human - blog

Wednesday, November 30, 2005

• john dari california

di suatu sore yang dingin, sendiri saya bergegas keluar dari pintu utama apartemen. berdandan chic dengan rambut kuncir, anting panjang menjuntai, jaket hijau ketat, dark indigo jeans dan sepasang sepatu berhak andalan berujung lancip. sore itu saya ada janji makan malam dengan beberapa orang teman di Paris.

baru saja berjalan 10 langkah ke arah stasiun kereta, saya melihat di kejauhan seorang pria kurus setengah baya mengenakan jaket lusuh menghampiri dari arah seberang jalan. saya tak memperlambat langkah. sebaliknya malah mempercepat dan segera memasang earphone di kedua telinga.

10, 15 hingga 20 detik berikutnya... saya tetap berjalan cepat menatap lurus ke depan. sampai tiba-tiba pria berjaket lusuh tersebut mensejajarkan langkah, melambai-lambaikan tangannya di depan saya dan tersenyum... menyeringai.

"oui?" saya melepas earphone.
"bla..bla..bla.. bli..bli..bli..." dia menjawab, masih sambil menyeringai.
"sorry monsieur. i don't know what you are talking about. i don't speak french!" ujar saya sambil bersiap-siap jalan cepat lagi.
"aaaa... so you speak english, oui?" katanya dalam bahasa inggris dengan aksen perancis yang kental sambil tiba-tiba memotong jalan saya.
"uhmm... yesss..." saya berhenti.
"great! i can speak english too... ha ha ha...!" dia tertawa.
"errr.. ok...." saya mulai berjalan menghindarinya sambil dalam hati berpikir.. ni orang maunya apa sih?
"where are you from?" tanyanya dengan penuh semangat.
"America." jawab saya asal sambil terus melangkah.
"America, haa?? i'm from America too!!"

'yeah right'.. kata saya dalam hati.

"where in America you are from?" ia bertanya lagi masih dengan menyeringai.
hhhhhhhh.... ampun.... "Minnesota!" jawab saya semakin asal.
"haaa... Minnesota, haa? i am from California! hahahahahaha...!"

wah... makin aneh ni orang...

"look, sir.." saya memotong tawanya... "i don't have much time right now. i have to catch my train. what do you want from me?" saya menghentikan langkah dan menatapnya agak kesal.
"oh.. nothing.. nothing..! i just think you are very exotic."
walah... semakin tidak penting.
"... and i want to be your friend. can i know your name?" katanya sambil kedip-kedip genit.
oh dear.... "ok! my name is susy!"
"susy? just susy? no last name?"
hmmpffff... "susy susanti!"
"oh great.. susy susanti from Minnesota. my name is john! john from California. it is nice to meet you!" ujarnya sambil mengulurkan tangan di hadapan saya.

sejenak saya memandang ragu uluran tangannya yang dekil. tapi demi untuk menyudahi perbincangan ajaib dengan orang aneh ini, saya ulurkan tangan juga... "nice to meet you too, john! and now will you please excuse me? i have a train to catch!"
masih dengan seringainya yang aneh, ia menjabat tangan saya eraaattttt dan lamaaaaa... sekali. sampai saya harus menarik-narik tangan supaya ia membiarkan saya pergi...
"bye bye susy susanti!!!!" katanya sesaat setelah saya berhasil melepaskan diri.


******

beberapa hari kemudian...
saya berjalan pulang dari supermarket dengan tangan penuh kantong belanjaan. tepat 100 meter dari rumah, saya melihat dari kejauhan...OH NO! die lagiii!!.. 'john dari california'! masih dengan jaket lusuh yang sama sedang berdiri dibawah lampu jalan. bergegas saya langsung mempercepat langkah, memakai tudung jaket, menundukkan muka dan berharap dia tak melihat kedatangan saya.

"OOOOOHHH!!! MADAMMMMMEEEEEEEE!!! bla.. bla..bla.. bla..bla... bli.. bli.. bli.. bla bli bla bliiii.... UAUAUAUAAUAAAAAA.. bla..bla.. bli...bli...!!!" sekonyong-konyong john menghampiri saya sambil mengerang-ngerang dalam bahasa perancis.

wah! gila ni orang!!
sambil tetap menyembunyikan wajah, saya berjalan semakin cepat dan semakin cepat berusaha menghindar.

john masih berteriak mengerang-ngerang, tapi kali ini sambil mondar-mandir mengitari saya yang juga masih berjalan dengan kecepatan gigi 4. teringat kata-kata penting dalam bahasa perancis yang diajarkan laurent kalau ketemu orang aneh. bunyinya seharusnya... 'laissez-moi tranquille'... which means 'leave me alooneeee!' tapi..... saya lupa! saya cuma ingat buntutnya. sehingga saya pun cuma bisa berteriak antara panik dan kesal... "TRANGKIL!! wooy.. TRANGKILLL!!" sambil berjalan semakin cepat.

teriakan gak jelas dari saya rupanya ampuh juga. john berhenti mengitari, dan membiarkan saya berjalan terus. tapi saya masih bisa mendengar erangan-erangan bahasa perancisnya dengan jelas dari arah belakang, sampai jarak saya cuma tinggal beberapa meter dari pintu apartemen.

duh! gawat! jangan-jangan saya masih dibuntuti! kalo dia sampe tau rumah saya dimana. besok-besok ditongkrongin pula di depan pintu.

saya lalu berjalan menjauh dari pintu apartemen. menghampiri deretan mobil yang terparkir di jalan depan apartemen. sambil berusaha membuat gaya se-cool mungkin, saya menyelinap diantara dua mobil, berlagak mau menyeberang jalan, dan menoleh ke samping... ke arah datangnya suara erangan john.

ia ternyata cuma berada sekitar 10 meter dari tempat saya berdiri. tapi kelihatan sedang sibuk sendiri. sambil mengerang-ngerang, dia berjalan berputar-putar, kedua tangannya terangkat, kepalanya menengadah, lalu berteriak-teriak, merintih-rintih... menangis-nangis.

oke deh, oom! i don't know what you are doing there... tapi sepertinya oom sudah asyik sendiri. GOOD!! secepat kilat, saya langsung berlari masuk pintu apartemen. *phewwww*


*****

2 bulan berlalu sudah, sejak minggu dimana saya 'berkenalan' dengan seorang john. hari ini, ketika bangun pagi dan membuka tirai jendela kamar tidur, saya melihatnya lagi! john dari california, masih dengan jaket lusuhnya berdiri di depan video store tepat di seberang apartemen saya!

