human - blog

Thursday, December 29, 2005

• "france and the french" - a personal recap

saya yakin, jika suatu hari anda punya kesempatan tinggal di new york, anda tak akan mengalami 'culture shock' yang berarti disana. karena disadari atau tidak, orang indonesia sebenarnya sudah sering berkenalan dengan budaya new york [atau amerika in general] melalui tayangan acara TV dan film amerika yang menggempur negeri sendiri. sebut saja... mulai dari Friends, Seinfeld, Sex and The City sampai puluhan film layar lebar dengan setting new york lainnya. we, Indonesians, know them by heart, and living in new york could be a dejavu for us.

tapi cerita jadi lain ketika saya sebagai orang indonesia hidup [dan gak cuma jadi turis] di Paris. seperti seorang anak kecil yang baru belajar mengenal huruf dan angka, demikian juga cara saya belajar untuk mengenali tempat tinggal baru beserta kebiasaan-kebiasaan yang sama sekali asing.

bagi saya, Paris or France in general adalah sebuah negeri yang eksotis. begitu banyak hal tidak biasa, dan budaya baru yang saya pelajari disini. those things might be small, but still... fascinating for an alien like me. and since i've come to the end of my stay, i thought it'd be interesting to recap some and share them in here...


1. learn how to greet and kiss.

when meeting with friends and families French people kiss 2 times on each cheek [meski di beberapa daerah ada yang melakukan 3-4 kisses]. girls kiss girls, girls kiss boys and vice versa, but boys don't kiss boys kecuali teman dekat.

sebagai orang Indonesia yang pada umumnya melakukan kebiasaan yang sama, seharusnya hal ini tidak menjadi masalah. tapi saya sering 'tersandung' saat memberi salam karena saya terbiasa untuk mencium pipi KIRI terlebih dahulu, baru yang KANAN. which is kebalikan orang perancis. entah, apakah memang urutan kiri dulu baru kanan ini adalah kebiasaan orang indonesia secara umum atau cuma saya aja. yang jelas, insiden tabrakan hidung sering terjadi saat saya mengecup pipi teman-teman.


2. when in France speak French. if you can't... then at least TRY!

dulu saya beranggapan orang perancis di paris itu sombong dan jutek banget. apalagi kalo ditanya atau diajak ngomong pake bahasa inggris. i had many bad experiences because of this.

sebenarnya begini... mayoritas orang perancis, terutama mereka yang tinggal di Paris atau daerah padat turis, mengerti bahasa inggris yang standard. they don't necessarily speak english, but they can understand. however, french people are extremely proud of their language. sehingga ada hal-hal yang sering membuat mereka merasa 'terganggu' dan akhirnya jadi jutek / ogah untuk berusaha mengerti apa yang kita katakan dalam bahasa inggris. terutama ketika si pendatang tidak berusaha untuk mencoba berbicara dalam bahasa perancis terlebih dulu.

i know french is difficult, but... trust me! gestur sederhana seperti mengucapkan 'bonjour' dan 'excusez-moi' untuk mengawali kalimat bahasa inggris dari kita akan sangat dihargai. mereka juga bakal lebih senang untuk membantu kita sebagai orang asing. this has happened to me a lot. as you know, bahasa perancis saya sampai saat ini masih level pas-pasan [kalo gak mau dibilang sangat memalukan mengingat saya sudah tinggal disini selama 6 bulan]. sebelum menjelaskan sesuatu yang rumit, saya akan membuat semacam pemberitahuan.. "je ne parle pas francais... parlez-vous anglais?" setelah itu dijamin mereka akan lebih pengertian and willing to help the best they can.


3. learn [or not]... how to queue

Indonesia bukan satu-satunya negara yang tidak mengenal budaya antre. karena orang perancis pun bisa menjadi sangat barbar kalau harus antre. selama tinggal disini, berkali-kali-kali saya diserobot orang pada saat antre. yang paling sering adalah waktu antre di perfecture [kantor polisi & administrasi], pasar atau supermarket. oknum penyerobotnya bisa dari anak kecil sampe nenek-nenek. cara nyerobotnya pun juga sangat halus, hampir tak terlihat. tau-tau udah berdiri dengan anteng di depan kita sambil tersenyum manis tanpa dosa.

anehnya ada 1 tempat dimana orang perancis dengan tertibnya bisa antre. yaitu di boulangerie alias toko roti pada saat membeli baguette. for some reasons that i don't understand, they really respect the queue in this place.


