Tuesday, May 31, 2005
• carlisle

jalan-jalan mulu? eits... ya suka-suka dong! haha.. apalagi senin kemarin adalah Bank Holiday. so, to carlisle i went... bersama suami dan roselyn teman kami. nyetir 2 jam ke kota yang terletak di perbatasan antara scotland dan england itu. the weather was gloomy on saturday when we left glasgow, disertai dengan hujan yang bervariasi dari rintik-rintik sampai badai dengan angin kencang. berasa banget waktu pegang setir... yes i was driving! setelah sekian lama pensiun... akhirnya nyetir lagi *woohooo* aneh dan deg-degan rasanya nyetir dengan peraturan lalu lintas yang beneran harus dipatuhi. maklum lulusan Akademi Lalu Lintas Bandung & Jakarta, yang biasa saingan sama angkot dan metromini, paling pinter deh membuat kedua penumpang saya deg-degan...hihi..
eniveiss... di carlisle kami nginep di rumah celine, seorang teman asal perancis yang dulu pernah kerja sekantor dengan suami dan roselyn. she took us around, ke Derwentwater Lake di hari kedua yang cerah dan bermandikan sinar matahari. cruising on the lake, berlari-larian di padang rumput di kaki bukit, mengejar dan dikejar domba, ahhh... serasa julie andrews di film "The Sound of Music." :)
on the next day yang masih dihiasi matahari dan langit biru yang cantik, celine took us to the beach. anginnya sih masih dingin, tapi pemandangannya oh.. cantik sekaliii....!! pantai batu bertemu laut dengan pemandangan bukit di kejauhan. just perfect for such a beautiful long weekend.
seperti biasa, more pics and story are here!
loucee said it on 2:04 PM
Thursday, May 26, 2005
• ngam'rik!
kemampuan bahasa inggris saya boleh digambarkan seperti judul lagu dangdutnya vety verra.. "sedang-sedang saja." maksutnya saya bisa ngobrol lancar dalam sebuah percakapan, meskipun bukan berarti terbebas total dari keseleo grammar di sana-sini. tapi... saya sering dituduh seperti orang amerika, karena ternyata kata orang-orang yang mendegar, aksen bahasa inggris saya sangat ngam'rik gitu lho. *aeh matee!*
sejujur-jujurnya saya sendiri merasa aksen bahasa inggris saya biasa aja. jawa banget ya.. ora. indonesia banget? ya menurut suami saya sih gak juga. disini kalo saya ditanya orang, "are you american?" tentu saya jawab dengan jujur, "no.. i'm indonesian." lalu kalo ditanya lagi, "how come you have american accent when you speak?" saya langsung jawab lagi, "maybe because i was living in new york for about 3,5 years." dan kemudian mereka akan terheran-heran kembali... "only 3,5 year and you already pick up the accent?" nah.. disitu saya jadi mikir... where did i get my american accent from?
saya mulai belajar bahasa inggris di rumah waktu masih balita. di waktu-waktu tertentu kadang ayah dan ibu [yang lulusan sastra inggris] ngajak ngobrol ke-empat anak mereka dalam bahasa inggris. namanya anak kecil, kadang saya suka malas. tapi ibu berkali-kali bilang, "once you speak english, you can travel anywhere in the world. it is the international language." lalu saya bakal disodori buku-buku bacaan anak-anak dalam bahasa inggris untuk dibaca sebelum tidur. that's how i learn english in my early days.. long before i took english lesson in the afternoon from elementary to high school.
but again... pertanyaan yang tadi masih menggantung... where did i get my american accent from? my parents obviously speak english with indonesian accent.
saya pikir-pikir... kemungkinan besar asalnya adalah dari FILM! yup..yup..yup.. coba deh diingat-ingat lagi. mulai dari film tv sampe film di bioskop, selama tinggal di indonesia kita terbiasa mendengar orang bercakap-cakap dalam bahasa inggris dengan american accent, karena kita cuma disuguhi american movies. that's how our generation learn english actually, bukan dari bbc dengan 'bloody' british accent [meskipun kalo les inggris, kebanyakan grammar yang dipake adalah british bukan american], dan bukan dari tv australi yang hobby pake 'mate-mate' an.
