Monday, April 24, 2006
• catatan ketinggalan: meeting
anda yang bekerja di kantor mungkin sudah kenyang dengan yang namanya meeting. it has become your daily routine. bersama boss, partner, supplier maupun klien, membahas berbagai macam project penting yang semoga tidak berbelok menjadi meejit yang penting-penting *ih garing!*
sejak menjadi seorang freelancer yang projectnya kebanyakan berada jauh di negeri seberang, boleh dibilang saya jarang melakukan meeting. hampir semua project dibicarakan lewat email, telephone atau chatting. sehingga ketika akhirnya kembali ke jakarta dan bertemu langsung dengan orang-orang yang biasanya cuma bisa saya dengar suara atau baca tulisannya, saya memerlukan waktu beberapa saat untuk beradaptasi dengan kegiatan the art of meeting.
sebetulnya meeting terakhir yang saya ikuti terjadi ketika saya masih bekerja di sebuah kantor branding consultant di new york city. saat itu hampir setiap hari saya harus meeting dengan bahasan yang sangat padat juga intens. tuntutan untuk mempersiapkan bahan meeting adalah sebuah harga mati. pembicaraan yang straightforward dan tanpa basa-basi yang berlandaskan semangat time is money menjadikan meeting berlangsung cepat, fokus dan efektif. you get together, you listen, you talk, you wrap it up then move on! get to work!
terus terang, pengalaman bekerja di new york selama beberapa waktu tsb membuat saya hampir lupa bahwa di kampung halaman, meeting dilakukan dengan cara, dan kebiasaan yang agak lain dengan meeting ala apel besar. mulai dari salam perkenalan yang menurut saya lebih hangat [kalau memang sebelumnya belum pernah ketemu muka], basa-basi awal untuk mencairkan suasana, sampai cara para partisipan meeting menyampaikan pendapatnya. secara umum, suasananya boleh dibilang lebih santai, jauh dari tegang dan yang terutama... kekeluargaan, dibanding di kantor branding consultant new york tsb.
namun meeting kekeluargaan ini menurut saya juga ada down sidenya. ketika pembicaraan dilakukan dengan santai dan akrab, kecenderungan untuk membicarakan hal-hal yang sedikit bergeser dari topik utama juga menjadi lebih sering terjadi. belum lagi kalau kebetulan ada peserta yang hobi nyeletuk, melawak, bergosip, atau malah.. curhat! :) hehe.. it did happened many times. meeting akhirnya tidak hanya menjadi waktu untuk membicarakan projects. jika tak ada yang sanggup mengendalikan malah bisa bablas menjadi... kongkow-kongkow time!
now, i personally don't have any problem with it. siapa sih yang gak seneng ngumpul sambil bergembira ria bersama? apalagi kalo projectnya garing, tentu akan menjadi tidak terlalu menyiksa jika dibicarakan dengan cara yang tidak garing juga. tapi, masalah kemudian menjadi muncul ketika waktu pribadi yang tersisa untuk mengerjakan project tsb jadi banyak terpotong untuk meeting. seyogyanya meeting bisa diselesaikan dalam waktu 30 menit maximum jika efektif dilaksanakan, namun berhubung banyak hal2 gak perlu yang ikut nyangkut menjadi topik pembicaraan, bisa jadi molor hingga 1,5 jam. artinya jika menerapkan asas time is money, saya sudah kehilangan 1 jam berharga, yang kalau saya pakai untuk bekerja mungkin bisa menghasilkan revisi design yang lebih dahsyat! *ceilee*
jika saya boleh santai, lain halnya dengan seorang teman asal chicago mantan ekspat di sebuah perusahaan minyak di jakarta. dia yakin sekali, selama 4 tahun bekerja disana, tak ada satupun pegawainya yang suka dengan pribadinya di kantor. apalagi kalo lagi meeting.
"you know how those indonesians love to pull jokes every time they get together?" katanya suatu hari.
"yes, of course! i do love to pull jokes too!" ujar saya santai.
"but not in a meeting, louc. especially not when you have to talk about a 15 million dollars worth project. i expect them to be focus and serious!"