WAKKSS!! matek aku!
refleks saya langsung menutup tirai, tapi kemudian dengan gerakan super hati-hati mengintip kembali dari balik tirai.

terlihatlah dengan jelas semua gerak-geriknya. 'john dari california' memang officially GILA! ia asyik tertawa-tawa sendiri, mondar-mandir ke sana kemari. tiang lampu jalan yang berdiri tepat di depan video store ia ajak bicara, kadang ia peluk, ia belai, lalu ia tendang. DHUERR!! beberapa orang yang melewatinya juga tak luput menjadi objek penderita. seekor anjing yang melintas bersama seorang nenek ia gongong dengan membabi buta sampai ketakutan. membuat si nenek terseok-seok berjalan tunggang langgang. seorang gadis yang lewat sendirian juga sempat menjadi korban. john langsung berlutut takzim di depannya saat sang gadis yang malang itu lewat. mungkin dia tiba-tiba terinspirasi jadi romeo. wong edan! [<- literally!]

saya lalu menutup tirai jendela. i've seen enough. and i've understood enough. 2 bulan yang lalu saya baru saja menjabat erat tangan ORANG GILA. mudah-mudahan penyakit gila tidak menular melalui jabat tangan. sebab kalau tidak saya tak pernah tau siapa yang sebenarnya lebih sarap. 'jhon dari california' atau 'susy susanti dari minnesota'. :)


loucee said it on 12:22 AM




Sunday, November 27, 2005

• the Visa story

kadang saya sering menyesali nasib sebagai warga negara indonesia, karena setiap bepergian ke luar negeri, saya wajib apply visa. ya! meskipun saya sudah menikah dengan seorang WNA, paspor saya masih bersampul hijau dan tertulis Republik Indonesia.





dari embassy manapun, proses untuk apply visa selalu membuat saya deg-degan. layaknya mau menghadapi ujian keesokan harinya, semalam sebelumnya saya pasti susah tidur dan khawatir berlebihan. pertanyaan di otak saya hanya satu... "dapet gak.. ya?"

khawatir berlebihan seperti ini, mungkin banget disebabkan karena cerita pengalaman dari banyak orang indonesia yang mencoba apply visa di kedutaan Amerika atau negara-negara Eropa. katanya susah. katanya banyak yang ditolak, dan 'katanya-katanya' yang lain lagi. padahal dari pengalaman pribadi apply visa di berbagai embassy, saya hanya pernah mengalami ditolak 1 kali. visa untuk ke Australia waktu saya masih SMA. alasan yang mereka bilang pada waktu itu adalah saya dinilai tidak cukup meyakinkan untuk bisa pergi ke sana sendirian, karena paspor saya yang baru saja diganti masih bersih tanpa stiker visa maupun cap imigrasi. menyebalkan!!

beberapa hari yang lalu, saya baru saja apply visa di British Embassy, Paris. ini adalah pengalaman ke-3 saya apply visa di kedutaan asing di luar indonesia. seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya apa yang saya alami selalu berbeda dibanding saat apply visa di indonesia.

perbedaan pertama yang paling mencolok adalah.. tentu saja orang-orang yang datang untuk apply. di indonesia, most likely saya cuma ketemu sesama orang indonesia. sementara di new york dan paris, saya bertemu dengan applicant dari berbagai bangsa lain. nah, saat itu kelihatan deh... bangsa-bangsa mana saja yang senasib dengan saya. mereka adalah penduduk yang berasal dari negara dunia ke-3 yang didominasi oleh orang-orang berkulit kuning, coklat dan hitam. kadang saya suka merasa sebal dan pahit sih menyadari kenyataan bahwa... dunia memang tidak adil dan sarat diskriminasi! *grrbbbllll*

perbedaan kedua adalah pada saat para applicant sama-sama menunggu untuk dipanggil ke loket. dari berbelas-belas kali apply visa di indonesia, saya selalu menemukan orang-orang tak dikenal yang bisa langsung sok akrab dan hobby banget bertanya. kebanyakan pertanyaannya adalah... "mau ngapain mbak, ke sana? liburan ya? atau sekolah?" atau... "udah berapa kali mbak, apply visa?" yang seperti ini kalau saya jawab.. "oh, baru sekarang..." biasanya akan disambung dengan si orang yang sok akrab tadi... "wahh.. susah lho, mbak dapetnya!" lalu kemudian diikuti dengan kisah-kisah horor dari yang bersangkutan maupun orang yang dikenalnya yang pernah ditolak visa. saya yang biasanya sudah nervous, jadi semakin cemas kwadrat. sementara kalau apply visa di luar indonesia, obrolan-obrolan macam begini biasanya jarang sekali terjadi. people are just minding their own business. kalaupun ada yang sok akrab, ceritanya bukan tentang kegagalan dapet visa. tapi lebih ke topik-topik umum seperti weather dan gosip politik.

perbedaan ketiga adalah para petugas kedutaannya. hampir seluruh petugas kedutaan asing di indonesia yang pernah melayani saya di visa section itu.. uhmmm... galak! pernah juga sih dapet yang baik dan murah senyum. tapi kebanyakan... cih! minta disetrum! dari pengamatan pribadi, saya melihat para petugas ini merasa berkuasa penuh atas nasib applicant. well.. it's true, though. tapi ya gak usah galak dong, jek! para petugas visa di kedutaan asing luar negeri juga punya tugas yang sama. tapi sejauh ini saya selalu di-treat dengan full respect. mereka akan melayani dengan penuh senyum. kalau ada dokumen yang kurang jelas, mereka akan bertanya baik-baik. dan tidak membuat komentar-komentar menghakimi bernada curiga... "mau ngapain lo di negara gue?"

perbedaan keempat, masih dari para petugas, adalah kadar ketegasannya. saya pernah menyaksikan seorang applicant di kedutaan amerika, jakarta ditolak mentah-mentah aplikasinya karena pas photo yang seharusnya cuma boleh ditempel dengan klip atau staples, dia tempel pake lem! buset! itu baru masalah pas photo doang. belum lagi kalo ada applicant yang tidak membawa dokumen yang sesuai. pasti langsung disuruh balik lagi bikin appointment baru. sementara pengalaman saya waktu apply visa European Dependent untuk masuk UK di new york dimana seharusnya saya membawa photocopy paspor suami yang sudah dilegitimasi tapi ternyata legitimasinya gak sah, petugasnya masih bisa menerima dokumen substitusi lain. selembar surat nikah dari kedutaan perancis.

sebenarnya apa yang membuat permohonan visa ditolak?
semua orang yang sering cemas waktu apply visa pasti pernah memiliki pertanyaan yang sama. nah, tempo hari... waktu apply Visa EEA Family Permit di kedutaan Inggris, saya mendapat sedikit pencerahan.

kebetulan petugas yang melayani saya di loket visa adalah seorang petugas senior yang sedang memberikan training ke seorang juniornya. sang junior berdiri disamping senior sementara ia melayani aplikasi saya. setiap pertanyaan yang si senior tanyakan pada saya, dijelaskan kembali kepada sang junior alasan dan latar belakang mengapa ia menanyakan hal-hal tsb kepada saya sebagai seorang applicant. tentu saja, saya jadi ikutan nguping juga.. hehe... :P kapan lage? akika juga pengen tau dong, ah...

berikut adalah summarynya:

1. pertanyaan pembuka dari petugas adalah:
"apakah anda adalah seorang imigran yang memiliki dokumen yang sah untuk tingal di Perancis?"

penjelasan si senior kepada juniornya:
kedutaan inggris di Perancis [and i guess.. kedutaan manapun di negara lain] hanya bisa melayani permohonan visa kalau si applicant adalah residence yang sah dari negara ybs. kalau status si applicant adalah turis, ya gak bisa.

saat itu saya jawab.. "yes, saya punya dokumen yang sah untuk tinggal di Perancis."
petugas bertanya lagi.. "buktinya apa?"
saya jawab... "ini kartu bujur saya!"