4. mengeluh adalah hal yang biasa, dan protes adalah sebuah olah raga.

dulu, waktu masa pacaran dengan laurent masih seumur jagung, saya sering pusing. pasalnya, pacar saya itu kerjanya ngeluh melulu. naik subway ngeluh, nunggu tempat duduk di restoran ngeluh, nonton tv ngeluh. saya sampe pusing, dan hidup rasanya jadi berat karena setiap hal kecil pasti dia keluhkan.

tapi ketika sampe disini, saya jadi mengerti... orang perancis memang ternyata hobi mengeluh. hal pertama yang dibicarakan dengan teman adalah mengeluh tentang segala hal. bisa weather, bisa pekerjaan, bisa traffic.. you name it lah. it is part of their culture and in their blood. gak heran juga kalo di perancis sering terjadi 'aksi protes'. yang saya terjemahkan sebuah bentuk aksi mengeluh bersama dan kemudian dilanjutkan dengan aksi mogok bersama. disini strike rutin diadakan setiap bulan. setiap orang punya giliran.. bulan ini aksi protes dari golongan petani, bulan depan karyawan restoran, bulan depannya lagi pekerja metro dan kereta api. begitu terus sepanjang tahun. everybody knows this... and strike [un-officially] is acknowledge as the national sport of france.


5. speak softly please...

orang perancis sering mencibir cara orang amerika yang kalo ngomong di tempat umum volumenya bisa kenceng banget. menurut mereka ngomong dengan suara kenceng itu gak sopan dan tidak berbudaya. people speak softly here. dan saya pikir ini juga pengaruh dari bahasa perancis itu sendiri yang pada dasarnya lembut, mengalir, dan tidak indah kalau diucapkan sambil teriak-teriak.


6. air adalah sumber hidup.

ada gosip yang mengatakan bahwa orang perancis terkenal dengan jarang mandi. menurut saya mungkin ini ada benarnya. perancis adalah sebuah negara yang agak 'terbelakang' untuk urusan mandi.

umumnya orang perancis tidak mandi setiap hari, dan aroma tubuh dinilai sebagai sesuatu yang natural. di masa lalu, kebiasaan jarang mandi ini berawal dari anggapan bahwa air adalah sumber kehidupan. oleh karena itu harus dihargai dan gak boleh dibuang-buang seperti dipake mandi tiap hari. untuk mengatasi bau badan tak sedap, orang perancis lebih memilih menyemprot parfum ketimbang membuang 'sumber kehidupan' mereka. gak heran kalo industri parfum di perancis sampai saat ini paling maju dibanding negara lainnya.


7. the love for food.

food and eating are the most important things for the french. sebetulnya sama seperti orang indonesia, yak? ;) hehe.. tapi yang membuat orang indonesia sedikit berbeda dengan mereka adalah... french people really adore and respect their own food. berada di satu meja makan dengan mereka, akan terlihat betapa mereka tidak hanya menikmati rasanya, tapi juga menghormati every single piece of food on the table. layaknya sebuah seni, display yang cantik dari si makanan itu sendiri is a must. bahkan jika makanan disajikan sebatas untuk makan keluarga sehari-hari. i learn this from my in laws. di awal saya merasa mertua saya adalah tipe ibu rumah tangga yang kelebihan energi dan kreativitas sampe makanan pun dihias tiap hari. tapi ternyata... c'est normal en france. lambat laun, saya juga mulai ketularan menghias saat menghidangkan makanan untuk saya dan laurent di rumah.


8. makan pada waktunya.

menurut penelitian, ini adalah salah satu rahasia kenapa wanita perancis bisa tetep kurus meskipun makannya banyak. berbeda dari orang amerika yang hobi ngemil macem-macem di antara jam-jam makan, french people only eat during their meal times. mereka sangat disiplin dalam hal ini, termasuk suami saya yang sering protes kalau melihat istrinya ngemil macem-macem sebelum jam makan. hehe.. :)


9. the long hours at the table.

masih tentang makan, selain menepati jadwal orang perancis juga senang menghabiskan acara makan selama berjam-jam. expect long hours when you are invited to lunch or dinner by french people. dimulai dari menikmati aperitif, makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup, dsb... it can last for 4 hours straight karena acara makan juga diselingi ngobrol ngalor ngidul kesana kemari. meja makan adalah area 'nongkrong' favorit mereka.

bagi orang perancis, makan tidak hanya menjadi kegiatan mengisi perut, tapi sebuah hal yang harus dinikmati with full of joy. interaksi dengan sesama orang di meja makan juga menjadi hal penting yang harus dihormati. dan nonton TV sambil makan adalah sebuah dosa besar! only americans do that.. they said.