"well.. what can you do? they might love to pull jokes during meetings. tapi selama projectnya beres seharusnya gak papa dong?" kata saya sedikit membela.
"beres, mungkin beres. tapi imagine... seandainya waktu yang dipake untuk becanda tadi dihabiskan untuk strictly membicarakan project. saya yakin pasti hasilnya akan lebih baik lagi. they sure do have problems with using the time effectively, and i got really irritated by this. biasanya kalo mereka udah mulai becanda atau ngomong hal-hal gak penting dalam meeting, saya akan diam, menatap mereka dengan dingin, tanpa senyum, dan menunggu. no matter how funny the jokes could be, i would still do that."
"gak susah ya nahan ketawanya? hihi.."
"ya susah juga. because they could be very funny too. but somebody has to do it. kalau saya ikutan ketawa, akhirnya jadi berlarut-larut, kan?"
"no wonder they don't like you. pasti mereka mikir.. ja'im banget sih, mister! santai aje napeee??"
"haha... i know! tapi by the end of my stay mereka gak benci lagi sama saya kok."
"oh, yeah? kok bisa?"
"well.. during my last meeting with them, i prepared a speech in bahasa indonesia. it was a long speech, but i had my driver to train me for weeks, so that i could pronounce every word correctly. gak ada yang menyangka saya bakal ngasih farewell speech dalam bahasa indonesia, apalagi ketika saya bilang selama ini mereka sudah mengajarkan saya untuk lebih bisa menikmati hidup and just being.. human at work. that was the time when i won their hearts back. some people even cried at the end of my speech."
"seee... after all we are not that bad, right? biarpun kamu suka ja'im kalo meeting, at least gak ada yang benci-benci kamu amat trus sabotage your project or worse ngirim kamu jampi-jampi lewat dukun. they even accepted you as who you are in the end."
"yeah... but still... kalo saya harus meeting bareng mereka lagi, i'd prefer to do it by conference call or email. at work, time is money, dear... everybody should know that!"
loucee said it on 5:11 AM
Monday, April 17, 2006
• catatan ketinggalan: pijat sendawa
sendawa itu manusiawi. betul? ya betul dong. :)
namanya manusia, kadang ada udara berlebih yang terkandung di tubuhnya sehingga perlu dikeluarkan bisa melalui 'pintu belakang' atau dengan cara bersendawa.
namun bersendawa, terutama di depan orang lain, sering dianggap sebagai suatu hal yang tidak sopan. misalnya jika dilakukan seusai menyantap hidangan dalam sebuah jamuan makan di atas meja panjang yang dihadiri selusin peserta berbusana resmi dengan dasi kupu-kupu, dijamin akan langsung dicap... "ih, gak punya manner!"
meski sering dianggap tidak sopan, kadang bersendawa di depan orang bisa dijadikan bahan permainan. dulu teman-teman kuliah saya sering melakukan kompetisi klasik sendawa. yang menang adalah peserta yang bisa bersendawa paling banyak sambil menyebut angka. you know.. jadi sambil sendawa, dia harus nyebut... "satuuu...", "duaaaa...", "tigaaaaa...", dst... yang paling tinggi angkanya, langsung jadi pemenang.
saya sendiri sebetulnya sih biasa saja kalau mendengar orang bersendawa. selama suasananya santai, sambil bercanda, mungkin habis makan, dan gak terus-terusan dilakukan.. yah... gak papa deh. namanya juga manusia. c'est natural. cuma akhirnya, saya bisa juga merasa amat sangat terganggu dan sedikit trauma ketika tanpa sengaja mencoba yang namanya... pijat sendawa!
what da hell is dat?
alkisah....
di suatu hari yang indah di jakarta raya, saya janjian di sebuah salon & spa di daerah jl. wijaya. hari itu adalah kunjungan pertama saya disana untuk massage session. kebetulan spa langganan saya sedang penuh, padahal beban derita hidup yang sudah sedemikian sulit *aih* mulai membuat punggung saya amit-amit pegel banget.
tidak ada tanda-tanda bahwa salon & spa yang sedang saya datangi akan memberi kesan begitu mendalam [cenderung trauma, seh...] di kemudian hari. saya disambut mbak resepsionis dengan ramah, menunggu di ruang tunggu yang nyaman sebentar, sampai akhirnya seorang mbak lain menghampiri dan mengajak saya menuju ruang massage.