2. pertanyaan dari petugas:
"apa maksud dan tujuan anda pergi ke inggris?"

penjelasan si senior kepada juniornya:
jawaban dari applicant soal ini jadi penting sekali untuk menentukan jenis visa dan dokumen pendukung yang harus diperlihatkan kemudian.

saat itu saya jawab..."suami saya, seorang warga negara Perancis, mendapat pekerjaan di Newcastle, UK. dia harus mulai bekerja bulan january. tapi kami mau mengunjungi Newcastle tanggal 1 December untuk cari apartment.
petugas merespon..." saya butuh bukti untuk mendukung pernyataan anda. saya mau lihat paspor suami anda, livret de famile [buku nikah], dan surat kontrak pekerjaan suami anda yang sudah ditandatangani."
saya kemudian menyerahkan semua dokumen kepada petugas, dan ia menyambung lagi... "berarti anda apply visa EEA Family Permit, bukan?"
saya mengangguk.

3. pertanyaan dari petugas:
"berapa lama anda akan tinggal di inggris?"

penjelasan si senior kepada juniornya:
keterangan ini penting untuk menentukan durasi berlakunya visa yang akan diberikan.

saya menjawab... "paling tidak 5 tahun."
petugas menjawab lagi, "berarti anda akan menjadi residence di inggris... hmm.. OK! anda akan saya berikan visa yang berlaku untuk 6 bulan. sesampainya disana, anda harus apply untuk Residency Card yang berlaku untuk 4 tahun. Residency Card ini bisa anda perpanjang setiap masa berlakunya habis."

... and that was the kind of Visa i got. Visa EEA Family Permit yang berlaku sampai 6 bulan kedepan. bisa digunakan untuk multiply entry, dan juga memberikan saya persamaan hak dengan warga Uni-Eropa lainnya, meskipun saya masih berstatus warga negara Republik Indonesia.

dari proses diatas, kedengarannya memang mudah sekali untuk mendapatan visa. tapi kemudian banyak faktor lain yang menjadi pertimbangan seseorang untuk layak dikabulkan permohonan visanya. si senior kemudian menjelaskan kepada juniornya...

pertama, dokumen yang ditunjukkan tentu saja harus sah dan dijamin keasliannya. sering ada kejadian dimana dokumennya ternyata aspal alias asli tapi tepuuu... disini petugas harus benar-benar jeli untuk melihat. kalau perlu dicek ulang dengan pihak yang mengeluarkan dokumen.

kedua, latar belakang dari si applicant sendiri. dari negara mana ia berasal? status keluarga? pernahkah atau seberapa sering ia berada di luar negeri? kalau sering, apa tujuannya? kalau sudah menjadi residence, berapa lama ia sudah menjadi residence. apa profesinya? untuk yang terakhir, karena saat itu saya mencantumkan 'housewife' di kolom profesi, tentu jadi lebih memudahkan proses, karena petugas jadi tak perlu repot mengecek informasi tempat kerja, dan sejenisnya.

ketiga, adalah faktor KEPERCAYAAN! ya! mengabulkan permohonan visa juga mau tak mau memberikan 'beban' tersendiri bagi si petugas. karena petugas harus bisa yakin bahwa applicant tidak akan menyalahgunakan visa nya kelak. dan yang terpenting adalah... petugas harus yakin dan percaya bahwa applicant akan KEMBALI KE NEGARANYA sendiri sebelum masa berlaku visanya habis. nah, untuk bisa yakin, interview face to face menjadi cara yang paling efektif. karena pada saat itulah petugas bisa melihat dan menilai sendiri bentuk dan wujud si applicant. bagaimana cara ia membawakan diri. bagaimana cara ia bereaksi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, dsb. kalau jawaban-jawaban si applicant ternyata banyak yang plin-plan dan gak konsisten... ya, sulit bagi mereka untuk bisa percaya. alhasil kemungkinan ditolak pun jadi semakin besar.

saya tak tahu, apakah para petugas visa di kedutaan asing di indonesia juga memiliki pertimbangan yang sama seperti si petugas senior kedutaan inggris yang melayani saya tempo hari atau tidak. mungkin saja ada persamaannya, tapi sepertinya setiap kedutaan punya kebijaksanaan yang lain satu sama lain sesuai dengan asal kedutaan dan di negara mana kedutaan tsb berada. yang jelas saya lebih banyak melihat pemandangan saling bersitegang antara petugas dan applicant di kedutaan asing di indonesia. entah si petugasnya yang marah-marah, atau si applicant nya yang bereaksi dari ngemis-ngemis sampai ngomel-ngomel. sementara di luar negeri suasananya relatif lebih tenang dan santai.


mungkin anda punya pengalaman lain waktu apply visa? silahkan lho... saya tunggu bagi-bagi ceritanya...


loucee said it on 7:15 PM




Friday, November 25, 2005

• destination: Newcastle!

hampir 5 tahun sudah saya meninggalkan kampung halaman. since then, New York City, Glasgow dan kemudian Paris berturut-turut menjadi tempat tinggal saya. selama 21 bulan terakhir, blog ini juga turut berganti chapternya, mencatat petulangan saya hilir mudik sebagai petugas ronda samudra atlantik.

dan sekarang...
just when i thought that the chapter would be stuck in the land of baguette untuk selama-lamanya. raden kangmas suami saya yang gantengnya cuma kalah dari brad pitt, mendapat pekerjaan baru di negeri lain. 6 minggu dari hari ini, kami berdua akan terbang lagi ke kampung halaman Queen Elizabeth of England. dengan kota tujuan... NEWCASTLE! jejenggg!!!





sampai hari ini saya tak tahu apapun tentang Newcastle, kecuali tim sepak bolanya, Newcastle United, yang sering saya baca di halaman koran olah raga. fakta ini jadi tak terlalu penting berhubung saya bukan penggemar bola.

kabar burung mengatakan bahwa udara di Newcastle lebih dingin dari Paris, sering hujan rintik-rintik... layaknya cuaca di daratan inggris yang selalu didominasi warna kelabu. kedengarannya mungkin memang tak terlalu menjanjikan. terutama bagi pecinta langit biru seperti saya. tapi... unlike Glasgow chapter yang sukses membuat saya depresi berat, this time... i'll have to work it out since Newcastle will be our new hometown for at least in the next 5 years.

in the mean time...
saya harus melakukan banyak hal dalam waktu yang tersisa disini . salah satunya, yang tak terelakkan lagi adalah... saying goodbye to Paris. *huuuuuhuhuhuhu...* yes.. yes.. without doubt, meskipun cinta saya ke Paris belum sedalam cinta saya ke bumi apel besar. Paris telah menjadi salah satu tempat paling berkesan dalam hidup saya sebagai modern gypsy. saya pasti akan merindukan sekali menyusuri jalan-jalan kota yang cantik ini, mendengarkan orang-orang berbicara dalam bahasa planet, mengendus bau croissant dari oven boulangerie, atau terngiler-ngiler menonton jejeran poulet roti, keju, pate dan saucisson di pasar tradisional. singkatnya, meski sering lost in translation, i actually have found a new home in here.