10. some random tips

just in case you have the chance to visit or live in paris [or france], tips-tips berikut mungkin akan sangat berguna:

- untuk menghindari dicuekin orang perancis, pelajari beberapa kata penting dalam bahasa mereka. the lists on the sideblog -> might be useful for you.

- pasang mata anda saat jalan kaki di sidewalks paris, kalau tak mau menginjak ranjau alias kotoran anjing. paris is very famous for this.

- jangan bete kalo ditolak supir taxi di paris yang sering seenak jidat nolak penumpang. they love to do that in here, and i hate them for this.. *grrbbll* triknya disini adalah, jangan bilang dulu tujuan anda kemana sebelum masuk taxi. instead, masuk taxi, tutup pintu, dan baru bilang supir kemana tujuan anda. kalau susah ngomongnya, tulis alamat lengkap di kertas dan sodorkan langsung ke supir.

- listrik disini mahal. jadi jangan panik kalo sedang 'pewe' di wc restoran, tiba-tiba lampunya mati sendiri. kebanyakan memang ada timernya. sama seperti sistem penerangan di lobi apartemen kebanyakan. jadi, begitu masuk lobi, cari tombol lampu orange yang bersinar seperti lampu tidur. pencet, dan biasanya lampu akan menyala selama 1 menit saja.

- saya tak tau apakah ini beneran atau cuma urban legend. tapi jika anda wanita berusia dibawah 85 tahun dan naik metro sendirian, jaga arah pandangan mata anda sendiri. berhati-hatilah kalau ingin curi-curi pandang terhadap lawan jenis. karena kalo sampe ketahuan... gestur ini bisa diartikan oleh pria perancis sebagai 'undangan' untuk berkenalan atau bahkan untuk meminta ciuman. kekekee.... ;P

a bientot!!!! ;)


loucee said it on 2:17 AM




Monday, December 26, 2005

• christmas with Les Dambies

tak ada pohon natal terpasang di apartemen kami berdua. tapi, ditengah kesibukan packing dan bekejar-kejaran dengan deadline pekerjaan, we still managed to let the spirit of christmas alive in our tiny home.

undangan dari beberapa teman sempat datang semalam sebelum hari berganti menjadi tanggal 25. ada yang mengajak makan malam bersama di rumahnya, ada yang mengajak mendengarkan choir misa tengah malam di Notre Dame, dan ada pula yang mengajak ke DESKOH! :D haha... but... laurent and i decided to spend the special evening quietly... at home. duduk berdekatan seperti kembar siam di bawah selimut, sambil menikmati "The Polar Express" dengan secangkir coklat panas di genggaman. yummy! ;)

the next morning, we woke up at 1pm! :D
still.. there's no other special extravaganza plan has been made for today.
kami menghabiskan [very late] brunch dengan menu 2 mangkuk kopi susu, dan il Panettone cake yang hanya muncul di supermarket saat musim natal. brunch juga diselingi dengan saling memberi cadeux yang sudah dua minggu terakhir ini kami sembunyikan di rumah [but i accidently found mine a couple days earlier while cleaning.. :D hehe]. saya memberinya tas kamera, dan dia menghadiahi 3 buah buku yang sudah lama saya incar; fiksi berjudul Merde Actually, panduan untuk memahami orang perancis dan hidup di perancis berjudul Savoir Flair [kinda late to read but i still love it anyway], dan self-tutorial untuk memahami trik-trik CSS.

setelah sesorean bermalas-malasan sambil membaca buku-buku baru, at 6 o'clock i was ready to perform... in the kitchen! tonight is the big christmas dinner just for the two us. menu sudah disusun sejak 2 hari sebelumnya. terdiri dari cheese wrapped in smoked salmon untuk makanan pembuka, salad dengan keju Roquefort, Poularde Farci alias daging ayam berisi foie gras dan apple pie sebagai pencuci mulut.

