ke supermarket. waktu kecil, supermarket adalah tempat dimana saya punya kesempatan membeli coklat atau cemilan tanpa harus repot minta ijin dari ibu. caranya... selipkan chiki, silverqueen atau choki-choki di bagian paling bawah keranjang belanja. jangan lupa timbun dengan daging, buah, minyak dan sayur mayur diatasnya supaya tak terlihat. soal ketahuan ibu pada saat membayar di kasir itu urusan nanti. ada strategi sendiri! biasanya saya akan gerak cepat mengambil barang pilihan saya tadi dari dalam keranjang, untuk kemudian ditaruh di titik terdekat jangkauan mbak kasir saat ibu lengah atau masih sibuk menaruh barang-barang lainnya di ban berjalan. biasanya tak sampai sedetik mbak kasir akan langsung... "BEEP!!" menyecan harganya dan... "PLUNG!" masuk plastik belanja. selama bertahun-tahun berlatih, tingkat kesuksesannya kurang lebih 99%, sisanya ya.. apes... saya salah moment atau ibu keburu melihat.. "chiki melulu! gak bergizi... banyak mecinnya itu, merusak otak! hayo kembalikan!!" huhu... :(
hobby pergi ke supermarket itu tak hanya berlaku waktu masih kecil dan di dalam negeri saja. ketika besar dan mulai diajak berpergian ke luar negeri, saya juga selalu menyempatkan diri untuk pergi ke supermarket sebagai tempat wajib yang harus dikunjungi, selain lokasi standart yang harus dilihat turis. biasanya kalau travelling dengan orang tua saya akan menggunakan segala macem alasan dan trik supaya kami semua mampir ke supermarket, "haus nihh.. pengen beli minum..." atau.."aduh dinginnn.. aku jadi ingusan. gak ada yang punya tissue ya? disini kan gak ada warung. aku harus ke supermarket nih beli tissue..." cara-cara ini biasanya berhasil. tapi kalaupun tidak, biasanya saya akan membuat keputusan sepihak untuk pergi sendiri.. meskipun dicemberuti orang tua. pokonya harus ke supermarket!! gak beli gak papa, tapi ke supermarket!
saya gak tau kenapa awalnya saya cinta banget sama supermarket. mungkin karena pada dasarnya saya doyan makan dan ngemil, dan supermarket adalah gudang makanan dan cemilan. mungkin juga karena mata saya senang melihat design packaging sehingga deretan rak supermarket bisa menjelma bagai deretan lemari kaca yang menyimpan karya seni bak sebuah museum design. bedanya barang-barang di supermarket gak cuma boleh dilihat tapi juga boleh dipegang! how fun is that?! haha..
sampai saat ini kunjungan supermarket di negara apapun selalu saya jalani dengan khidmat. saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk meneliti satu persatu barang yang dijual. suami saya biasanya nyerah kalo harus menemani saya di supermarket. dan akhirnya saya lebih senang pergi sendiri dibanding harus terburu-buru 'melihat-lihat' karena pengikut saya bete. semakin banyak negara yang saya kunjungi, semakin banyak perbedaan yang saya temukan di tiap supermarketnya. boleh dibilang, saya belajar banyak tentang sebuah tempat atau bahkan sebuah bangsa dari supermarketnya!
supermarket indonesia punya rak mie instant yang mungkin terpanjang yang pernah saya lihat. perbandingan panjang yang kurang lebih sama saya temukan pada rak beer/ales di glasgow. lorong antar rak tersempit yang pernah saya lalui ada di supermarket new york. tempat sayur dan buah terharum yang pernah saya hirup ada di supermarket dekat rumah mertua di selatan perancis. selain di indonesia, soy sauce merk kikkoman juga saya temui di supermarket glasgow. disini bahan makanan asia menempati lorong tersendiri dengan isi yang bervariasi antara bahan makanan china, india, juga thailand. jauh lebih lengkap daripada supermarket di new york. packaging permen atau biskuit termenarik yang pernah saya lihat ada di supermarket tokyo, jepang. jenis daging terbanyak dan harga daging termurah saya temui di supermarket melbourne, australia. cuma supermarket di indonesia yang saya lihat menjual ceker ayam. satu jenis roti yang tidak saya temui di supermarket glasgow, melbourne, atau indonesia tapi menempati rak tersendiri di new york adalah bagel. supermarket di new york tidak menjual wine. sementara glasgow, perancis, bahkan jakarta menjual. hanya ada 1 supermarket di glasgow yang menjual keju parut parmiggiano, sisanya berupa keju blok. supermarket new york dan indonesia memberikan jasa pengemasan untuk customer. di glasgow harus mengemas sendiri, di swiss malah ditambah harus bawa plastik sendiri. kalo gak bawa plastik silahkan bayar extra!
fakta ngacak nan asal ini bisa bertambah terus jika dilanjutkan... tapi mari kita hentikan sampai disini saja sebelum saya kebablasan dan anda malah ketiduran.
hal lain yang kerap saya lakukan selain mengamati barang yang dijual di supermarket adalah mengamati barang yang dibeli oleh pengunjung supermarket. ini seperti permainan tebak-tebak buah manggis buah mangga, yang mulai saya lakukan sejak tinggal di new york... menebak karakter, status atau kebiasaan seseorang dari barang yang dibelinya.