but.. life goes on, doesn't it? c'est la vie kata orang perancis.
saya tak ingin terjebak jadi gadis menye-menye, seperti saat saya patah hati meninggalkan Manhattan. sepahit apapun pindah dari Paris, saya tetap menantikan untuk meneruskan petualangan di tempat baru bersama suami. i'm sure there will be many more stories to tell from the new land. different stories, but same excitements! after all... saya percaya, bahwa hidup ini menarik, karena kita sendiri yang membuatnya jadi lebih menarik. so... no worries... i'm packing up my things again, and... NEWCASTLE.. be prepareeeee!!! your mama is coming to town!! hakhakhak... :D


ps: saya sedang mencari teman indonesia yang tinggal di Newcastle. if you know anybody or maybe you are the one who are living in the city, jangan ragu untuk contact saya... ma'aciih! :)


loucee said it on 2:15 AM




Tuesday, November 22, 2005

• Bordeaux... c'est BEAU!!

orang perancis dan wine mungkin dapat dikatakan sama perbandingannya dengan orang indonesia dan teh botol. keduanya sama-sama tak terpisahkan... :) lucky for us, minggu lalu kami mendapat undangan dari seorang teman untuk berkunjung ke kota tempat ia tinggal. a city named... BORDEAUX, which also known as the world's wine capital.

Bordeaux adalah sebuah kota yang terletak di sebelah Barat Daya perancis. dari Paris, perjalanan ke Bordeaux dapat ditempuh dalam waktu 3 jam dengan menggunakan kereta api cepat perancis, TGV. kami menghabiskan waktu selama 4 hari disana. melihat-lihat pusat kotanya yang anggun , dan juga yang tak kalah penting dan paling dinanti-nantikan oleh alcoholista seperti saya adalah... wine tasting!!





Saint-Emilion. that is the name of a subregion yang menjadi salah satu daerah penghasil wine disana. terletak di sekitar 35 km Timur Laut kota Bordeaux, this medieval town stands proudly at the top of a hill overlooking the Dordogne Valley. surrounded by many beautiful chateau and 5400 ha vineyards yang menjadi habitat dari 822 winegrowers. kotanya sendiri [atau mungkin lebih tepat disebut.. desa] hanya memiliki luas 27 km persegi saja. jalan-jalannya terbuat dari batu, dengan lebar badan sempit dan tanjakan disana-sini. bangunan-bangunannya juga sangat kuno. kebanyakan dibangun sejak abad 8 Masehi. ada gereja, hotel de ville [semacam balai desa kali yak...], hotel, atau tempat tinggal yang lebih banyak berfungsi sebagai restoran atau toko wine, lengkap dengan gudang penyimpan anggur yang luas di bawah tanah.

tadinya kami mau melakukan wine tasting di salah satu chateau di kebun anggur yang banyak tersebar. tapi apa daya, november adalah waktu yang tidak tepat untuk melakukan tasting, karena kebanyakan chateau yang terbuka untuk umum beroperasi dengan waktu yang terbatas. summer is actually the best time to visit. tapi ini tidak menjadi masyalah. karena kami masih diberi kesempatan untuk melakukan wine tasting di salah satu toko wine di dalam desa Saint-Emilion.

now, tahukah anda tehnik mencicipi wine? i actually learnt a lot while doing it, dan... kira-kira beginilah caranya:

1. SEE IT!
begitu wine dituang ke dalam gelas wine, angkat batang gelasnya, dan miringkan sedikit kira-kira 30-45 derajat. cari background berwarna putih, bisa serbet atau taplak meja, dan lihatlah warna cairan wine yang berada di lapisan paling luar. jika warna yang terlihat muda, maka wine tersebut memiliki usia yang juga muda. jika warna yang terlihat gelap, maka wine tersebut memiliki usia lebih tua atau lebih mature.

2. SMELL IT!
masih dengan menggenggam batangnya, dekatkan bibir gelas ke hidung anda, dan hiruplah aromanya. bagi wine taster pemula seperti saya, mungkin agak sulit untuk menebak aroma apa yang terkandung dalam wine tersebut. seharusnya, it's a combination of many kinds of spices. bisa fruity [appley, berrylike, herbaceaous], oaky [smells like oak], spicy, etc.

3. SHAKE IT!
setelah menghirup aroma bagian pertama, now it's time to shake the wine glass dengan membuat gerakan berputar. gerakan ini, katanyaaa... akan membuat wine melepaskan beberapa zat dan menghasilkan aroma yang berbeda dari yang sebelumnya kita hirup. do it for about 3 seconds, lalu... smell the wine again! it should smells different now.

4. SIP IT!
selesai upacara mengendus, now comes the time to really tasting it. caranya... sruput wine sedikit... and WAIT! jangan langsung ditelan! taruh di rongga mulut, monyongkan bibir anda sedikit, dan beri oksigen dengan menarik udara sedikit ke dalam rongga mulut. gerakan ini mungkin akan menyebabkan anda terlihat kurang begitu anggun. but, don't worry! you are doing a wine tasting and nothing beats the coolness in you! hihi.. :P kalau perlu, pada saat anda melakukan ini, angkat salah satu alis dan perlihatkan mimik sedang berpikir kerasssss..... hmmm.. yeeahh... ugghh.... rasa apa ini? sembari menggulirkan cairan wine di seluruh bagian lidah anda to feel the complete taste of the wine.
setelah puas [dan mungkin juga pegel], baru telan wine tersebut, dannn... rasakan aroma aftertaste nya di mulut anda.

now, how do you know if a wine is good or not? saya sempat bertanya pada si monsieur yang mengajarkan wine tasting. by standard, wine yang bagus itu yang tidak barnyardy [smell of farm animals], tidak corked [tastes like cork], tidak didominasi rasa pahit, tidak didominasi rasa alkohol juga acid.

tapi dia bilang, masalah good or not itu tergantung selera. some people like wines that are fruity. some like wines that are chewy yang dideskripsikan as rich, heavy, tannic, and full-bodied. whatever that means... personally, saya menyukai wine yang gak pahit, gak asem, sedikit manis, ada rasa buahnya, dan bisa membuat saya pelan tapi pasti... tertawa bahagia terbang ke awang-awang. hehe...

di Bordeaux sendiri, selain wine tasting, anda juga pastinya bisa melihat dan membeli berbagai macam wine terkenal untuk menambah koleksi. beberapa yang asli diproduksi daerah ini adalah Cabernet Sauvignon, Cabernet Franc, dan Merlot untuk red wine. juga jenis Blanc, Semillion, dan Muscadelle untuk anggur putih. wine-wine ini diproduksi dari tahun urdu 1800-an sampai yang paling baru tahun 2004. harganya pun sangat bervariasi. dari yang cuma 5 Euro, sampai yang mencapai 3000 euro sajah per botolnya!

hari itu memang menjadi salah satu hari paling memabukkan dalam karier saya sebagai alcoholista. tidak hanya dikarenakan asupan cairan anggur yang tak berhenti mengalir dari waktu makan siang sampai makan malam. tapi juga karena keindahan Saint Emillion yang membius kalbu.