sounds 'advanced cooking', huh? hehehe...
tenang...don't get fooled by me, because... this is France, dahlin... dimana gourmet food bisa dinikmati tanpa harus bersusah payah membuat dari scratch. saya mendapatkan semuanya dari Mr. Picard. sebuah toko yang hanya menjual makanan beku siap saji... and a paradise for a housewife with limited cooking skills but still wants to make her husband's tummy happy like me!

it's almost 2 o'clock right now. christmas has just ended a few hours ago.
suami saya sudah pulas tertidur.. kekenyangan juga kelelahan setelah mencuci tumpukan piring, and yet... here i am... typing my blog while listening to Marilyn Monroe singing "Santa Baby". as soon as hitting the publish button, i will have to get back to work again...

JOYEUX NOEL everyone! and Thank You for all the wishes you sent to us... :)


~Santa Baby by Marilyn Monroe~


loucee said it on 2:00 AM




Wednesday, December 21, 2005

• Monsieur et Madame Docteur

salah satu hal menyenangkan menikahi warga negara perancis adalah saya berhak untuk dapet CARTE VITALE alias kartu asuransi kesehatan dari pemerintah perancis. dengan kartu ini, saya bisa jalan-jalan gratis ke dokter, cek-up sana sini, dan [kalau berani] juga boleh minta suntik sana-sini.

maka... untuk mempraktekkan asas 'ogah rugi', dua bulan terakhir ini saya pun sibuk mondar-mandir... sowan ke para tetangga yang buka praktek.

terus terang, ini adalah pengalaman pertama saya pergi ke dokter di luar negeri. dulu waktu tinggal di new york, saya sama sekali gak pernah mengunjungi dokter, berhubung kartu asuransi dari sekolah saya yang cupu berat dan tetap mengharuskan saya bayar konsultasi dokter. sebenernya syarat tsb menguntungkan saya juga sih... selama hampir 4 tahun tinggal di sana, saya jadi lebih religius! saban malam sabelum tidur saya jadi rajin berdoa memohon... "Tuhan... tolong jaga kesehatan saya. karena kalau sampe sakit saya gak mampu beli tinta printer..." ;) hihi...


adalah monsieur laurent yang mengajak saya untuk check up from head to toe begitu saya menerima carte vitale. dia juga yang menyusun jadwal pertemuan saya dengan para dokter. saya, yang pada dasarnya gak terlalu mikirin masalah kesehatan selama masih bisa jalan dan beli sepatu, tentu ya nurut-nurut aja digeret kesana-sini. besides tour de docteur ini ternyata banyak gunanya juga. selain jadi tau onderdil apa saja di tubuh saya yang perlu dikasih oli, saya juga jadi bisa kenalan dengan monsieur dan madame dokter perancis.


1. Monsieur Dokter Umum

saya diajak kesini karena perkara sakit pinggang. dokternya belum tua-tua amat dan gak bisa bahasa inggris. selama konsultasi, laurent yang menterjemahkan keluhan saya ke dalam bahasa perancis. sementara penjelasan dari dokter cuma bisa diterjemahkan sepotong-sepotong berhubung ngomongnya banyak bener dan ngebuuut kaya TGV. akhirnya selama konsultasi, mereka berdua lah yang jadi asyik ngerumpi sendiri membicarakan kesehatan saya yang malah sibuk menguap menahan kantuk di bangku pasien. *...zzz...zzzzzzz.....*


2. Madame Dokter Spesialis Radiologi [ <- thanks to raymo&d for the correction! ;)]

saya kesini karena hasil tes urine dan darah saya [regarding sakit pinggang di atas] ternyata normal. jadi si dokter umum menyarankan saya untuk rontgen tulang punggung. begitu hasil rontgennya keluar, kita berdua dipanggil ke ruangan Madame Dokter Rontgen yang gelap gulita dimana terdapat 1 buah lightbox gede di dindingnya. sampai sana, madame dokter cuma nyuruh kita masuk dan berdiri di belakangnya. sementara dia sendiri memandangi hasil rontgen di lightbox, dan mengomentari sambil merekam suaranya yang datar tanpa ekspresi dengan recorder kecil! tentu saja as always... saya ngga ngerti satu kalimat pun yang dia bilang. tapi... adegan ini mengingatkan saya akan film-film polisi yang ada ahli forensik mengomentari luka dan cacat dari seorang korban pembunuhan. bedanya, objek yang dikomentari saat itu adalah photo rontgen tulang belakang saya yang meliuk seperti huruf S. [mungkin dia pikir saya abis nelen ular kaleee.... hihi...]