awalnya, kebiasaan iseng ini terbit karena saya hampir mati bosan menunggu antrean panjang di kasir. sambil menanti giliran, saya mengamati barang-barang yang ditaruh di ban berjalan kasir oleh orang-orang di depan saya. seorang pria muda yang membeli selembar daging steak, sepotong buah pisang, dan 6 kaleng beer akan saya tebak berstatus lajang, tinggal sendiri atau dengan roomate. seorang mbak-mbak yang membeli 3 box prepared frozen food, lettuce segar dan olive oil akan saya tebak gak bisa masak dan cuma bisa bikin salad. seorang ibu-ibu yang membeli selusin yoghurt, 2 box cereal, 3 botol susu segar, dan 2 box sandwich bag akan saya tebak punya anak lebih dari 1. 2 orang cewe yang belanja produk pembersih seperti dishwasher liquid, laundry powder, window cleaner, lap, dan pel bisa dipastikan tinggal serumah, jika wajahnya mirip pasti saudara. dan 3 orang pemuda dengan badan besar yang membeli 2 lusin beer dan 5 kantung chips pasti bakal bikin jomblo night di rumah.
kurang kerjaan memang dan belum tentu benar... hehe. tapi saya menikmatinya. karena tanpa terasa tau-tau sampailah pada giliran saya menaruh belanjaan di ban berjalan. mungkin juga malah gantian saya yang sekarang ditebak oleh orang yang berdiri di belakang? ;) hehe...
loucee said it on 2:13 PM
Tuesday, April 26, 2005
• rokok linting = marijuana?
tidak disini. dengan harga rokok biasa yang sekitar £4 - £5 per packnya [atau 64.000 - 90.000 jika dirupiahkan], cuma para perokok hardcore lah yang akan tega mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membeli sebungkus untuk kemudian dibakar.
tapi seperti pepatah bilang 'banyak jalan menuju glasgow' ... ketika uang menjadi issue untuk melanjutkan kebiasaan nikmat namun sebenarnya mematikan ini, akan selalu muncul cara kedua, ketiga, dst. rokok lintinganlah [atau mungkin lebih tepat disebut 'swalinting' seperti pada kata 'swalayan?'] yang bisa dijadikan pilihan alternatif. disini harga perkantongnya [berat 50 gram] adalah sekitar £8. jumlah segitu bisa menghasilkan paling sedikit 50 lintingan. bandingkan dengan 20 batang per pack untuk rokok biasa. jelas yang 'swalinting' lebih menguntungkan, bukan?
ketika pertama kali datang di glasgow, saya sempat terkejut-kejut sendiri melihat begitu banyak orang merokok 'marijuana' di tempat umum tanpa tercium bau rumput surga yang terbakar. maklum dari pengalaman waktu sekolah di bandung dulu, saya hanya mengenal rokok linting yang terisi marijuana bukan tembakau. mungkin kalo saya sekolah di desa di jawa sana gak akan begitu kaget karena pastinya ketemu banyak eyang yang merokok campuran tembakau dan cengkeh dilinting kertas daun jagung alias rokok klobot.
lalu apa rasanya beda gitu? mmm... kurang tau juga yak.. berhubung saya cuma bisa merokok menthol. jadi selama belum ada yang memproduksi rokok linting beraroma menthol, rasanya ini saat yang tepat untuk mengistirahatkan paru-paru sejenak. uangnya lebih baik dipakai untuk beli daging ayam, dibakar sate, dan dinikmati berdua dengan suami. romantis, mengenyangkan dan tidak mematikan!
loucee said it on 2:33 PM
Monday, April 25, 2005
• french class - session 1
"bonjour everyone! welcome to french 1, class for conversation. disini anda akan belajar bahasa perancis praktis. tidak ada grammar, hanya percakapan dan pengucapan. sekarang saya ingin tahu motivasi anda semua mengambil kelas ini, sekaligus membuka session perkenalan. mrs. jones, would you like to start?"
"oh, boleh.. nama saya elizabeth jones. saya mengambil kelas ini karena saya akan pergi berlibur ke paris dan nice bulan agustus mendatang. kebetulan anak perempuan saya tinggal disana dan baru melahirkan anaknya yang ketiga. jadi sekalian mau nengok mereka, gitu."
"wah.. SELAMAT! anda adalah seorang eyang yang beruntung. kalau anda mr. harris?"
"hai.. nama saya patrick harris. saya mengambil kelas ini karena baru saja pensiun dan berencana membeli rumah di selatan perancis dengan istri saya sebagai rumah peristirahatan musim panas kami."
"LOVELY! you'll gonna love it, there. how about you mr. mccormack?"
"sama. saya juga baru pensiun, tapi kami belum beli rumah disana. hanya mau jalan-jalan saja dengan istri bulan juni nanti."
"FANTASTIC! dan anda.. mrs. smith?"
"saya diajak liburan dengan cucu ke bordeaux akhir tahun..."
...madame marilyn masih sibuk bertanya pada setiap orang yang duduk di bangku murid. diam-diam saya melihat ke sekeliling, ke arah ke-sembilan teman baru saya yang duduk manis di samping kiri dan kanan. silih berganti mereka menjawab dengan kombinasi kosa kata yang sama. terdiri dari; pensiun, jalan-jalan, beli rumah, selatan perancis, liburan, dan cucu! man... am i the only person in here without white hair and wrinkles or what?