untung keesokan harinya saya gak mengalami hang-over. jadi kami bisa meneruskan sight-seeing ke daerah paling barat kota Bordeaux untuk melihat Dune du Pyla! binatang apakah ini? well... sebenarnya ini adalah gundukan pasir yang terletak di bibir pantai barat perancis yang berbatasan langsung dengan Samudra Atlantik. by description sih mungkin terdengar membosankan karena intinya memang cuma... gundukan pasir. but... by size... gundukan pasir ini sebenarnya adalah the highest sand dune in Europe!!! sooo.. it's huuuugeeeeeeeeee... and hiiiiigggggghhhhhh!! begitu tingginya, sampai saya yang pada dasarnya takut akan ketinggian langsung keringet dingin saat mendaki pasirnya. at some point, i thought i was in the ski station. but there was no ice! instead there was only sand. seperti di gurun! tapi dingin!.. hihi.. sungguh membingungkan! tapi saya tetap senang.. dan semangat untuk berphoto-ria. jika anda penasaran, silahkan tengok ke sini untuk hasil lengkapnya!



loucee said it on 11:30 PM




Friday, November 18, 2005

• IKLAN KELUARGA!

memperkenalkan dengan sumringah... Raden Ajeng Kanjeng Mbakyu Putri Fortuna binti Maimun. pendatang baru yang berhasil dijerumuskan kedalam gelapnya lembah dunia perblog-an. memiliki profesi aseli sebagai manusia terampil nan berbakat di balik gemerlapnya dunia fashion, dannn... juga seorang kakak yang cantik dari dua orang adik yang ajegile... rock n'roll!





ikuti kisah-kisah menarik yang tak kalah ajaib dari RAKMP Fortuna [kok, jadi kaya nama kapal laut?]. seperti... 'balada kisah seorang penari wannabe' atau 'pentingnya memelihara kesehatan telinga' juga yang terbaru... 'menjadi model buta dari gua kelelawar'.

sekali lagi... jangan sampai ketinggalan... dan mari kita sambut kakak kita...
MBAKYU FORTUNAAAAAAA!!!

*hadirin dimohon untuk tepuk tangan...*


loucee said it on 2:02 PM




Tuesday, November 15, 2005

• kebeles pipit

bermula dari sakit pinggang yang sudah sering saya rasakan sejak setahun belakangan. sakitnya hanya di satu titik... pinggang sebelah kanan agak ke belakang. rasanya nyeri. paling terasa saat bangun tidur di pagi hari. selama ini saya tak pernah ambil pusing. karena saya pikir... mungkin ini salah satu gejala penuaan. sebuah proses alami dimana muke boleh ABG, tapi bodi... tak kan pernah berdusta.

sayang semangat mengabaikan-rasa-sakit-sambil-berharap-nanti-juga-sembuh ini tak berlaku untuk suami saya yang sangat healthy freak. tanpa ampun saya diseret ke monsieur dokter untuk periksa kesehatan minggu lalu. hasilnya? saya diwajibkan melakukan serangkaian tes karena dicurigai ada yang tidak beres pada ginjal sebelah kanan.

ada 3 tes yang terjadwal selama 2 minggu mendatang. darah, urine dan hari ini... ultrasound scanning. tadinya saya pikir tes yang harus saya jalani hari ini hanya membutuhkan usaha berupa jalan kaki ke tempat tes, buka baju, tidur terlentang di meja dan membiarkan pinggang saya dibelai-belai alat scanning.

ternyata tidak.

3 jam sebelum tes, saya harus minum air putih minimal 1 liter. syarat ini mungkin terdengar sangat mudah. kalau saja tidak diimbuhi dengan kalimat lain yang berbunyi... "minumlah air putih sebanyak minimal 1 liter, selama 3 jam sebelumnya... dan anda dimohon untuk TIDAK BUANG AIR KECIL sampai tes selesai dilangsungkan."... now that's something... :(

semua orang tau bahwa menahan pipis itu tidak baik. buat saya, kalimat tersebut harus direvisi. karena menahan pipis itu bukan hanya tidak baik, tapi juga TIDAK NYAMAN! 3 jam aje, helllooooo??? kalo puasa minum sih kagak masyalah, tapi kalo selama itu harus minum air segentong, dalam udara paris menjelang winter??? oh.. la..laaaa... that could be one of the most devastated hours in life.

duduk...salah. berdiri... salah. jalan-jalan ke luar... salah. stay di rumah... salah. pokoknya semua serba salah!! mau ngapai-ngapain posisi tidak enak. pikiran tidak konsen karena hanya terbayang betapa nikmatnya menduduki kursi toilet dan mengeluarkan seluruh isi cairan disana. pasti sensasional sekali rasanya!


untung, 3 jam nan menyiksa tersebut berlalu dengan sukses tanpa ada insiden ngompol di celana. 15 menit sebelum tes dilakukan, saya ngibrit ke luar rumah. berjalan terseok-seok dengan rute zig-zag [karena memang susah melangkah dengan lurus dalam keadaan kebeles pipit] ke tempat tes. and.. just when you thought my misery was over as soon as i laid down on the scanning bed... here comes the real scanning part....

- perut saya diolesi gel yang dingin. [ingat... temperature dingin sangat berpotensi untuk memicu hasrat buang air kecil. apalagi jika hasrat tsb sudah demikian meluapnya]

- setelah diolesi gel, monsieur dokter memainkan alat scanner berbentuk palu dengan gagang pendek di perut. alat ini tidak hanya di tempel... tapi... DITEKAN-TEKAN... sodara-sodara!!! ditekan-tekan persis di tempat dimana air seliter lebih yang sudah saya minum 3 jam sebelumnya berkumpul dan bergejolak dengan dahsyatnya.

mammamia papabakpia...
saya tak tahu wajah saya sudah meringis berlipat-lipat seperti apa. origami burung perkutut aja lewat kaleee... sekuat tenaga saya berusaha menahan untuk tidak 'brojol' di tempat tidur. suami saya yang mendampingi pun hanya bisa menggenggam tangan saya sambil menenangkan... "hold it baby.. hold it.... it'll be over soon..." for a sec, i thought i was giving birth, but a reversible one. *sigh*

proses scanning part itu mungkin hanya berlangsung sebentar. tapi buat saya rasanya seperti se-abad. begitu selesai, saya langsung loncat dari tempat tidur, dan lari [untungnya tidak sampai terkencing-kencing] ke kamar kecil. as expected, i stayed there for a while... enjoying the most satisfying moment in the last 3 hours of my life. rasanya seperti baru saja memenangkan sebuah pertarungan panjang. a glorious golden moment i must say. yang kemudian terasa begitu lengkap saat monsieur dokter menyampaikan hasil scanning sekembalinya saya dari kamar kecil. "your kidney is fineeeeee!" katanya sambil tersenyum manis... :)


loucee said it on 1:10 AM




Friday, November 11, 2005

• daging kelinci

saya adalah pemangsa daging kelas kakap [lho? kok jadi ikan?]. iya! meksudnya, dari kecil saya sukaaaa sekali makan daging-dagingan. menu tanpa daging itu sama dengan tidak lengkap. jadi jangan traktir saya sepiring gado-gado, karena setelah itu saya pasti minta tambah menu lain yang ada dagingnya.