3. Monsieur Dokter Mata

yang ini, dokternya masih sangat muda. tampangnya imut seperti anak kuliahan. sebenernya dia gak bisa bahasa inggris, tapi begitu tau saya gak bisa bahasa perancis, dia langsung semangat berusaha ngobrol dengan saya pake bahasa inggris. saya menghargai usahanya, but at the same time terbingung-bingung mengerti ocehan dan instruksinya. vocabnya ketuker-tuker, ditambah accent perancisnya yang kental, membuat semua kalimat yang dia bilang ke saya tetap menjadi sebuah misteri yang tak terpecahkan 'til the end of my visit.



4. Madame Dokter Ginekolog

saya senang sekali ke sini. madame dokternya sudah tua dan baiiiiiiiiiikkkkkkkkkk sekali. ruang kantor prakteknya juga baguuussss banget. didekorasi dengan gaya victorian yang penuh dengan furniture dan pernak-pernik antik. dia bisa bahasa inggris meskipun terpatah-patah. waktu tau saya berasal dari Indonesia, dia langsung semangat bercerita tentang perjalanannya ke pulau jawa, bali, sulawesi dan kalimantan beberapa tahun yang lalu. ternyata dia hobi travelling dan... bercerita... :)

kunjungan ke sini lebih seperti mengunjungi oma-oma yang suka mendongeng ketimbang konsultasi ke ginekolog. yang lucu, waktu akhirnya dia menanyakan keluhan saya, suami saya lah yang langsung menjawab duluan... "dokter, istri saya kalau mau datang bulan kok jadi galak banget, ya? saya suka takut.... dokter punya obatnya gak?" :P kekekekek....


5. Monsieur Dokter Gigi

meskipun saya paling takut ke dokter gigi, i must say..... ini dia dokter PAPORIT saya!!!! baik, ganteng, charming dan bahasa inggrisnya sempurna! dia juga tau banget menenangkan pasien yang ketakutan seperti saya. setiap mau memasukkan perangkat nukang ke dalam mulut, dia selalu memberitahu... "sekarang, saya akan mengebor gigi geraham kamu. it will take 30 seconds dan rasanya akan ngilu sedikit. siap ya?" begitu saya mengangguk dia langsung bekerja dengan penuh kasih sayang... :) *ihik*

saya mengunjungi dokter ini 2 kali. yang pertama untuk membersihkan gigi, dan yang kedua untuk menambal 1 gigi saya yang bolong cukup dalam. untuk proses tambal ban ini saya juga harus disuntik bius lokal. sakitnya gak terlalu berasa, tapi beberapa menit setelahnya, bibir bawah saya rasanya tuebeelll banget. sampe waktu kumur, saya gak bisa mengendalikan mulut dan airnya muncrat ke mana-mana seperti lumba-lumba. ;)

fenomena bibir tebel itu berlangsung terus sampai 2 jam setelahnya. rasanya aneh banget. saya jadi merasa seperti temennya Forrest Gump yang bibirnya tebel banget bernama Bubba Blue. sepanjang perjalanan pulang, laurent gak bisa berhenti cekikikan mendengar saya berbicara... "bwaby.... bwabyy.. i can't bweel my libs. it's sooo.... bweiirddd!!"


loucee said it on 3:26 PM




Wednesday, December 14, 2005

• arti sebuah nama

Lucia Cahyaningtyas, demikian nama yang tercantum di akte kelahiran saya. kata para tetangga, nama ini adalah pemberian almarhum kakek saya. 'Cahyaningtyas' artinya cahaya di hati, dan 'Lucia' sendiri adalah dewi pelindung cahaya dari italy. saya sering menyimpulkan bahwa kombinasi kedua nama ini menyebabkan saya terlalu berbahaya untuk dilihat, karena.... SILAUU dong, ah!! ;)

di rumah saya dipanggil dengan nama kesayangan.. 'Lusi'. waktu kecil panggilan sayang ini sering dibalik menjadi 'Usil', karena saya memang anak kecil yang ngeselin. gak bisa diem, gratil, dan seminggu sekali selalu ada barang yang hancur atau pecah karena si Lusi Usil.