mbak: bagian mana yang pegel, mbak?
saya: ini nih... punggung saya. rasanya mau rontok.
mbak: ooh.. kerja melulu ya, mbaknya?
saya: nggg... ngga juga, sih. kebanyakan disko kalo ini mah. hihi...
mbak: oh, mbaknya suka disko?
saya: begitulah. saya memang ratu disko. saingannya raja dangdut.
mbak: sini, mbak tidur dulu... telungkup
saya: mijetnya yang kenceng ya, mbak.
mbak: nanti gak kesakitan?
saya: kalo sakit, saya cubit mbak balik, deh.
lalu, mbak tukang pijet mulai memijet-mijet...
mbak: wah, keras amat punggungnya, mbak?
saya: embeeerrrrrr.... mangkenye gue kesini!
mbak: banyak yang mrengkel ini, mbak.
saya: mrengkel itu teh, naon??
mbak: itu lho mbak.. banyak anginnya.
saya: oh iye, memang akhir2 ini saya sering kena angin topan di parkiran disko.
mbak: saya keluarin anginnya, ya mbak? biar enak.
saya: ouw.. okay... silahkan.
saya lalu memejamkan mata, dan mbak tukang pijet mulai memijet-mijet punggung saya...
mbak: "BURRPPP!!"
saya: [memejamkan mata]
mbak: "BURRPPP!!"
saya: [masih memejamkan mata]
mbak: "BURRPPP!!"
saya: [masih memejamkan mata, tapi ngangkat 1 alis]
mbak: "BURRPPP!!"
saya: [pelan-pelan mulai membuka mata, menajamkan telinga dan meringis]
mbak: "BURRPPP!!"
saya: [mulai gelisah]
mbak: "BURRPPP!!"
saya: makan siangnya tadi pake minum coca-cola ya, mbak?
mbak: oh, gak mbak. minum air putih.. "BURRRPPPP!!"
saya: oh.. okeh... kirainn...
mbak: kenapa emang, mbak? "BURRRRPPPP!!"
saya: nggg.... gak papa siihhhh....
mbak: sakit gak mbaknya? "BURRRRRPPP!!"
saya: ngg... gaaakk... ngga sakit.... ngggg... pas kok... eneg... eh.. enaaakk...
mbak: ini nih banyak banget lho mbak anginnya.... "BUUUURRRRPPPP!!"
saya: oh gitu ya....
mbak:makanya lagi saya keluarin.... "BUUUURRRRRRRRRRRRRRPPPPPPP!!"
saya: oh gitu.... kok.. tapinya...
mbak: kenapa, mbak? "BURRRPPPPP!!"
saya: yang ngeluarin siapa mbak?
mbak: ya, saya mbak! mbaknya tenang aja. ini lagi saya keluarin "BUUUUUURRRRRRRRRRRRRPPPPPP" banyak banget lho ini mbak... "BUURRPP!!" "BUUURRRRPPP!! "BUUUURRRRPPPP!!!" tuhhh.. itu tuh mbak, anginnya keluar semua.
saya: oh... okeh... kirain sayanya yang bakal kentut-kentut.
mbak: oh, ya gak mbak. biar lewat saya aja ngeluarinnya... "BUUUUUUURRRRRRRRRRPPPPP!!"
saya: bisa gitu ya, mbak?
mbak: bisa banget.. "BUUURRRRRRRPPPPPP!!"
saya: ini metode baru ya?
mbak: ah, gak kok mbak. udah dari dulu... "BUUUUUURRPP!!" "BURRRPPP!!" "BUUUURRRRPPPP!!" mbaknya baru pertama kali ke sini, ya?
saya: errr... iya sih.
mbak: "BUUUURRRRRRRRRPPPP!!"
saya: ini session mijetnya bakal berapa lama sih, mbak?
mbak: 1 jam, mbak... "BUUUUUURRPP!!" "BURRRPPP!!" "BUUUURRRRPPPP!!" tapi kalo mo nambah jadi 1,5 jam juga bisa. "BUUUUUUUUUURRRRRRRRRRRRRPPPPPP!!!"