hari minggu adalah hari yang paling ditunggu-tunggu sejak saya bermukim di Versailles. mengapa oh mengapa? karena minggu adalah saat dimana pasar segede gaban di Versailles yang hanya berjarak 100 meter dari apartemen kami menjual berbagai macam makanan tradisional khas perancis. mulai dari keju, ham, pate, foie gras, saucisson, roti, olive oil, wine, sayur, buah, dan yang paling saya minati adalah berbagai pilihan daging-dagingan baik yang mentah maupun matang.

biasanya, untuk kategori yang terakhir, saya selalu membeli poulet roti alias ayam panggang, atau roti de porc alias oink-oink panggang di pasar. tapi minggu lalu, karena bosyan, saya pikir sudah saatnya untuk mencoba jenis daging lain yang dijual disana. laurent, yang kebetulan juga sudah mabok disuguhi poulet roti dan roti de porc saban minggu, memberi usul untuk kali ini mencoba.... lapin alias daging kelinci!

sepanjang hayat saya yang baru tujuhbelas tahun ini *ihik* , saya memang tak pernah mencoba daging kelinci. saya tau di jakarta ada tempat yang menjual sate kelinci. tapi, saya tak pernah berminat untuk mencoba. saya juga belum pernah melihat bentuknya, sampai kemudian saya lihat banyak dijual di pasar dalam berbagai versi. ada yang masih berbulu dijejer menggantung, ada yang sudah dikuliti tapi menyisakan matanya yang melotot dalam posisi kedua kaki depan dan belakang ditarik ke arah utara dan selatan, dan tentu saja ada yang sudah matang, tanpa kepala berwarna coklat keemasan.


secara teori, pemandangan yang tidak berperikehewanan ini seharusnya tidak akan berpengaruh pada kondisi jiwa saya yang carnivora sejati. saya tidak pernah terganggu melihat pemandangan hewan mati berjejer menggantung di kios pasar karena langsung membayangkan rasanya setelah diberi rempah-rempah, dipanggang lalu terhidang di meja makan. tapi ternyata... naluri carnivora saya langsung 'terganggu' ketika melihat bahwa deretan hewan mati itu adalah teman-temannya bugs bunny. rasanya gak tega gitu, lho. tapi saya gak bilang ke suami tentang kegundahan hati saya tsb, berhubung dari pagi, saya sudah berkoar-koar... "i'm gonna eat lapin for the first time in my life...!!"

hari itu, sepanjang perjalanan berputar-putar di pasar untuk mencari penjual daging yang sesuai hati, saya lebih banyak diam. suami saya sama sekali tak sadar bahwa saya sedang perang batin memikirkan...."bisakah saya memakan daging seekor makhluk yang lucu bernama kelinci?". sampai akhirnya kami berhenti di depan sebuah penjual daging yang lapaknya dipenuhi dengan jejeran kelinci mentah tanpa kulit bermata belo, dan kelinci matang tanpa kepala berwarna coklat keemasan.

suami: beli disini aja ya?
saya: mmmmm... terserah...
suami: monsieur... kelinci panggangnya satu, sil vous plait.
penjual: *menusuk salah satu kelinci panggang dengan garpu* mau utuh atau setengah?
suami: utuh atau setengah, sayang?
saya: mmmmm... setengah aja.
suami: ok! setengah aja, sil vous plait...
penjual: mau bagian depan atau belakang?
suami: bagian depan atau belakang, sayang?
saya: mmmmm... terserah
suami: yang belakang, monsieur.

dengan sigap, monsieur penjual mengambil gunting, menusuk bagian depan kelinci panggang yang badannya masih utuh tsb, dan menggunting perutnya... "kres.. kres... kres..."

.... diam-diam saya meringis....


---------------------------------------------------

setengah jam kemudian, bagian perut ke bawah kelinci panggang tsb sudah terhidang di meja makan sebagai menu utama makan siang.

"waaaa... this lapin looks very good!" ujar suami saya dengan mata berbinar-binar... "mau bagian yang mana, sayang?"
"mmm... yang mana aja deh. it doesn't matter" saya menjawab sambil mengalihkan pandangan ke piring kentang. dari ujung mata, saya bisa melihat gerakan tangan suami yang sedang memotong-motong daging kelinci, lalu menaruh beberapa di piring saya.

saya memandang potongan yang telah mendarat sempurna di piring saya sendiri dengan hati campur aduk.

"hmmmm... yummy!" katanya lagi, sesaat setelah memasukkan potongan pertama ke mulutnya.

saya masih terpana.

"heh! kok bengong?"
"eh.. uhmm... gak papa....."
"dimakan dong daging kelincinya! and tell me what you think" ujarnya sambil mengunyah.
saya mengambil potongan pertama, memasukkan ke dalam mulut dan.... "mmm.. rasanya seperti ayam."
"tapi gak sekering ayam, kan?" suami saya menimpali.

saya mengambil potongan kedua... "mmmm... seperti oink-oink juga.."
"tapi gak terlalu berlemak!"

saya mengambil potongan ketiga..."mmmm.... it tastes like... " dibenak saya perlahan muncul bayangan kelinci bermata belo, tanpa kulit berjejer di lapak.

"mau baguette?" tanya suami sambil menyodorkan keranjang roti.

saya masih terdiam, mengunyah perlahan sambil terus membayangkan adegan kelinci bermata belo tanpa kulit yang perlahan berubah menjadi berbulu tebal, menggemaskan... tapi menggantung-gantung dengan pasrah di pasar.

"tambah lagi?"

"OH DEAR GOD!! I CAN'T EAT THIS LAPIN!!!!" secepat kilat saya meletakkan garpu, mengambil serbet dan mengeluarkan isi mulut.
"lhoo?? kenapa? enak kann? apa saya ngasih bagian yang belum mateng ke kamu?"
"no..no... it's cooked. tapi saya gak bisa makan ini." saya meringis memandang gumpalan daging kelinci tak berbentuk yang sudah saya kunyah di piring.
"WHY?" suami saya memandang dengan tatapan bingung.
"oh, dear..... kalau saya bilang.... ini bakal jadi hal paling norak yang pernah saya bilang ke kamu...."
"ya? shoot me! after living with you for a while... i think i can handle another one... hehe..."
"uugghh!!! saya gak tega. makhluk ini terlalu lucu untuk dimakan!!!"

"HAAA? kamu becanda kan?"
"NO! saya gak becanda. saya gak bisa makan daging kelinci, karena buat saya kelinci terlalu imut, terlalu lucu... terlalu menggemaskan untuk dimakan."
"you are kidding me... kamu kan gadis CARNIVORA! masa gak bisa makan kelinci?"
"saya bisa makan daging binatang lain, tapi tidak kelinci!"
"dan itu karena kelinci adalah binatang yang imut?"
"TEPAT!"
" dan ayam, oink-oink atau sapi termasuk dalam kategori yang tidak imut?"
"TEPAT!"
"masa siiihhh?? ayam kan lucu! oink-oink apa lagi...!"
"tapi ayam dan oink-oink kan gak bisa dibelai!"
"ah, bisa aja... kalo mau."
"tapi kamu gak pernah kan liat ada orang membelai ayam atau oink-oink? sementara kelinci itu sangat lovable, bisa dibelai... dan....aaahh... pokoknya binatang itu menggemaskan... and i just can't eat it!!"