di sekolah, nama 'Lusi' ini kemudian berganti lagi. teman-teman memanggil saya sesuai dengan nama di akte kelahiran.. Lucia. sesungguhnya saya tak terlalu suka dipanggil dengan nama asli. karena kesannya kurang akrab. tapi saat itu saya tak punya pilihan, karena terlalu banyak anak perempuan di sekolah bernama 'Lusi'. sebuah nama yang pasaran ternyata.

sebetulnya, sebagai seorang penyandang nama tak resmi 'Lusi', saya sering merasa kesal. logically, nama pendek 'Lusi' itu harus ditulis dengan ejaan L U C I. tapi di berbagai tempat, orang sering mengejanya dengan berbagai macam cara, ada yang nulis LUCIE, atau LUCY, atau LUSY. sungguh membingungkan! kebingungan inilah yang akhirnya mendorong saya suatu hari di kelas 1 smp untuk membuat ejaan baru bagi nama saya yang sudah rancu menjadi nama yang telah anda kenal sampai sekarang... da one and only... L O U C E E!

tahun 1994, keponakan saya yang pertama lahir. seharusnya saya kemudian dipanggil 'Tante Loucee' dong ya? tapi tidak! kakak saya menghadiahkan nama baru untuk saya. sebuah panggilan kesayangan yang berbunyi... 'Tante Bobo'. apa artinya? sampai kini juga masih menjadi misteri. ada 2 teori yang berkembang; yang pertama, adalah karena saya kalo tidur kaya kebo, dan yang kedua, adalah karena saya waktu itu memakai kacamat bulat, yang kalau bentuknya diterjemahkan akan berbunyi menjadi O' O. namun berhubung bunyi itu kurang nendhang, maka kakak saya berinisiatif untuk memodifikasinya menjadi 'BOBO'. nama ini sampai hari ini menjadi sangat populer diantara kakak-kakak juga adik, meskipun mereka sendiri tidak ada yang mengganti namanya menjadi coreng atau upik.

tahun demi tahun berlalu... saya pun beranjak menjadi wanita mekar seperti kue yang sedang dipanggang di oven. ternyata saya tidak berevolusi menjadi kue bolu, tapi menjadi wanita yang gemar disko! semua teman saya tau, bahwa saraf-sarat motorik saya paling gak tahan untuk tidak bergoyang kalau disodorin lagu disko. saya pun diberi nama baru. sebuah gelar yang mengukuhkan saya sebagai wanita penyenang disko.... MAMADISKO!! gelar tsb mungkin memang terasa pas waktu itu. tapi akhir-akhir ini saya mulai mempertanyakan keafdoalannya, karena sudah jarang disko.

lalu saya ketemu kangmas Laurent, yang dari awal sudah jarang menyebut nama asli saya. dalam sehari belum tentu saya mendengar sekali pun dia memanggil 'Loucee'. karena dia lebih senang memanggil saya dengan sebutan... 'sayang' atau yang lebih sering lagi adalah... 'Baby...'. ada masanya dimana saya protes, "nama saya bukan BABY! nama saya LOUCEE!!" tapi protes itu biasanya cuma lewat kuping kiri keluar kuping kanan. sang kangmas tetap konsisten memanggil saya.. BAYI. entah, apakah ia akan tetap memanggil saya demikian kalau ada bayi beneran di rumah? we'll see...

dari kisah tak penting di atas maka dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya saya adalah wanita bernama Lucia Cahyaningtyas alias Lusi alias Usil alias Loucee alias Tante Bobo alias Mamadisko alias Baby. sebuah koleksi nama tak resmi yang amat banyak. tapi saya yakin, saya tak sendiri... anda pasti punya juga kan?? coba.... saya mau dengar....


loucee said it on 6:55 PM




Saturday, December 10, 2005

• the 'mas'

beberapa bulan yang lalu, seorang teman baik, sebut saja namanya bambang, menelephone dari seberang lautan. dia berumur 30 sekian, dan baruuuu... saja menikahi seorang gadis manis berusia 3 tahun lebih muda darinya, sebaya dengan saya. ketika telephone, dengan mudah bisa dikatakan dari suaranya, bahwa ia sedang sangat berbahagia. karena akhirnya bisa menikah dengan istri pilihannya yang selain manis, juga pintar, sabar, njawani dan selalu memanggilnya dengan panggilan mesra... 'mas bambang....'