tentu saja session pijit-memijit hari itu dengan suka cita saya akhiri setelah 1 jam berlalu. 30 menit lagi disiksa pijat sendawa seperti itu, seger kagak... mabok iyee!! soal punggung yang diambang kerontokan langsung terlupakan, selama saya bisa segera menyelamatkan diri dari serangan sendawa mbak tukang pijet. i mean... sekali, dua kali mendengar orang sendawa itu gak masyalah deh. tapi kalau sampai dibombardir berpuluh-puluh kali.. yah... tolong... maak... biarpun katanya angin sendawa itu adalah hasil buangan dari punggung saya, ya teteupp... lebih baik udaranya saya keluarkan sendiri dan si mbak tukang pijet saya kirim untuk ikut berpatisipasi di kompetisi klasik sendawa aja deh. dijamin langsung dapet piring cantik beserta piagam! ini baru juara!! :)
loucee said it on 12:48 AM
Monday, April 10, 2006
• catatan ketinggalan: "mbak... mbak... sendirian aja, mbak?"
apa yang membuat saya tersenyum berasa di rumah sendiri begitu menjejakkan kaki di bandara Soekarno-Hatta?
tidak.. bukan karena sergapan udara panas nan pengap. juga bukan karena chaosnya penumpang yang berebut bagasi. tapi... lebih karena kehadiran sodara-sodara pria sesama bangsa indonesia yang menyambut hangat saya di ruang kedatangan airport dengan celetukan... "mbak.. mbak... sendirian aja, mbak? mau saya temenin?" :)
'sambutan hangat' dalam bentuk celetukan iseng. saya tak tahu apakah ini yang membuat indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah penduduknya seperti yang sering tertulis di buku pelajaran SD. keramahan yang jika terlontar 10 tahun yang lalu, saat masih tinggal di negeri sendiri, pasti akan langsung saya balas dengan tatapan setajam gergaji yang bisa mengiris jantung si oknum iseng hingga terburai jadi 48 potong. kebalikan dari hari itu, dimana saya malah tersenyum ramah menyapa mereka balik dengan sopan... "iya, mas.. saya sendirian. daripada cuma nemenin, mending mas sekalian bantuin angkat koper. kuat kaaann? dan yang penting... gratis doong??"
sebagai seorang wanita muda, entah sudah berapa kali saya menerima sapaan iseng seperti itu di kampung halaman. seringnya sih terlontar saat sedang jalan kaki sendiri di tempat umum. pernah saya iseng berhitung, dalam perjalanan antara rumah dan jalan sabang yang jaraknya cuma 300 meter saya disapa kurang lebih 4 kali; oleh para mas-mas yang sedang mangkal di warung teh botol, oleh para supir yang sedang berkumpul menunggu jemputan sekolah depan rumah, oleh para pengemudi di pangkalan bajaj dekat sarinah, daaann... kerumunan pria berseragam di teras kantor polisi ujung jalan sabang. boy... oh boy... they just can't let a woman walk alone peacefully without pouring her with their 'gak-penting' greetings.
sejujurnya saya tak pernah mengerti, apa tujuan mereka nyeletuk iseng seperti itu? what's the point, dude? apakah kalian menyapa karena ingin sekadar mencari perhatian? atau malah berkenalan dengan si wanita? kalau iya, bukankah ada cara lebih jantan dan beradab dengan mendatangi si wanita langsung, mengulurkan tangan dan menyebut... "halo! nama saya paijo, bujangan, umur 28, tidak berpenyakit menular, boleh kita kenalan?" instead of nyeletuk dari jauh dan malah membuat yang disapa merasa tak nyaman.
saya jadi penasaran dan ingin bertanya kepada seluruh pria indonesia yang hobi atau setidaknya pernah membuat sapaan iseng seperti ini... reaksi apa sih, yang sebenarnya kalian harapkan dari wanita yang anda sapa tsb?