"geezz... ok, deh! kelinci panggangnya buat saya aja!"
"silahkan!"
"jadi kamu makan apa dong?"
"kentang aja."
"jadi vegetarian, nih sekarang?"
"hell no! oh... well.... only for this lunch."
"wah, gak konsisten nih jadi gadis carnivoranya."
"biarin! at least saya udah pernah nyoba daging kelinci. dan ternyata memang gak bisa."
"jadi kamu bakal jadi gadis carnivora yang cuma makan daging ayam, oink-oink dan sapi aja? wah... nggak total dong!"
"biarin! selama bukan kelinci..... BUT... you know what?... saya sudah punya rencana mau nyoba jenis daging lain."
"which is.....?"
"daging KUDA! yak! saya mau nyoba daging kuda... SOON!! mark your agenda. next week kita beli daging kuda panggang!"
"oke dehh... kayanya saya pernah liat tukang jual daging kuda di pasar."
"really..?
"OUI... tapi untuk jaga-jaga, kita beli roti de porc juga deh ya... supaya kamu gak kelaperan..."
"DEAL!! that's actually A GOOD IDEA!!" *phewww...* :(


loucee said it on 2:29 PM




Monday, November 07, 2005

• kerusuhan itu...

dering telephone dari ayah membangungkan tidur lelap saya pagi ini. beliau bertanya... "are you okay?" well.. i guess it's a necessary procedure when you know your daughter is living faraway from home, di sebuah negara yang sedang dilanda kerusuhan.

the answer to that simple question is... "of course i'm okay." saya dan suami tinggal di daerah yang relatif aman, di suburb sebelah barat Paris yang tenang dimana mayoritas penghuninya adalah masyarakat kulit putih dan jumlah penduduk imigrannya mungkin hanya saya seorang... ;)

Versailles yang cantik dan anggun memang banyak dihuni oleh kaum ningrat perancis. kondisi kota ini boleh dibilang agak berbeda dari banyak banlieu atau suburb lain di sekitar kota Paris yang mayoritas dihuni oleh kaum kelas pekerja atau imigran. luasnya sekitar 1/4 kota Paris dengan jumlah penduduk hanya 90.000 orang. this city is so peaceful and secluded, that you wouldn't even aware if there's any riot happening on the outskirts of Versailles... like in Trappes.





Trappes adalah sebuah banlieu di sebelah barat Versailles. this is the area where i suppose to start my french class 2 weeks ago. jaraknya sekitar 45 menit naik bis dari pusat kota Versailles. secara jarak tidak jauh. tapi secara kondisi... it's like a different world there.

mayoritas penduduk kota Trappes adalah imigran dari negara-negara arab dan afrika dari kelas bawah. sepintas, keadaan disana mengingatkan saya pada daerah Bronx di apel besar. french hommies are everywhere lengkap dengan kostum rapper dan bling-bling, juga project buildings yang beberapa diantaranya terlihat kumuh, termasuk gedung tempat kelas perancis saya diadakan.

ketika menghantar saya kesana, laurent cukup khawatir juga untuk melepas istrinya belajar bahasa perancis sendirian di sana. you don't have to be a genius to sense if the place is safe or not. but, this class is a free class for immigrants to learn french yang diselenggarakan oleh pemerintah perancis. saat mendaftar di OMI tempo hari, saya diminta untuk mengambil kelas di Trappes karena memang paling dekat dari Versailles yang sepi imigran. tapi, belum sempat saya memulai kelas, Trappes sudah keburu menjadi salah satu area yang dilanda kerusuhan. 27 bus terbakar disana.

as an immigrant myself, saya sendiri tak terlalu aware dengan maksud kerusuhan yang terjadi di perancis. mungkin karena saya belum lama menginjakkan kaki disini. berita mengatakan, selain karena matinya 2 orang pemuda imigran akibat kesetrum kabel listrik saat dikejar polisi, kerusuhan terjadi karena para pendatang terutama yang berasal dari negara-negara arab dan afrika merasa lelah dan muak dengan perlakuan pemerintah dan masyarakat asli perancis yang cenderung rasis. but, if that so... mengapa mereka malah menyerang daerah tempat tinggal sesama imigran lainnya? isn't that odd? secara teoritis, jika mereka muak dengan keadaan, seharusnya mereka menyerang daerah yang dihuni oleh penduduk asli perancis... like in Versailles. not in Trappes.

gosip mengatakan, bahwa kerusuhan ini memang sengaja disulut untuk menggoyang stabilitas negara perancis. ada lagi yang bilang untuk menurunkan kedudukan sang perdana menteri yang tidak disukai banyak orang. well... i know shit about this politic stuffs. jika pun masalahnya kembali pada permasalahan rasisme, sampai saat ini saya belum pernah mengalami perlakuan yang berbeda dari siapapun yang saya temui disini. is it because i'm an asian.. meaning not black or arab? i don't know. is it because i'm living in Versailles? seharusnya justru jika memang iya, saya sudah menjadi target kebencian tetangga-tetangga saya yang berkulit putih dari kemarin-kemarin. so... to me, this riot is still confusing...


loucee said it on 12:31 PM




• The Javanese Wedding Video Road Show

waktu menikah di jakarta kemarin, pihak keluarga suami yang datang hanya terdiri dari ayah dan ibunya saja. sooo... ketika akhirnya kami pulang kampung, mertua saya tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini untuk mempertunjukkan video kawinan kami yang sarat dengan upacara tradisional jawa tsb di setiap rumah keluarga Dambies dan teman dekat yang kami datangi. semacam Road Show lah! dan sambutannya pun sangat meriah! saya dan laurent dihujani dengan berbagai pertanyaan antusias juga komentar-komentar yang cukup ajaib dari saudara-saudara baru saya yang asli perancis ini. berikut beberapa petikannya...


tentang beskap jawa

penonton: wow... that's a very interesting costume.
laurent: yep! that's a javanese baret. terbuat dari kain batik
penonton: and the medal on your chest?
laurent: oh, those indonesians thought that i was in the vietnam war. you know... semacam penghargaan gitu lah.
penonton: eh, itu pake rok ya? bukan celana?
laurent: yep! susah jalannya.
penonton: is it really a skirt?
laurent: semacam kain panjang yang dililit ke badan.
penonton: it's still a skirt
laurent: no.. no.. itu kain panjang
penonton: still a skirt...
laurent: bukan! kain panjang!
penonton: still.. very feminine...
laurent: *sigh*
penonton:... like a drag queen..
saya: oh dear... :(


tentang konde dan paes

penonton: wow... the make up and hairstyle is really beautiful. you look very different in here.
saya: merci
penonton: it looks heavy though. apalagi hiasan rambutnya.
saya: ya memang berat. tapi itu belum seberapa dibanding riasan pengantin dari dearah lainnya di indonesia.
penonton: did you know that it'd be that heavy?
saya: kinda...
penonton: did you do some exercise before the wedding?
saya: errrr... no...
penonton: you must've had a very strong neck there. like Rambo.
saya: uhmm... yeah.. di jawa memang banyak Rambo
penonton: how did you put your hair on the forehead?
saya: oh itu bukan rambut. tapi dilukis.
penonton: interesting... reminds me of creatures from star trek.
saya: selama bukan Klingon, saya gak papa... *sigh*
penonton: what happened if the bride's hair is blonde? periasnya pasti punya cat selain warna hitam kan?
saya: wah... saya ndak tau...
penonton: otherwise.. pasti belang-belang.
saya: errr... di jawa gak ada zebra, mas...