"...and you mrs. dambies?" pertanyaan madame marilyn menyadarkan saya dari lamunan.
semua orang menoleh ke arah saya secara bersamaan.
"...why do you want to learn french?" madame marilyn memperjelas lagi pertanyaannya.
kelas menjadi sunyi senyap... suara jangkrik berbunyi... dan semua orang menunggu jawaban saya....
"mmmm.... ehm.. eeh... sa.. saya baru saja menikah dengan suami saya orang perancis beberapa bulan yang lalu. and, i need to understand what he says."
stupid answer!! pasti saya dianggap makhluk aneh. masa kawin dulu baru belajar bahasanya? say something more... say something more....
".. ehmm.. oh... kami sehari-hari biasa berkomunikasi dalam bahasa inggris. jadi saya perlu belajar bahasa perancis supaya bisa komunikasi dengan mertua juga."
terdapat jeda waktu sekian detik sampai tiba-tiba eyang elizabeth jones yang duduk tepat di samping saya bersuara... "awww... that's lovely. congratulations for your wedding. mertua kamu pasti senang sekali kamu belajar bahasa perancis supaya bisa ngobrol dengan mereka..."
"yaa.. that's so sweet..." timpal lainnya... "such a nice girl..." ditingkahi suara-suara lainnya hingga menciptakan suara dengungan di kelas.
"Bon! allors..." suara madame marilyn menyentak semua orang yang hadir di dalam kelas, "terimakasih untuk perkenalannya, now..let's begin the class..."
semua murid mulai melihat ke papan tulis, beberapa masih memandang saya dengan penuh senyum. salah satunya mr. harris yang duduk di pojok kelas. ia mengangkat tangannya yang gemetar dan memberi saya jempol sambil mulutnya komat-kamit membentuk kata.. "congratulations..."
* 2 bulan saya menunggu kelas perancis ini dengan niat terselubung untuk mengeceng daun muda.....eeeehh..... kok ya, ceritanya jadi lain... *sigh*
loucee said it on 5:08 PM
Friday, April 22, 2005
• party of the century
kemarin adalah anniversary pertemuan saya dan laurent yang ketiga tahun. hari ini adalah hari ulang tahun laurent yang ke 33, dan besok, atas desakan teman-teman disini yang protes belum diberi kesempatan makan-makan gratis berkenaan dengan pernikahan kami, we finally decided to have a PARTY! wooohoooooo!!!
tapi tunggu... jangan bersorak dulu, sebab saya sedang deg-degan...
pesta besok itu akan menjadi pesta pertama dimana kami berdua sebagai suami-istri menjadi hostnya. diadakan di rumah dan tentu saja saya yang bertanggung jawab untuk urusan penyediaan makanannya. saya sedang deg-degan, karena pada dasarnya kemampuan memasak saya sangatlah standart. kalo masak buat saya dan laurent mah.. cincay lahay... kalaupun rasanya agak kurang.. suami saya tetap semangat melahap [gak tau laper apa memang pasrah takut dimarahin kokinya?]. nah ini untuk 10 orang..... saya deg-degan, khawatir dan merasa tak nyaman. kalo gosong gimana? kalo rasanya aneh gimana? kalo kepedesan gimana? kalo kulit telornya ikut nyemplung gimana? kalo... kalo... kalo... aduuuhhhhhhhh.....
laurent bilang, "sayang... kalo kamu merasa gak sanggup masak untuk 10 orang, kita pesen makanan dari restoran india aja, gimana?"
sebuah ide briliant untuk menyelamatkan kekhawatiran saya sebagai koki. tapiii......" gak ah! saya akan MASAK! 10 orang kan? itu mah secuil kue alias piece of cake! bring it on!!!" jiwa preman saya menjawab. sebagai seorang stepford wife wannabe, gengsi dong bikin pesta di rumah tapi makanannya beli di luar. ini adalah sebuah milestone, sebuah batu ujian dimana kemampuan saya sebagai istri yang bertanggung jawab sekaligus host yang baik akan diuji. *hell.. yeah!*
"jadi... makan besar kita weekend ini?" tanya salah seorang teman ketika saya menjemput suami di kantor beberapa hari yang lalu, "menunya apa? don't tell me it's gonna be a pizza and beer party."
"oh.. tentu tidak!" jawab saya penuh percaya diri
"is it gonna be fusion food? french-indonesian cuisine?" tanya teman yang lain lagi
"mmm... mungkin...."
"you are going to cook, right?"
"..i guess..."
"is it gonna be spicy?"
"mmmmm....."
"what are you going to cook?"
"RAHASIA!!" jawab saya sambil ngacir... satu pertanyaan lagi, dijamin runtuh kepercayaan diri yang tadi. :(
masak apa ya?
hmmm.... "laurent, saya harus masak apa?" tanya saya sesampainya di rumah.
"apa aja yang gampang buat kamu... and sayang... you don't have to be worry like this. saya kan pasti bantu!"