apakah anda berharap mendapat tatapan gergaji yang akan mengiris jantung anda jadi 48 keping? ataukah anda berharap mendapat sambutan balik dari si wanita berupa, "hey juga... apa khabar? situ ganteng, deh!" :D
lucunya, dibanding 10 tahun lalu dimana saya bisa ngalahin kejamnya ibu tiri, sekarang saya jadi lebih santai menghadapi sapaan iseng di kampung halaman. kok bisa? ya, mungkin karena saya terbiasa membalas sapaan dari orang tak dikenal disini. "good morning!", "what a lovely weather", "have a good day!", "good luck!" etc. sapaan itu saya alami dimana-mana. tidak dalam konteks iseng, tapi lebih didasari atas keinginan untuk bersopan santun dengan orang asing yang kebetulan ditemui di lift, di kasir toko, di lobby apartemen, di dalam bis kota, atau tempat-tempat umum lainnya.
kebiasaan ini, tanpa sadar juga merubah cara saya bereaksi terhadap para mas-mas iseng tadi. selama tidak sedang PMS, dan sapaan yang mampir masih sopan, saya akan membalas dengan setidaknya tersenyum kembali kepada si penyapa. kadang saya mendapat senyuman balik dari mereka meski dengan malu-malu. lebih sering lagi reaksi kaget dengan bisik kecil... "eh, senyum lho, mbaknya..."
nah, kalau sudah begitu, biasanya saya yang jadi bingung sendiri. tadi manggil-manggil, sekarang sudah disenyumi situ malah mati gaya. maunya apa sih, masss? manggil ya manggil, nggak ya nggak... jadi jangan manggil yang nggak-nggak deh! heran!
loucee said it on 10:08 PM
Thursday, April 06, 2006
• catatan ketinggalan: jadi mc
[note: koneksi internet di kampung halaman yang lambreta lamborgini membuat saya jadi jarang untuk nge-blog atau sekedar online. tapi bukan berarti saya berhenti mencatat pengalaman yang sempat mengisi hari-hari liburan. selama beberapa waktu kedepan, secara acak blog ini akan menjadi tempat untuk menampung catatan kisah yang tertinggal tsb. harapan saya hanya satu: semoga anda terhibur!]
mister gombal bilang saya tamak, karena katanya saya tak hanya bisa jadi graphic designer tapi juga bisa memandu acara, moderator dan menarik undian. sebuah tuduhan yang salah. karena sebenar-benarnya... 'profesi' baru saya yang bukan designer itu adalah hasil dari sebuah jebakan betmen!
jadi begini,
3 hari setelah sampai di jakarta, saya diajak ikut yuni meeting dengan pihak penerbit. agenda di kepala saya hanya satu: membicarakan nyetak buku, lalu duduk anteng sambil menonton para peserta meeting merencanakan acara peluncuran bukunya.
namun nampaknya posisi pasranis alias pasrah tapi manis *ihik* justru tidak menguntungkan ketika pembicaraan mulai menyentuh topik... 'siapakah orang yang paling tepat menjadi mc acara?' sekonyong-konyong, setelah beberapa nama mc beneran terlontar di atas meja, bagai penyanyi yang sedang konser didepan sejuta umatnya, teman saya si desainer interior muda berbakat itu berteriak dengan lantang, "LOUCEE AJAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!"
*hellkkss!* <--- keselek
"GAK MAUUU!!" teriak saya sambil merubah posisi pasranis menjadi pakutenis [pasang kuda-kuda tapi tetep manis] ;P
"kenapa gaaaakkkk??? adduuh louc, lo udah paling cucok deh! kita kan temen lama. enaknya kalo acara dipandu sama temen sendiri jadinya kan akrab dan hangat. gak pake basa-basi. strahlah! lo aja, ok?!"
"gigilo gendut! temen sih temen. hangat? emang gue kompor? seumur-umur gue belom pernah jadi mc tau!"
"tapi kan lo dulu extrakurikuler drama waktu sma. pernah manggung lagi! jadi pemeran utama!"
"ya amplop! tolong... itu drama neik! bukan ngemsi. jauuuhhh boo!! jauuuhhhhhh!!! OGAH!!"