"kenapa kamu gak pernah manggil saya 'mas'?" tanya suami saya, sesaat setelah menutup telephone dan bercerita tentang 'mas bambang' the newlywed.
"ehmm... karena kamu bukan orang jawa...." saya menjawab sekenanya.
"memang 'mas' gak boleh untuk menyebut orang perancis?"
"ya bole-bole aja siiiiiiyy.... tapi, emang kamu mau saya panggil 'mas'?"
"kenapa tidak? i think it's cute!"

"OKE! mas.. mas.. tolong nasinya 2 mas. sama ayam goreng tiga, ampela, sambel goreng... es teh manis... kerupuk...."

"you are a bad.. bad... wife!"
"adeuh... hihi... becanda, ah! tidak memanggil kamu dengan sebutan 'mas', bukan berarti gak menghormati lho, ya... ini kan cuma masalah keinginan. kebetulan saya gak pernah punya keinginan untuk manggil suami saya sendiri dengan sebutan 'mas.' meskipun gak masyalah juga kalo denger istri orang manggil suaminya dengan sebutan itu. di mata saya istri-istri demikian jadi terlihat sangat wanitawi. sementara saya kan titisan polwan. jauh dari kemayu dong deh.. aww!"
"ah, ini tidak ada hubungannya dengan menjadi kemayu atau giving respect ke suami. it's just for fun you know!"
"yeah... yeahhh... tapi tetep... MALES ah!"
"oh, c'mon... just give it a try..."

"ogah!"

"your mas is hungry. please feed him..."
"ambil sendiri di lemari es."
"your mas is tired... please give him a back massage..."
"emangnya saya tukang pijet?"
"your mas is thirsty... please make him cold framboise juice..."
"eerrrrrr... "
"c'mon... make cold framboise juice for your mas..." katanya dengan gaya jumawa.
"seriously sayang..." kata saya setelah mencium ada sesuatu yang kurang pas di kalimat-kalimatnya... "kamu tau gak sih, arti 'mas' itu sebenernya apa?"
"nggggg.... gak yakin... "
"artinyaa... sama dengan 'mbak' dalam bahasa jawa, tapi untuk laki-laki. jadi 'mas' adalah panggilan buat laki-laki yang lebih tua dari kamu."
"oooo...wow.... that's not what i thought... "
"emang kamu pikir apa?"

"ngggg.... kependekan dari MASter..."

"kungfu master kaleee!!" *DZIGH!*


loucee said it on 6:16 PM




Wednesday, December 07, 2005

• pemburu apartemen

saya dan laurent baru saja kembali dari Newcastle. perjalanan kami weekend kemarin memakan waktu 4 hari saja untuk mencari apartemen. good thing is... unlike the previous experiences, pencarian apartemen kali ini ini adalah pencarian paling kurang menantang alias gampang banget dalam karier saya sebagai seorang pemburu apartemen.

sebelum berangkat, kami sudah mengontak beberapa real estate agent. nyampe sana, para agent tsb langsung menghantar kami ke 5 apartemen. we only spent 2 days to view everything, and by the end of the second day.. we GOT one! sebuah unit apartemen dengan 2 buah kamar tidur, 2 buah kamar mandi, living room, kitchen / dining room di lantai 9 sebuah gedung yang bernama 55° North di city center. it's nicely furnished dengan harga john banting.. [bukan yang dari california]!





jujur, saya agak surprise juga dengan pengalaman tsb. padahal sebelum berangkat saya sudah menyiapkan mental mengingat kisah-kisah pencarian apartemen sebelumnya yang tak hanya membutuhkan mental baja Krakatau Steel tapi juga keringat dan air mata seember. *ceilee*

saya jadi teringat dengan masa-masa kejam saat harus mencari apartemen di new york city. saya bahkan pernah menulis sebuah entry tentang pencarian apartemen ketika blog ini pertama kali di publish.