saya sendiri tadinya tidak terlalu berasa pengaruh ngam'rik ini. dan juga tidak berniat sama sekali untuk ikut-ikutan terdengar ngam'rik. semua terjadi dengan alami. ya namanya dijejelin dari masih kecil [buat saya nonton tv dan film adalah kebutuhan dasar, sama seperti makan dan tidur], tentu proses belasan tahun itu ya nyangkut di otak. jauh sebelum berangkat ke new york, saya sudah sering dituduh 'kaya orang amrik lu!" dua diantaranya adalah mantan boss saya orang australi [waktu itu kita mo naik lift. dia udah masuk duluan, sementara saya ketinggalan di belakang dan harus berlari-lari sambil teriak "WAAAAIIITTT UPPPPP!!!" membuat dia mencibir bilang "geezz.. you sound american.."], sama yang satu lagi adalah guru les TOEFL saya orang inggris yang berkeyakinan 100% bahwa saya pasti pernah tinggal lama di amerika setelah ujian conversation. well.. they all were wrong.
saya tak tau pasti seandainya menetap lama di glasgow, apakah accent saya akan lambat laun terdengar seperti glaswegian - which is by the way... terdengar mengerikan dan adalah sebuah malapetaka jika beneran terjadi - tapi satu hal yang pasti, saat belajar bahasa asing lain saya tidak akan terdengar seperti orang amrik yang sedang mencoba berbicara dalam bahasa asing itu. and you know what? ini mulai terjadi sekarang, dimana saya sedang giat belajar bahasa perancis. my husband says i sound like african... *duh!*
loucee said it on 4:16 PM
Monday, May 23, 2005
• diramal cuaca
semenjak tinggal di glasgow saya sering merasa dipermainkan oleh cuaca. contohnya hari ini, saya bangun karena sinar matahari yang menyeruak masuk ke dalam kamar. langitnya biru! membuat hati berbunga-bunga ingin piknik di taman depan rumah. tapi apa daya, setelah mandi dan menyiapkan roti berisi nutella untuk dibawa piknik, tiba-tiba saja langit gelap gulita. saya tengok luar jendela... HUJAN bo! gak cuma rintik-rintik dari langit, tapi horizontal! disusul bunyi 'kletak-kletuk' karena bulir air berubah menjadi kepingan es. geezz... it's already end of may dan masih hujan es???
salah satu hal yang paling saya rindukan sejak pindah dari apel besar... kepastian cuaca. saya rindu bisa tune in dan yang lebih penting lagi adalah mempercayai ramalan cuaca. disini kegiatan tsb adalah hil yang mustahal. when you haven't learn your lesson salah kostum adalah makanan sehari-hari. keluar rumah pagi-pagi dengan tank top cantik berlapis jaket tipis karena udara hangat bisa berubah cerita karena tiba-tiba temperatur turun drastis diikuti angin kencang dan hujan horizontal. just fabulous! i'm stickin' with my winter jacket complete with capuchon attached. payung? useless. leave it at home.
kasihan memang orang scotland. dengan kondisi cuaca seperti ini, mana bisa merencanakan kegiatan outdoor. wedding party? ah, lebih baik diadakan di dalam ruangan. barbecue? jangan lupa pikirkan plan B. cuaca disini pantang mundur. berubah-rubah sesuka hati, tak perduli dengan rencana penghuni. seandainya ada pawang hujan pasti dia juga bingung bagaimana caranya menahan awan. dan melempar celana dalam ke atap rumah juga saya pertanyakan tingkat kesusesannya. useless dahlin'... leave your panties on your body daripada malah masuk angin.
thank god, in about a month... saya akan mengucapkan salam perpisahan pada langit scotland. yes.. yes... we'll be moving again ke tanah leluhur misua di sebelah selatan perancis. saya dengar temperaturnya sudah sekitar 25 derajat sekarang. how nice... jadi gak sabar....
loucee said it on 7:10 PM
Sunday, May 22, 2005
• the original shinta
dalam hidup, saya ditakdikrkan memiliki tiga teman baik bernama shinta.
shinta yang saya kenal di apel besar dua tahun lalu, sinta yang saya kenal di awal tahun kuliah di bandung sepuluh tahun yang lalu, dan shinta yang saya kenal di bangku SMA tigabelas tahun yang lalu.
sekembalinya dari aberdeen dan setelah beristirahat sehari di glasgow, minggu lalu saya berkesempatan mengunjungi shinta yang disebut terakhir di sebuah kota bernama norwich, tempat ia tinggal dan menuntut ilmu. terakhir kali kami bertemu sekitar dua tahun yang lalu saat liburan musim panas di jakarta. ia masih tak berubah. tetap mungil, tetap manis, tetap sabar, dan tetap baik hati. seorang sahabat yang selalu siap menyambut teman dari masa lalu dengan tangan terbuka
shinta adalah salah seorang dari sebelas teman baik saya dari jaman SMA. dan reuni kecil kami, tak pelak juga berarti membuka lembaran lama yang sarat kisah lucu nan manis khas anak SMA. rasanya tak cukup menghabiskan 4 hari, 3 malam untuk mengingat semuanya. dan berkelana ke masa silam, dengan sahabat lama adalah sebuah penawar ampuh bagi kerinduan kami berdua pada masa itu, pada teman-teman kami yang lain, juga pada tanah air tercinta.