"oh.. dear... terimakasih..." saya lalu membuka laci dapur... mengecek persediaan bumbu instant yang saya bawa dari jakarta. ada bumbu instant soto ayam, soto madura, sop buntut, gule ayam, rendang daging, dsb. tinggal pilih dan semua pasti beres toh?
tapi... masa bikin pake bumbu instant? cemen banget! indonesian cuisine palsuhh! "you can do better than that!" batin saya menantang.
dalam keputusasaan akhirnya saya bertanya pada djeng Younee, koki indonesia paling terkenal se-Brooklyn. dia memberi beberapa usulan yang brillian [sate dibakar di oven? maan... gue baru tau lho Youn. makasih ya!]. ide darinya saya combine lagi dengan ide lain dari website resep [long live INTERNET!!!!], dan setelah mencari, memikirkan, menimbang dan menyusun... hari ini dengan penuh haru akhirnya saya kirim undangan ke 10 orang teman:
menu is set! one problem is gone... sekarang tinggal banyak berdoa supaya keajaiban datang dan saya bisa mengemban tugas memasak dengan hasil sukses nan gemilang!!! wish me luck...
loucee said it on 10:58 AM
Monday, April 18, 2005
• suami bule
saya tak pernah bermimpi punya suami londo. dari dulu pacar-pacar saya hanya terdiri dari pria indonesia asli maupun keturunan. gak pernah bule, dan gak nyari juga. meskipun ibu saya suatu kali pernah nyeletuk bilang, "kamu kayanya nanti harus dapet suami bule deh louc. mana ada cowo lokal yang tahan sama kamu!" saya gak tau pasti kenapa ibu bilang gitu, mungkin naluri keibuannyalah yang cermat membaca gelagat anak perempuannya yang susah diatur, pembangkang dan agak sedikit cablak ini. mungkin dia pikir, kalo saya dapet suami yang sama-sama orang jawa bisa jantungan kali orangtuanya punya menantu yang ogah nurut kaya saya.
lalu..eeeeh.. saya beneran punya pacar londo. waktu mewartakan kabar pernikahan, bersuka citalah orang-orang di sekitar saya. beberapa malah kayanya lebih semangat daripada saya sendiri. celetukan-celetukan seperti, "aduuhh.. nanti anaknya indo! pasti lucu banget..." sampe pertanyaan sarat harapan seperti, "eh... dia punya temen single yang availabe gak?" berkali-kali mampir ke saya. yang terakhir gak cuma ditanyakan oleh teman-teman lajang, tapi juga tante-tante saya yang berniat menjodohkan anaknya. pokonya sambutannya sungguh meriah lah! begitu meriahnya sampe kadang saya jadi bertanya..'kalo suami gue gak bule, masih bakal meriah begini gak ya?'
sebenernya apa istimewanya punya suami bule? saya kira kalo bulenya bukan brad pitt.. ya gak ada. tapi rasanya masyarakat umum punya pandangan sendiri. suami bule adalah sebuah janji untuk memiliki keturunan yang perwajahannya terkoreksi [di indonesiah wajah indo = laku dong ah... bisa jadi bintang iklan lux!], suami bule adalah ketebelece hidup yang melancarkan urusan visa ke luar negeri, terutama yang dikeluarkan oleh kedutaan negara asalnya, dan yang paling ekstrim untuk sebagian orang... suami bule adalah jaminan untuk mendapatkan kewarganegaraan baru yang berarti... selamat tinggal indonesia negaraku tercinta... ijk orang mau jadi kumpeni saja. tinggal di negara maju yang sudah jelas lebih enakhh, ketemu kowe orang kalo liburan di bali setahun sekali saja, ok?![<-- lebih afdol jika dibaca ala penjajah di pelem perang]
well..well..well...
saya tak membantah. anggapan2 tsb boleh jadi ada benarnya. tapi buat saya tak lantas membuat punya suami bule jadi istimewa. sebaliknya saya justru merasa bahwa... gak gampang lho menikahi seorang bule! lebih banyak tantangan, yang mungkin gak akan muncul kalo nikah dengan pria asal kampung halaman sendiri. apa aja tantangannya? berikut saya mau curhat...
tantangan pertama: komunikasi
bayangkan... komunikasi dengan orang yang bahasa ibunya sama aja bisa tulalit. nah, ini dengan orang yang komunikasinya dengan bahasa madame. saya dan laurent sampai detik ini masih terus membenahi sektor paling penting dalam hubungan antar 2 manusia ini. dia cuma bisa sedikit bahasa indonesia, dan bahasa perancis saya baru sebatas.."oui..oui.. comme ci comme ca." sehari-hari kami berkomunikasi dalam bahasa inggris yang sama-sama bukan bahasa asal kami berdua. salah paham itu biasa. salah denger lebih biasa lagi [mana saya agak budi pula alias budek dikit.. *hihi*] jadilah perlu usaha lebih untuk bisa ngobrol dengan lancar. kadang saya suka kesal kalo sedang ingin menyampaikan sebuah lelucon ala srimulat yang jika diucapkan dalam bahasa indonesia dijamin ketawa pingsan tapi begitu di-bahasa inggris-kan jadi garing beneran. kadang saya suka rindu pengen bilang..."embeeeeeeeeeeeerrrrrrrrr!!!" selesai dia menyampaikan sesuatu yang saya setujui. dan kadang saya suka putus asa kalo lagi ngamuk-ngamuk siap merepet, tapi gak bisa spontan karena masih harus mikirin grammar yang pas untuk memastikan dia mengerti saya lagi ngamuk beneran!