waktu itu saya tidak menggunakan agent, karena real estate agent di new york menerapkan fee yang sangat tidak sopan buat kantong pelajar seperti saya. jadi mau tak mau saya pake sistem gorilla bergerilya. cari informasi dari website, dari iklan koran lokal maupun yang ditempel di papan pengumuman sekolah atau di tiang lampu jalan.

lebih capek memang. dan kalaupun nemu iklan yang sesuai dengan kriteria dan [yang terutama] budget, belum tentu juga bisa langsung tinggal di apartemen yang diinginkan. apartemen yang harus disewa atas nama saya sendiri jelas tidak masuk hitungan, karena saya gak punya credit history. padahal di amrik yang namanya credit history itu penting aje. kalau maksa, saya wajib menyediakan surat guarantor dari seorang US citizen yang masih ada hubungan sodara atau hubungan professional. jadi akhirnya saya hanya mencari apartemen yang sudah berpenghuni. melamar sebagai roomate judulnya.

pilihan yang kedua ini memang agak-agak tricky. karena gak hanya apartemen yang oke aja yang dicari, tapi pertimbangan bakal cocok atau gak dengan roommate baru juga jadi faktor penting yang sangat menentukan. gak heran kalo prosesnya selalu melibatkan interview dengan para calon roommate. macam-macam karakternya. dan gak sedikit yang agak ajaib juga.

pernah saya mendatangi apartemen yang dihuni oleh seorang kakek-kakek yang mungkin umurnya tinggal menghitung hari. kulitnya putiiiiiiihhhhhhhh... bak putri salju. dia tidak tinggal dengan 7 kurcaci tapi dengan 5 ekor kucing. selama interview, sambil mengelus salah satu kucingnya, matanya tak lepas dari laurent yang ikut mengantar. sepertinya si eyang kepincut berat dengan bodyguard saya waktu itu. tentu saja apartemennya akhirnya tak saya ambil karena selain penghuninya creepy, saya juga curiga.. jangan-jangan sebenernya dia nyari suster... bukan roomate, yang kebetulan punya bodyguard ganteng sebagai bonusnya.

pernah juga saya mendatangi apartemen yang sudah dihuni 3 orang pelajar dari berbagai bangsa. yang ini, wawancaranya keroyokan. nanyanya detiiiilllll... kaya lagi wawancara calon pengurus OSIS. dengan jujur mereka bilang kalo mereka mencari roomate yang punya positive attitude dan energinya nyambung. *pake kabel dong!* :D in the end, meskipun saya yakin interview berjalan lancar dan terkendali, saya langsung turn off begitu melihat ukuran kamarnya yang sangat tidak manusiawi. 2 x 2 meter, dengan ruang tidur yang terletak di sebuah laci di ceiling. tentu apartemen tsb tak jadi diambil, karena... akika kan bukan kertasss! masa tidur di laci?

ada juga tempat lain di dekat sekolah yang saya datangi. yang ini apartemennya luas dan keren banget.. it was a loft. dan jaraknya cuma kesandung dikit dari sekolah. roomatenya juga sangat menyenangkan.... dan... GANTENG! *helep!* dia orang italy. berbicara bahasa inggris dengan logat keitaly-italy-an. selama wawancara berlangsung saya lebih banyak bengong, mengagumi matanya yang indah dan rahangnya yang... alamakkk... *helep!* tempat ini juga akhirnya tak saya ambil. karena saya takut gelar master tak dapat teraih akibat waktu belajar lebih sering dipakai untuk menggoda roomate ganteng.

untung saat itu akhirnya saya berhasil dapet apartemen yang sesuai. yang terletak di 89th street, yang dindingnya di kemudian hari saya cat merah kaya rumah bordil. kebetulan apartemen yang itu disewakan dengan sistem sublet. it was 2 bedrooms, dan saya adalah pengisi kamar yang pertama, sementara kamar yang satu lagi kosong. selama tinggal disitu, 3 roommate silih berganti mengisi kamar sebelah. seorang cewe jepang, cewe perancis dan cowo italy. yang terakhir ini tampang dan potongannya mirip banget sama laurent. he was the italian version of my husband. tapi tentu tidak menjadi masyalah untuk keteguhan iman berhubung saya sudah punya versi perancisnya. dan saya menganut paham bahwa diversifikasi koleksi gebetan itu mutlak hukumnya!! hikhikhik... :D


loucee said it on 1:07 AM