*trimakasih ya shin... gue seneng banget bisa jalan-jalan dan ketemu kamu lagi. udah lama gue gak ketawa mampus atau becanda garing dalam bahasa indonesia. gue tunggu di glasgow or perhaps somewhere around south of france in the coming months? well... just let me know... don't wanna miss another fabulous time with you for sure!
[for more pics and story about the trip please click here!]
loucee said it on 5:16 PM
Monday, May 16, 2005
• aberdeen
"saya mungkin belum bisa membawa kamu jalan-jalan ke kutub utara, but for now... i'm gonna take you to the most north side of the globe you would ever been to!" demikian cara suami saya mengajak jalan-jalan akhir pekan ke aberdeen. well... saya memang bercita-cita suatu hari bisa mengunjungi kutub utara, dan selama cita-cita tersebut belum tercapai, i think a trip to aberdeen yang berada di utara scotland will do okay for me now. "one longitude at a time.. darlin'... one longitude at a time..." jawab saya sambil packing.
aberdeen adalah sebuah kota berpenduduk 250.000 jiwa yang terletak di sisi timur laut scotland. kebanyakan penduduknya adalah mahasiswa atau para pekerja multi-nasional di industri perminyakan lepas pantai. it is the third largest city in scotland. warna kotanya abu-abu! karena mayoritas jalan dan bangunan di aberdeen dibangun dari batu granit. baik bangunan baru maupun yang sudah berusia ratusan tahun. this city is very very charming, kecil tapi sangat bersih dan manis. di beberapa sudut malah terlihat seperti part of disneyland dengan bangunan 'kastil' atau gereja tua yang berwarna abu-abu tapi sama sekali tak terlihat sudah berumur.
saya dan suami sebenernya sangat beruntung, karena cuaca amat sangat bersahabat selama 2 hari di aberdeen. "in the past 3 days we've been having this blue sky.. which is very RARE for aberdeen" kata jose manuel. teman kami asal spanyol yang tinggal di aberdeen dan kami daulat untuk jadi tour guide. well.. it's good then... karena pasti stress juga kalo cuma bisa lihat warna abu-abu di langit maupun darat. lagipula, langit biru juga berarti adalah sinar matahari yang bebas leluasa menyeruak ke permukaan bumi. which is goooooooddddd.... untuk menghangatkan kulit di udara musim semi yang dingin.
[silahkan berkunjung ke sini untuk cerita perjalanan lengkap dengan gambar!]
loucee said it on 6:31 PM
Monday, May 09, 2005
• satu dua tiga = un deux trois
seminggu ini saya sedang di-drill oleh misua... menghafal angka dalam bahasa perancis. sebabnya guru bahasa perancis saya ngambek minggu lalu karena ketika dia ngetes muridnya satu per satu, gak ada satupun yang hafal.
sebelum kelas bubar ibu guru mengeluarkan fatwa, "kalau tidak ada satu orangpun yang bisa menjawab angka pada pertemuan minggu depan, kelas akan saya batalkan!" *aduuh... takuuutt..*
sebagai seorang murid yang baik [dan paling muda pula.. jadi harusnya punya daya ingat yang lebih baik dibandingkan teman-teman sekelas yang sudah pada sepuh], ancaman dari ibu guru tadi betul-betul jadi kepikiran. sampai rumah, saya langsung nge-print daftar angka dalam bahasa perancis dan saya tempel di dinding tempat meja komputer bersandar. dua hari tulisan itu manteng disitu, hari ketiga tiba-tiba suami saya bertanya...
"sayang, tell me in french... 42!"
"huh?"
"what's 42 in french?"
"mmmm... gak tau.."
"lho? kok gak tau. katanya kamu punya pr menghafal angka."