"ah... lo pasti bisa!! kan lo pemberani! udah, mbak..." teman saya mengalihkan pandangan ke mbak penerbit, "loucee aja! urusan mc sekaligus moderator beres. next topic!"
waduh!
tentu saja hasil meeting hari itu saya anggap sebagai sebuah konspirasi. apalagi ketika melihat sendiri si mbak penerbit yang jadi ikut-ikutan bersemangat dengan mc pilihan teman saya. berminggu-minggu setelahnya pun saya masih menyangkal setiap mereka menyebut saya sebagai mc di setiap rapat. namun semakin dekat dengan hari-H, kenyataan bahwa saya sudah ditetapkan dengan mantap [meski sepihak] sebagai pembawa acara peluncuran sudah tak dapat dipungkiri lagi. 'panik'... adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan mental begitu sadar bahwa saya sudah 'terjerumus' dengan sukses. tak ada pilihan lain, berlandaskan semangat maju perut pantat mundur, saya mulai menyiapkan diri untuk menjadi mc terbaik sekecamatan menteng.
"mc itu kerjaanya ngapain ya, bo?" tanya saya blo'on pada beberapa orang yang kira-kira bisa membuat saya jadi sedikit lebih jenius.
"intinya sih memandu jalannya acara." kata mbak penerbit.
"bedanya mc sama moderator apaan? saya juga harus jadi moderator nih!"
"kalo moderator itu sih, peran utamanya ya mancing si pembicara." kata mantan pacar.
"ya enak toh jadi moderator? tinggal tanya-tanya, dan mengarahkan." kata mister kere kemplu.
"kalo garing gimana? apa gue harus ngelawak? srimulat kayanya udah gak trend, deh." tanya saya cemas.
"gak, louc! jadi mc atau moderator itu gak usah berusaha lucu. nanti malah gak lucu beneran. santai aja, and just be your self. yang penting lo harus tanggap dan tau gimana mengarahkan pembicaraan supaya acara bergulir dengan lancar." kata sahabat saya yang beneran seorang presenter acara tipi.
nasihat-nasihat yang sangat bermangpaat. tapi apakah membuat diri saya menjadi semakin mantap? errrrr... tidak jugeeee... [<--- 'e' malaysia]. rasanya memang saya perlu latihan. untungnya yuni pun setuju untuk berlatih bersama beberapa hari menjelang hari H. meskipun akhirnya acara latihan kami lebih banyak dihabiskan dengan ketawa guling-guling sampai bercucuran air mata, diselingi ramuan arak cina dan vodka, lompat sana lompat sini, bergosip kian kemari, sambil mencela diri sendiri..... "maann... gimana gue mo jadi OPRAH? besok gue nge-lenong aja ya, yun?" ujar saya pasrah semalam sebelum acara peluncuran.
saya tidak berani menilai diri sendiri apakah telah menjadi mc/moderator yang baik di acara peluncuruan buku teman baik saya tsb. anda yang penasaran saya persilahkan untuk bertanya langsung kepada mister kere kemplu atau didats atau mbak brill atau slesta yang sudah berbaik hati meluangkan waktu untuk hadir di sela jadwal padat mereka.
yang bisa saya bilang disini adalah... meski hati kebat-kebit, tangan keringat dingin, dan hasrat menahan pipis mengancam kesehatan ginjal saya sepanjang acara, i was having so much fun by just being my self. kalau ternyata hasilnya garing.. ya itulah saya. kalau ternyata hasilnya membuat saya minta ditimpuk.. ya timpuklah saya. kalau ternyata hasilnya bisa membuat anda bahagia... sebuah kecupan manis dari saya akan langsung mendarat di pipi anda! kekeke... yang pasti, saya tidak menyesalll! meski saya tau profesi ini bisa memusnahkan reputasi saya sebagai perempuan baik-baik, anggun, dewasa, dan berwibawa *plak!*, saya tetap tidak menyesal telah mencoba. selalu ada yang namanya pengalaman pertama, bukan? meski sejujurnya.... saya tak berharap kan ada lagi pengalaman kedua, ketiga, dan seterusnya. kasihan yang nonton. pasti mereka semua merasa terseksaaahhhhh dipaksa menonton mc gadungan macam saya!
loucee said it on 5:08 PM
Tuesday, April 04, 2006
• terimakasih untuk hadiahnya!
teman-teman saya di kampung halaman ini ada saja-saja deh. bukannya saya yang membawakan oleh-oleh dari negeri rantau, eeh.. malah mereka yang membekali saya dengan berbagai macam hadiah. tentu saja semuanya saya terima dengan hati berbunga-bunga, yang juga membuat saya tak sabar untuk membaginya dengan anda semua.