tantangan kedua: imigrasi
siapa bilang setelah menikah lalu bisa kipas-kipas gak mikirin urusan paperworks? sama saja.. tinggal di luar negeri saya repot, tinggal di indonesia si suami lah yang akan repot. seorang sahabat yang menikah dengan suaminya orang amrik dan tinggal di Minnesota pernah bercerita betapa njelimet prosesnya. memakan waktu tahunan. dokumennya kalo dijilid bisa setebal serial lengkap Ensyclopedia Britannica. belum lagi dia pernah dikagetkan dengan petugas imigrasi yang tiba-tiba muncul di rumah tanpa janjian sekedar untuk mengecek apakah mereka benar-benar menikah atau pura-pura saja demi Greencard. djeng Younee pasti sudah expert soal ini. sama juga di perancis. proses untuk bisa dapet Carte de Sejour ya... begitulah.. rumit! bukan begitu djeng Ayu?
tantangan ketiga: kerabat
bagi orang indonesia pernikahan adalah bersatunya 2 pihak keluarga. you are married not only to the bride but also the whole family. satu paket! di barat konsep ini kayaknya kurang laku [gak tau ya kalo orang italy, apalagi kalo dapet anak mafia]. suami saya sering was-was tentang hal yang satu ini. lah... istrinya datang dari keluarga besoaaarrr. dua kali mengunjungi indonesia dia sering pusing dengan jadwal kunjungan wajib kita ke tempat para saudara yang kalau dilewatkan nanti disangka tidak sopan. berkali-kali saya perlu memberikan pengkondisian pada suami. suliiitt.. sekali mencuri waktu untuk dihabiskan hanya oleh kami berdua. segala gerak-gerik kami pasti terpantau oleh para saudara. beda banget keadaannya waktu saya berkunjung ke perancis. biarpun kami tinggal di rumah orang tuanya, masing-masing orang ya mengurus urusannya sendiri. saya dan orang tuanya jarang ngobrol namun hubungan kami tetap baik dan penuh senyum [maksudnya kalo ketemu ya senyam-senyum saja berhubung saya gak bisa bahasa perancis dan mereka gak bisa bahasa inggris..*kekekeke*]
tantangan keempat: selera dan kebiasaan
waktu pertama kali tinggal bersama, saya menyiapkan secangkir kopi untuk sarapannya. ketika sampai di meja makan, bukannya langsung minum kopi...eh dia malah nyari mangkok. kopi di cangkir dituang ke mangkok. demikianlah cara orang perancis minum kopi sodara-sodara! saya baru tau hari itu!
lain kopi, lain pula soal selera makanan. suami saya pada dasarnya orangnya nrimo [lho... bule jawa ternyata?]. apapun yang saya masak dia makan. tapi tetep... namanya beda bangsa, beda selera. kalo saya berniat masak nasi gaspol 7 hari berturut-turut dengan lauk ayam gule dan telor balado, di hari ketiga tanpa perlu berkomentar biasanya dia mulai cari roti...dimakan pake nasi. hari ke-empat nasinya dicuekin, dia makan roti pake rendang. dan hari ke-lima.. ya saya harus tau diri... nasinya diganti kentang.
tantangan kelima: image
yes.. image! apalagi kalau punya suami bule di indonesia, dimana orang-orang sangat 'perhatian' dengan tampilan orang lain, dan seketika bisa jadi kreatif dengan celetukan gak penting begitu melihat ada cewe indonesia jalan dengan pria bule di tempat umum. kalo si cewe dekil dikit atau lupa pake lipstik langsung disangka "...pasti mantan pembokat!" sementara kalo si cewe pake tanktop atau yang agak sedikit pamer kulit "...udah jelas ayam petok-petok laahh!!" *hmmpfff* menyebalkan tapi ini sungguh terjadi. untung saya gak pernah ngalamin langsung [atau sebenernya pernah tapi saya terlalu lempeng?]. tadinya saya sempet agak khawatir berlebihan soal ini. tapi lama-lama... aduuh.. sorry dorry strawberry ya.. kenal kagak, kok situ jadi sok tau?
nah, begitulah kira-kira... *menghembuskan nafass* cukup panjang tapi saya yakin belum semuanya berhubung saya dan suami baru menikah beberapa bulan. nanti kalo sudah punya anak... wuaahh... lebih panjang lagi pastinya. mungkin ada yang punya pengalaman lain? monggo lho...
loucee said it on 2:38 AM
Wednesday, April 13, 2005
• orang indonesia dan friendster?

"saya yakin!" kata suami, "anggota friendster terbanyak pasti berasal dari INDONESIA!"
"ah, kata siapa?"
"buktinya kamu aja punya 300 teman di friendster."
"ah, belum tentu. pasti ada anggota friendster non-indonesia yang friends list nya lebih dari 300."
"tapi rata-rata dari temen kamu jumlah friends list nya 300-an kan? bahkan ada yang punya lebih dari 1 account."
"hmmm... iya sih. tapi masih terlalu dini untuk sampai pada kesimpulan bahwa orang indonesialah yang paling banyak pake friendster."
"do you know everyone on your friends list?"
"kebanyakan... iya"
"how come you know so many people?"