"iya nih.. saya sudah melototi deretan angka perancis ini, tapi kok gak nyantol-nyantol ya..." jawab saya memelas.
bagaimanakah cara menghafal pelajaran yang praktis, tidak menyita waktu [bergaul], dan tidak membuat saraf jadi 'dol'?
saya jadi inget jaman sma dimana saya ambil jurusan IPS. hafalannya amit-amit bejibun. dan saya paling males kalo harus mengingat kata per kata. sia-sia man... meskipun saya tau banget banyak temen saya yang jago berat ngafalin sampe titik, koma serta lokasi kalimat tsb terdapat di halaman berapa!
sebenarnya metode menghafal favorit saya adalah membaca sambil membayangkan. karena pada dasarnya saya adalah tipe orang yang gampang mengingat sesuatu yang visual dibanding verbal. metode ini sangat membantu untuk ngafalin pelajaran-pelajaran semacam sejarah, sosiologi-antropologi, tata negara juga ekonomi. tapi sama sekali tak berguna untuk ngafalin artikel kata femina, neutral dan maskula untuk pelajaran bahasa jerman misalnya makanya bahasa jerman saya mentok sampe das verstehe ich nicht saja.
cara menghafal visual ini juga saya lakukan untuk hal-hal lain. misalnya nomor telephone. instead of mengingat angka demi angka, saya akan lebih gampang ingat dengan menghafal cara men-dialnya. nama-nama hari dalam bahasa perancis juga bisa dengan mudah saya ingat karena saya memiliki bayangan visual sebuah agenda di kepala persis seperti gambar disamping.
nah, sekarang gimana caranya menghafal angka dalam bahasa perancis?
saya sudah melototin itu contekan di dinding, tapi efeknya belum ada. mungkin salah metode, mungkin juga saya aja yang malezzzz membuat otak bekerja lebih giat setelah bertahun-tahun jarang menghafal. tapi, kalo sampe minggu depan belom ada kemajuan... hmmm.... kelasnya dibatalin ya? nonton enak nih kayanya.... hihihihihihi!!
loucee said it on 7:31 PM
Wednesday, May 04, 2005
• candu

berawal dari libur nasional hari senin kemarin. yes... it was long weekend. kami tidak kemana-mana. saya sibuk berbenah sementara suami asyik manteng di depan komputer. berselancar kesana kemari, sampai akhirnya terdampar di halaman yahoo games. dia mencoba main yahoo pool tapi ternyata susah jika dimainkan tanpa mouse. dia mencoba main feeding frenzy yang ternyata kurang seru karena cuma permainan makan ikan, sampai akhirnya dia mencoba bermain ZUMA dan lalu dengan mudah menjadi kecanduan sesudahnya. saya diajak juga dan segera menjadi pecandu ke-dua. hari itu, dalam 16 jam tanpa tidur, kami main bergantian.
zuma adalah permainan satu orang. jika dia sedang bermain, saya ikut menonton disamping sambil ikut berteriak-teriak, "yang kuning! awas biru! itu yang merah yang merah... ada reverse ball nya!" begitu pun sebaliknya. permainan hanya dijeda saat makan siang dan malam, juga pada saat panggilan alam ke belakang. sisanya... kedua pantat kami seperti tertempel erat pada sofa, dengan laptop yang berpindah-pindah pangkuan.
gilingan!
games. entah video atau computer. sudah lama saya tak bermain. padahal dulu boleh dibilang saya adalah seorang pecandu. mulai dari bermain decathlon di pc, pacman, gremlins, tetris, jeweled, de el el. saya cinta bermain games terutama yang berbau puzzle. masa saya kecil ada yang namanya game & watch -ini sebelum masa gameboy - warnanya maroon, gambarnya tidak berwarna dengan permainan mancing ikan. ada pula yang casingnya berwarna putih, permainan cowboy ala lucky luke menembak botol, suara tembakannya kaya orang sedang cegukan. ibu saya sampe suka setress sendiri melihat dan mendengar saya bermain tanpa henti. kemana-mana game & watch saya bawa. di rumah, di mobil, di ruang tunggu dokter saya terus bermain. sampai suatu hari game & watch saya menghilang, sesaat sebelum masa ulangan umum. rupanya disimpan ibu diam-diam, terpaksa dilakukan supaya tak mengganggu waktu saya belajar.