[terimakasih banyak ya teman-teman, maafkan saya jika tak sempat membalas budi baik satu persatu. mudah-mudahan postingan ini bisa dianggap sebagai ungkapan rasa terimakasih atas kemurahan hati kalian.]
------------------------------------
poster kemasan rokok dari blogombal.
mister kere kemplu mulai menjadi sahabat sejak saya masih tinggal di new york. saya lupa bagaimana cerita awal bisa mampir ke rumahnya yang tak pernah gagal membuat kejutan setiap saya membacanya. tapi satu hal yang pasti, kami sama-sama menggemari benda-benda unik boeatan aseli negeri sendiri yang bagi sebagian orang tidak penting, namun selalu membuat kami berdua bahagia. contohnya seperti kemasan rokok dalam poster yang beliau berikan ini. meski bukan kemasan benerannya, tetap saja serasa mendapat harta karun. benda ini adalah hadiah yang diberikan tanpa mengabaikan sisi praktikalitas oleh si pemberi. bentuknya yang cuma berupa selembar kertas photo yang flat, bisa dengan mudah diselipkan dalam koper tanpa penambahan berat yang berarti. kebalikan dari nilainya sendiri yang bagi saya justru tak terukur oleh mata uang manapun. nah, mister kemplu, anda boleh mengaku gombal, tapi hadiah dari anda sama sekali jauh dari gombal. sejak sampai rumah, saya langsung memasukkan poster unik ini ke dalam pigura, dipajang dalam kamar kerja, dipelototi kalau sedang kangen indonesiah, disenyumi kalau tiba-tiba teringat anda! [lho, kok jadi saya yang gombal sekarang...hihihi] ;)
kartu dan cd lagu jadul dari nona cyan.
setelah sekian tahun mengilang, akhirnya saya berjumpa nona cyan lagi di singapura. sang nona masih sama seperti yang dulu. sehat, periang, dan tetap lincah deh! :D darinya, saya diberi sebuah kartu dengan illustrasi lucu buatannya sendiri, juga cd berisi lagu-lagu jadul nusantara yang dibawakan oleh benyamin dan warkop. katanya sih cd musik ini bertujuan untuk melancarkan bahasa indonesia suami saya. tapi sampai hari ini, hadiah dari nona cyan masih saya monopoli sendiri. habis lucu sih! saya dengarkan kalau suami lagi tak ada di rumah, biar gak ada yang protes kalo saya lagi cekikikan. hikhikhik
bantal mogu dari pemuda duren.
pemuda duren yang baik hati dan berperawakan menggemaskan ini adalah partner in crime saya dalam membinasakan dunia gemerlap malam jakarta bersama teman-teman lainnya. *sedaaaapp* di suatu malam, setelah beramai-ramai menjajah sebuah bar, saya bilang tanpa mikir, bahwa dia mengingatkan saya akan bantal mogu di rumah mbak penerjemah yang sering saya abuse dengan cubit-cubit saking gemesnya. ternyata dia adalah penyimak yang baik. sehari sebelum terbang ke newcastle, tanpa disangka datanglah kiriman bantal mogu berwarna biru untuk saya. katanya.. lumajan buat di-abuse kalo lagi bosen di pesawat. hehehehe... sayang bantalnya kegedean buat masuk tas tangan. jadilah saya baru bisa mencubit-cubitnya dengan puas di rumah.
pigura photo dari mbak tomato.