"ya bisa aja toh? ada temen dari SD, dari SMP, SMA, temen kuliah, temen kantor 1, temen kantor 2, temen dugem, temen nyalon, temen dari new york, temen dari blog, belom lagi tetangga, sodara dan para sepupu, kenalan keluarga.... ya banyakkk laahh!"
"and they all have friendster account?"
"iya."
"see? sekarang saya semakin yakin!"
"oh well.. saya masih gak terlalu yakin tentang orang indonesia paling banyak pake friendster. tapi yes.. indeed friendster itu nge-top banget untuk orang indonesia, gak tau kenapa. saya sih seneng-seneng aja join friendster karena banyak menemukan temen-temen lama yang udah belasan tahun gak ketemu. kita bisa saling berkirim pesan, etc."
"temen saya juga banyak, tapi gak semuanya punya friendster."
"ya suruh sign up aja. susah amat..."
"i don't think they would be interested."
"why not?"
"because they don't see the point of joining friendster. kita masih bisa bertukar kabar lewat email biasa. saya aja kalo bukan karena diajak kamu juga gak merasa penting untuk join friendster."
"tapi kalo cuma kirim email kan gak bisa liat photo mereka yang terbaru..hihi.."
"kan bisa minta kirim."
"tapi kan gak bisa minta testimonial..haha.."
"i dont see the point of that either."
"oh, ya sudah. kalo begitu dilarang protes, kalo saya punya 300 teman di friends list."
"saya gak protes. saya cuma bingung..."
"bingung? sama dong!"
*kenapa coba.. hayooo???*
loucee said it on 11:53 AM
Monday, April 11, 2005
• scottish pub
malam sabtu... saya sendirian di rumah. suami sedang absen di pub seperti yang biasa ia lakukan pulang kantor saban weekend. sebelum cabut dia sempet telephone, ngajakin saya untuk bergabung bersamanya bareng teman-teman kantornya juga. ajakan tersebut terpaksa saya tolak karena saya sebenernya capek nge-pub melulu.
sejak menginjakkan kaki di glasgow, hampir setiap weekend saya pasti ikutan nongkrong di pub. ngapain aja disana? ya ngobrol ngalor ngidul sembari minum beer atau cider. kadang ketika malam menjelang dan kadar alkohol dalam darah sudah tambah banyak, ngobrol-ngobrol normal itu akan berlanjut dengan ngomong kenceng alias teriak-teriak. apa saja yang diteriaki? ya sama topiknya dengan topik ngobrol dengan volume normal tadi, gak penting.
scottish people memang doyan nongkrong di pub. it's part of their culture. "you haven't experience the real taste of scotland until you go to our pubs!" kata orang scotland pada para pendatang. dan saya harus mengakui bahwa statement itu gak salah-salah amat. anda ingin lihat orang scotland yang sebenar-benarnya dengan kelakuan yang seasli-aslinya, kunjungilah scottish pub! pubs are the central of the country's culture. menurut data resmi jumlahnya ada sekitar 5000 buah di seantero scotland [perbandingannya 1 pub untuk 1000 penduduk]. setiap hari selalu padat dikunjungi dari jam pulang kantor sampai midnight. kalo weekend lebih-lebih lagi. orang scottish betah nongkrong berjam-jam di pub menikmati pint after pint beer atau ales yang biasanya di-brew sendiri oleh masing-masing pub. saya pernah menyaksikan seorang teman scottish yang menengguk habis 8 pint beer hitam dalam waktu 3 jam [1 pint = 350 ml]. dia minum beer seperti minum air putih saja. bedanya 8 gelas air putih sehari akan membuat wajah segar, sementara 8 gelas beer dalam 3 jam akan membuat wajah merah seperti udang.
saya sendiri sebenernya sedang agak was-was dengan suami perancis saya yang gaya nge-pubnya sudah mulai terbawa jadi agak ke-scottish2-an sekarang. untung gak tiap hari. kalo iya, bisa-bisa dalam setahun mendatang saya bakal punya 'suami baru'... namanya Monsieur Homer Simpson. :)
loucee said it on 1:44 AM
Thursday, April 07, 2005
• facts of life

lazyboy merilis lagu ini dari bulan oktober lalu, tapi saya baru dengar belakangan. klik play button diatas, dan dengarkan baik-baik liriknya. ini lagu paling bermutu yang bisa menambah khazanah pengetahuan umum anda.
untuk yang tersambung dengan koneksi kura-kura, berikut saya cantumkan kata-katanya... enjoy!
[Chorus]:
This is who we are, this is what we do, this is what it is
the bare facts of the life we live
This is who we are, this is what we do, this is what it is
These are the facts of the life that we live
This is who we are
Bare facts of the life we live
This is who we are, this is what we do, this is who we are, are, are,
are, are...
so help me god
- Did you know, that 1 out of 4 Americans has appeared on tv?
- Did you know, 61% of all hits on the internet are on sex-sites?
- Every day 21 newborn babies will be given to the wrong parents
- The average person swallows 8 spiders in a year
- Cannabis is the most widely abused drug in the world
- The average person laughs 13 times a day
- Elvis was originally blonde
- The average age of first intercourse is 15.3 years old
- The average erect penis is 5.2" long - and 4.2" circumcised
- Eskimoes use refrigerators to keep food from freezing
- 41% of all people take people with curly hair less seriously
- 20% of all females have had at least 1 homosexual experience
- Did you know that there is no such thing as an anti-wrinkle-cream?