tentang upacara injek telor

penonton: itu telurnya mateng atau mentah?
laurent: ya mentah lah! kalo gak kan susah nginjeknya.
penonton: kok telur ayam? kenapa gak telur bebek? kan lebih besar
saya: errr... i guess karena jumlah ayam di indonesia lebih banyak dibanding jumlah bebeknya... mungkin? *asal bratzz*
penonton: i thought di indonesia banyak burung onta. kenapa gak pake telur burung onta. pasti lebih mantap!
saya: oh dear... :(


tentang upacara nimbang

penonton: what the hell are you doing here?
laurent: ini upacara nimbang. jadi ceritanya waktu di pangku bapaknya loucee, si ibu nanya.. "berat yang mana, pak?" then he had to answer.. "sama beratnya, bu!"
saya: ya, itu tandanya laurent udah dianggap seperti anak sendiri sama bapak saya. jadi beratnya sama gitu lho...
penonton: very interesting... you are married to the daughter and you gotta sit on her daddy's lap?? that's... uhmm... kinky!
saya: *speechless*


tentang kostum siraman

laurent: see... begitu atasannya dibuka, keliatan kan kalo bawahannya itu kain.
penonton: i still see it as a skirt.
laurent: tapi itu kain! bukan rok!
penonton:... hmmm.. it reminds me of something though...
saya: i hope it's good.
penonton:.. oh i know... you look like OBELIX!!! ya.. yaa... the pants of OBELIX!!
saya: oh, gusti...






loucee said it on 2:40 AM




Thursday, November 03, 2005

• tarbes trip

sebelumnya... Selamat Hari Raya Idul Fitri dulu dong... mohon maaf lahir dan batin ya... terutama jika ada salah kata atau ucap disini... :) laluu... bagaimana perjalanan mudik anda? menyenangkan? atau malah melelahkan? apapun rasanya, saya tetap mendoakan semoga perjalanan anda tetap aman, tentram dan selamat sampai di tujuan.





seperti tak mau ketinggalan trend, sayapun minggu lalu juga ikutan 'mudik' lho! tidak ke tanah leluhur sendiri, tapi ke kampung halaman suami di selatan perancis sana. tentunya perjalanan pulang kampung ini bukan untuk merayakan lebaran, tapi memang untuk kenalan dengan anggota keluarga suami lainnya.

acaranya sendiri cukup standart, seperti... makan, minum wine, ketemu berbagai oma & opa, makan lagi, minum wine lagi, ketemu hewan ternak peliharaan oma & opa, makan terus, minum wine terus, melihat koleksi photo-photo lama oma & opa, dan seterusnya, dan seterusnya... jadi sebenarnya dapat disimpulkan bahwa perjalanan ini mengandung 4 kata kunci; makan, minum wine, oma dan opa. get it?

perjalanan ini adalah perjalanan saya ke-4 ke daerah pedesaan selatan perancis. 2 perjalanan pertama saya lakukan bersama keluarga saya sendiri. perjalanan ke-3 bersama laurent yang masih berstatus pacar, dan kemudian yang terakhir sebagai pasangan suami istri. tentunya di perjalanan ini acara tambahannya adalah mengenalkan saya sebagai anggota baru di keluarga besar Dambies.

dibanding keluarga besar saya di indonesia, tentu saja keluarga besar Dambies kalah pasukan dalam urusan jumlah. suami saya cuma punya 3 sepupu. jumlah oma & opanya lebih banyak dibanding jumlah generasi ke-3nya. gak heran pemerintah perancis sangat mendorong penduduknya untuk lebih giat beranak-pinak. bukti konkret menipisnya stok penduduk ternyata terjadi di keluarga suami sendiri.

selama acara perkenalan berlangsung, saya sendiri [seperti biasa] lebih banyak cengengesan karena keterbatasan bahasa. para oma dan opa tak bisa berbahasa inggris, dan saya cuma bisa bilang "ca va... ca va..." doang. padahal yang namanya perkenalan tentu melibatkan banyak sekali obrolan. idealnya, mereka bertanya, saya menjawab. tapi tidak disini. yang terjadi adalah... mereka mengobrol, dan saya mengunyah. suguhannya tak pernah berhenti mengalir. dari pate, saucisson, sosis, foie gras, apple pie, dan berbagai macam makanan tradisional perancis lainnya. semua home made, dan yang lebih berasa special lagi adalah... semua hasil kebun dan ternak sendiri. asyik, kan?

selain mengunyah, kegiatan saya yang lain disini adalah menjadi pendengar yang baik. lumajan melelahkan sih ya... berhubung saya cuma bisa mengerti 10% dari seluruh pembicaraan para oma dan opa. topik pembicaraannya sendiri gak jauh-jauh dari cerita masa lalu, harga tanah & rumah, hasil kebun dan ternak.... dan... kematian. yep.. yep! agak depressing memang. tapi itu resiko hang-out sama oma & opa yang sudah berumur diatas 80-an. suami saya saja yang mengerti 100% seluruh pembicaraan cuma sanggup terlibat di awal. selebihnya dia bergabung dengan saya untuk.... mengunyah. *sigh* kadang kalau kita berdua sudah bosan duduk sambil mengunyah, terciptalah permainan-permainan baru gak penting diantara kami, seperti... menghitung bulu tangan suami, menghitung freckles di pipi saya, atau cubit-cubitan di bawah meja supaya diantara kami tidak ada yang jatuh tertidur... zzz...zzz...zzzz....

selain ketemu oma & opa, kami berdua juga sempat mengunjungi beberapa teman lama suami di kota-kota kecil sekitarnya. yang ini... meskipun acara kunyah-mengunyahnya biasa aja, paling tidak saya bisa ngobrol dengan mereka dalam bahasa campur sari inggris dan perancis. so, it was fun. apalagi mereka juga senang bercanda mentertawakan ke-error-an bahasa diantara kami... :D hihihi... but it's a good way to learn lah. mudah-mudahan kalo balik lagi taun depan, bahasa perancis saya sudah lebih lumajan. jadi saya gak perlu takut menjadi kelebihan berat badan 1,5 kg akibat seminggu gak berhenti mengunyah seperti sekarang. *sigh*


NEXT STORY: laporan "The Javanese Wedding Video Road Show" in south of france!


loucee said it on 3:44 PM