lama tak bermain game & watch, jaman saya kuliah kecanduan itu terbit lagi. kali ini main puzzle bubble. tidak dalam bentuk portable game tapi dalam bentuk arcade atau lebih beken disebut ding-dong. hampir setiap hari pulang kuliah saya nongkrong di BIP, bersama teman-teman pecandu lainnya. mereka biasanya main game yang lain, entah king of fighters, daytona atau tembak-tembakan. sementara saya setia dengan permainan puzzle satu-satunya di arena ding-dong tsb. kadang saya main melawan sahabat sendiri yang menjelma jadi rival berat di permainan puzzle bubble , kadang dengan orang yang tak saya kenal. kecanduan akhirnya surut di tahun kedua, ketika para anggota gamers mulai dijuruskan ke studio yang berbeda, dengan konsekwensi jadwal jam pulang kuliah yang tak lagi sama.
saya tak tahu sampai kapan saya akan mencandu bermain zuma. 48 jam lewat sudah, dan saya masih bermain terus. nge-cek email tak lagi jadi hal yang pertama saya lakukan saat menyalakan komputer. pun sesaat menjelang tidur... saya harus bermain zuma! tapi... tak ada ibu disini, bukan berarti tak ada orang lain yang pusing. suami saya sudah 2 hari ini pasrah... laptopnya saya bajak [fyi zuma cuma bisa dimainkan di pc], dia ngecek email pake macintosh saya. tapi dia tak kehilangan akal... pagi ini saya bangun sendirian, seperti biasa dia sudah berangkat. masih mengantuk saya menyeret langkah ke ruang sebelah siap berperang zuma. sampai di sebelah saya bengong... laptopnya gak ada! saya cari di segala sudut, juga di ruang makan.. hasilnya nihil... laptop ternyata sudah dibawa pergi oleh pemiliknya.....
sakaaaauuuwwwwwwwwwwwww...!!!!
loucee said it on 2:05 PM
Monday, May 02, 2005
• hantu!
kemarin suami saya dan beberapa temannya pergi jalan-jalan nganter turis ke stirling castle yang berjarak 45 menit naik kereta dari glasgow. pulangnya bawa oleh-oleh berupa photo hantu! [silahkan cari hantunya di sebelah kanan bawah pada photo di samping]
tenang... ini bukan photo hasil bidikan suami, melainkan sebuah photo yang dipajang di museum stirling castle hasil bidikan seorang architectural photographer beberapa tahun lampau yang gak sengaja memotret hantu di salah satu sudut castle. menurut keterangan, si photographer yakin betul bahwa pada saat memotret ia sendirian, dan tidak ada satu orangpun di sekitar main gate tempat photo tsb dibidik. image hantu pria yang terlihat memakai highland dress itu baru muncul setelah photo tsb diproses kemudian. spooky? indeed...
sebelum tinggal di scotland, saya pikir cuma orang indonesia saja yang obsessed dengan hal-hal yang berbau hantu, roh, dan teman-temannya. tapi begitu menginjakkan kaki disini, saya baru tahu ternyata orang scotland mempunyai minat yang tak jauh berbeda. jika anda jalan-jalan di scotland, terutama mengunjungi tempat-tempat tua semacam castle, pasti akan selalu ada kisah hantu terselip disana [silahkan cek surat kabar online the scotsman yang punya info tempat-tempat berhantu di scotland]. di edinburgh malah ada ghost tour yang menjual jasa antar turis ke tempat-tempat di bagian old city edinburgh yang dipercaya menyimpan arwah gentayangan ketika siang berganti malam.
saya sendiri tidak telalu tertarik untuk berpartisipasi dalam wisata hantu karena sejujurnya... saya penakut! biarpun saya gak pernah melihat hantu plek-plekan dengan mata kepala sendiri [kalo mendengar, atau melihat sekilas sih.. pernah], saya tetep ketakutan. mungkin ini akibat gak sengaja melihat sosok suzanna jadi kuntil anak di tv waktu saya masih kecil. traumanya boleh dibilang sampai sekarang.
kembali lagi ke masalah hantu di scotland yang dijadikan objek bisnis oleh manusia , saya pikir indonesia juga punya potensi yang sama besarnya. mungkin malah bisa lebih dahsyat lagi mengingat [katanya] hantu indonesia tampilannya lebih serem dibanding hantu bule [kaya suzanna...hiiii!!!]. di jakarta saja sudah ada beberapa tempat yang dikabarkan berhantu, mulai dari jembatan ancol, museum fatahillah, ui salemba, jeruk purut, bahkan juga almamater saya di seberang pasar baru. ini benar-benar prospek bisnis yang sangat bagus! untuk para pemberani tentunya...
loucee said it on 1:42 AM




ARCHIVES
- February 2004
- March 2004
- April 2004
- May 2004
- June 2004
- July 2004
- August 2004
- September 2004
- October 2004
- November 2004
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- August 2007