[Chorus]
- 22% of the time, a pizza will arrive faster than an ambulance in Great Britian
- 96% of all women have at one time in their life faked an orgasm
- 3 people die every year, testing if a 9 volt battery works on their tongue
- The 'Guinness Book Of Records' holds the record for being the most stolen book in the public libraries
- Butterflies taste with their feet
- 5% of the population is gay
- The worlds best known word is 'okay', the second most well-known word is 'Coca-Cola'
- The giraffe can clean its ears with its tongue
- Charles Chaplin once won 3rd place in a 'Charles Chaplin look-a-like contest'
- In 1995 a japanese trawler sank because a Russian cargo plane dropped a living cow from 30,000 feet
- Only one book has been printed in more copies than the bible:
the IKEA-catalogue
[Chorus]
- 1 cigarette takes away five minutes of a person's life
- In 1950 we were 3 billion people on the earth. today we are 6 billion people
[time is ticking, ticking, yeah...]
- Donald Duck was banned in Finland because he doesn't wear pants
- 74% of all nudist-females are nudists, because their husbands are nudists
- More people die from a champagne cork popping than from poison spiders
- 21% of all traffic accidents happen because the driver falls asleep
- Did you know that originally a Danish guy invented the burglar alarm unfortunately it got stolen
[Chorus]
so help me God
loucee said it on 2:35 PM
Wednesday, April 06, 2005
• my one and only indonesian friend
saya ketemu seorang indonesia disini. pria simpatik, berkacamata yang sebetulnya sudah saya kenal dari jaman smp saat lomba mading di sekolahnya [yang isinya cuma laki-laki]. masih ingat cara berkenalannya yang sungguh sangat sopan... dia masuk kelas yang dipakai oleh tim mading sekolah saya yang anggotanya perempuan semua, sendirian dia menyapa.."hai.. nama saya annas. boleh kenalan?"
lalu, kami berkenalan... "nama saya loucee, ini santi, itu tina, yang pegang gunting di sebelah sana keke, yang di pojok lagi ngetik maya."
"oh ya.. ya.. kalian dari smp sanur ya?"
"betul"
"boleh minta no. telephonenya?"
"untuk apa ya?"
"kan mau kenalan."
"hmm... oke deh.. nomor telephone saya.. tiga.. tiga.. lima...enam.."
"tunggu.. saya catat dulu..." ia mengeluarkan buku telephone lipat berukuran mini dari saku celana pendek birunya..."sebentar ya..."
*BREEETTZZZZZ...*
bak pemain sulap, buku telephone mini itu dibukanya menjelma jadi kertas catatan sepanjang semeter. nama saya ditulis di urutan paling bawah. sementara di atasnya berurut-turut tertulis nama-nama perempuan lainnya lengkap dengan nomor telephone mereka. jumlahnya mungkin ratusan.
-------------------
pikiran asal saya sudah membayangkan annas dalam bentuk pimp daddy saat menunggunya sore-sore di sebuah toko buku pusat kota glasgow untuk janjian. setelan putih, sepatu putih, rambut klimis pake topi, bawa tongkat dan... hmm... mungkin dia udah punya harem di glasgow. maklum ingatan saya tentang dia terhenti saat terakhir bertemu waktu sma, di sebuah pesta ulang tahun dimana kami sama-sama tidak diundang sama yang bikin pesta [nge-par istilahnya]. saat itu dia masih hobby menebar pesona, mondar-mandir kesana kemari, berkenalan dengan perempuan-perempuan baru [tentu saja sekaligus minta nomor telephone mereka] bak seorang casanova .
bayangan pimp daddy itu langsung "puff!"... hilang begitu akhirnya dia muncul. annas datang dengan pakaian hitam-hitam, jaket gombrong lusuh dan sepatu olah raga. rambutnya yang hitam, panjang dan bergelombang tergerai melebihi panjang rambut saya, membingkai wajahnya yang sawo matang, berkacamata dan agak brewokan. dia lebih mirip jesus ketimbang annas yang wajahnya saya ingat waktu sma.
"sorry ya telat," katanya menyapa, "gue sekarang kerja di LSM louc. kemaren kita abis demonstrasi. gue bantuin di lapangan, baru balik tadi pagi."
saya bengong... ternyata dia bukan jesus tapi seorang demonstran.
dia terus lanjut cerita... bahwa 3 minggu lagi dia akan melakukan perjalanan naik sepeda seorang diri dari glasgow ke london untuk charity! [fyi: glasgow-london itu jaraknya sekitar 8 jam naik mobil].
saya semakin bengong... ternyata dia gak hanya seorang demonstran tapi juga atlet bersepeda.
"kok lo bengong gitu sih?" katanya menyadarkan saya.
"heh? aduh maap... gue masih gak percaya nih. gue udah membayangkan lo dalam bentuk yang lain sih."
"apaan?"
"pimp daddy" kata saya gak berani keras-keras, takut didemo atau dilindes sepeda.
"HA..HA..HA..HA...HA...HA...." dia terbahak dalam irama konstan seperti count dracula di sesame street, "loucee..loucee... people do change you know."
"i guess... ya... tapi gue gak pernah ngebayangin elu gitu lho.. nek!" ujar saya masih in denial, "but.. oh wait.. jangan-jangan potongan dan kegiatan lo doang nih yang menipu, tapi ternyata istri lo udah lebih dari satu?"
"gue gak tertarik kawin." katanya santai
"biar bisa punya pacar banyak?"
"gue gak punya pacar"
"gebetan?"
"gak ada"
"sulit untuk dipercaya.."
"udah kelamaan kita gak ketemu.." katanya sambil tersenyum... "banyak yang udah berubah."
"you tell me..." kata saya sambil menepuk punggungnya.
--------------------------
tiga minggu berlalu sudah sejak reuni kecil saya dengan annas. 2 hari yang lalu saya terima sms darinya, pamitan sekaligus memberitahu website charitynya. saya balas: good luck, have fun and safe ride! please be back in one piece. dan ketika dia me-reply: only the good die young... saya tau dia akan selamat! ;) hehehe...
HAVE A NICE RIDE ya nassss!!!!
loucee said it on 6:28 PM
Sunday, April 03, 2005
• my neighbour

apakah itu?
a bear? no.. no..
a viking dog? definitely not.
a mammoth? alive and without trunk? i don't think so...
a bull? errr... not really...
a cow? almost... almost...
...it's actually a Highland Cow alias sapi metal!
ditemui saat saya dan suami sedang jalan-jalan sore di padang rumput kompleks The Burrell Collection Museum, dekat rumah. Highland Cow ini adalah salah satu jenis hewan ternak [masuk kategori sapi] yang ditemukan dari sejak abad 12 dan hidup di daerah terpencil Highland, Scotland utara sana.
the oldest known cattle breed ini dari jauh bentuknya terlihat seperti gabungan antara kerbau, banteng dan sapi yang butuh potong rambut. sementara dari dekat, Highland Cow yang sedang duduk akan terlihat seperti anjing raksasa bertanduk.
meskipun sapi ini terlihat agak sangar, Highland Cow sebenernya adalah binatang yang lembut dan gampang dipelihara. tahan banting menghadapi cuaca dingin, gak gampang kena penyakit, dan bisa hidup sampai 25 tahun.
interested to keep it as a pet? nanti saya kirim satu deh... ;)
<-- that's me having quality time with the neighbour.."hi, there!"
loucee said it on 6:09 PM
Friday, April 01, 2005
• for my dearest scottish friend...
saya diprotes sama seorang teman asli scottish, "kamu lagi ngomongin tentang scottish food ya di blog?"
terus saya jawab, "IYA! kok tau? emang ngerti?"
"gak sih. tapi saya yakin pasti kamu cuma nulis jenis makanan yang menurut kamu gak enak."
"kok tau?"
"kamu kan gak suka scottish food."
"lah memang. kok tau lagi?"
"dulu kamu pernah bilang, waktu nyobain haggis."
"hey, i've been trying to forget that experience ever since.. you know."
"oh, sorry deh..."
"gak papa.."
"loucee, masa sih gak ada satu jenis makanan pun yang kamu sukai di scotland?"
"mmmmmm..... gak ada."
"gak mungkin! pasti ada. coba pikir lagi..."
"mmmmmm.... gak ada."
"bohoonnnggg!! saya tau kamu suka banget makanan satu itu."
"apa siih??? gak ada!"
"ada! SHORTBREAD! yang tiap kita minum teh sore pasti kamu makan juga."
"o.... iyeeeeee... ehmm..hmm... jadi malu nih... ehmm.. memang kue itu enak sekali lho, djeng..."
"you know, i think you should write about it."
"ah malezzzzzzzzz..."
"supaya at least temen2 kamu yang orang indonesia itu gak cuma tau scottish food yang gak enak doang."
"hhhhh... i'll think about it."
"tulis dong."
"i'll think about it."
"pake gambar, biar pada tau semua."
"i'll think about it."
"jangan lama-lama mikirnya."
"gosh..."
"i'm serious..."
"iyeeee..."

satu-satunya makanan scotland kesukaanku.
adalah kue yang terbuat dari campuran tepung, telur, gula dan a LOT of mentega [me loves mentega so much!]. kadang ditambah variasi seperti chocolate chips, marzipan, kacang almond, etc. but the best one is still the Pure Butter Shortbread. penganan ini paling nendhang jika dinikmati sore-sore dengan secangkir teh hangat pake gula dan susu. texturenya lembut dan rasanya soothing... gitu.
bentuk shortbread macem-macem. ada yang kaya potongan pie [petitcoat tails], segitiga, atau bulet biasa. kalau saya suka yang seperti stick [traditional fingers], karena gampang masuk cangkir teh kalo mau di rendem sebentar sebelum dimakan.
shortbread bisa dibeli di supermarket dalam bentuk kemasan. carinya di biscuit aisle. merknya macem-macem, tapi yang paling enak adalah shortbread keluaran Walker's. rasa menteganya... wuiihhh... mak nyesshh....
loucee said it on 4:48 PM




ARCHIVES
- February 2004
- March 2004
- April 2004
- May 2004
- June 2004
- July 2004
- August 2004
- September 2004
- October 2004
- November 2004
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- August 2007