10 tahun lebih umur persahabatan saya dengan mbak tomato. dia adalah salah satu sahabat terbaik yang sudah mengenal saya luar-dalam, dan selalu menjadi orang pertama yang saya beritahu kalo mau pulang kampung. mbak tomato ini rajin sekali memberi saya kenang-kenangan setiap sebelum saya kembali menjadi imigran di negeri orang. tahun lalu dia memberi saya tas tangan, tahun sebelumnya lagi gelang perak, etc. sebelum akhirnya menghadiahi saya pigura photo yang katanya cucok untuk menaruh photo-photo para gebetan [4 gak cukup, mi! hikhik], mbak tomato juga sempat memberi saya buku BULE GILA yang ceritanya lucu setengah mati. tadinya sih saya mau beli buku itu sendiri, namun apa daya ketika mau membayar di kasir, rupiah saya tidak cukup. mau dikasih poundsterling kagak laku. jadilah mbak tomato came to the rescue. saya jadi malyu sendiri. habis itu dia saya traktir makan roti canai dengan jumlah rupiah saya yang saat itu lagi paspasan.
'I LOVE BAKSO' pin dari miss cincau.
aahh... cincauu... sahabat saya dari kuliah ini memang paling bisa membuat saya tersenyum. hekhekhekek... tak seperti tahun lalu dimana kami berdua sering sekali bertemu kaya orang pacaran, tahun ini saya hanya sempat bertemunya 2 kali. dia memang miss sibuk, deh. apalagi dengan petualangan karier baru ya, ci? tapi sesibuk-sibuknya miss cincau, masih sempat juga ia mendapatkan kenang-kenangan dari sebuah distro di bandung. "I LOVE BAKSO" pin ini adalah cendera mata darinya yang konyol, iseng dan... saya banget gitu loh! saya sampai terpingkal-pingkal sendiri ketika menerimanya, sambil mempertanyakan apa hubungan bakso dengan mickey mouse?
sebetulnya ada beberapa hadiah lain yang saya terima dari beberapa teman lainnya namun belum sempat terphoto. oleh yuni jie saya diberi asbak dan kalung cantik dari bali, juga sebuah pigura bertuliskan 'i still believe you are a RED person.' :) dari temen dugem saya, fera-san, saya juga diberi kalung-kalung cantik bernuansa etnik, sementara dari teman saya yang akrab dipanggil sersan, saya dihadiahi cd pengalamannya menjadi seorang model video clip *you go dudeee!*, dan dari keponakan tersayang, saya diijinkan untuk mengadopsi salah satu buku chicklitnya. untuk yang terakhir ini memang judulnya adalah sebuah pemaksaan. *makasih sayang...!* hihihi... :)
loucee said it on 8:05 PM
Sunday, April 02, 2006
• 6 weeks after...
banyak teman juga sanak saudara meminta saya untuk memperpanjang liburan di jakarta. sebuah permintaan yang sangat manis, yang jika hanya menuruti kata hati sendiri akan segera saya kabulkan, tapi pada akhirnya tetap harus saya katakan "tidak... saya harus kembali..."
jakarta adalah sebuah tempat dimana hati saya selalu tertambat. dan sekali lagi... jika hanya menuruti kata hati yang paling dalam, 6 minggu adalah waktu yang teramat singkat untuk melabuhkan jiwa di kota yang telah melahirkan juga membesarkan saya. i found my happiness there.
bagi sebagian orang, apa yang saya lakukan di jakarta mungkin tidak dapat dikatakan sebagai sebuah liburan. hampir setiap hari waktu liburan saya dihabiskan untuk bekerja. bertemu klien dan calon klien, membicarakan project yang sedang dan akan digulirkan, mengunjungi percetakan, membahas budget dan kontrak, juga segunung kegiatan lainnya. but, yet... saya sama sekali tidak keberatan dengan padatnya jadwal kegiatan. karena disela waktu yang membuat saya pontang-panting kesana-kemari, jiwa saya yang selalu merindu akan keberadaan sahabat dan keluarga selalu sembuh terobati.
sahabat dan keluarga...
dengan kesadaran penuh dapat dikatakan telah menjadi sebuah bagian terpenting dalam hidup saya. sampai kapanpun kehadiran mereka tak tergantikan dengan tempat paling indah di muka bumi manapun. new york city yang paling saya cintai sekalipun tak pernah terasa lengkap tanpa sahabat dan keluarga, juga glasgow dan paris yang disebut kota paling romantis, juga tak pernah mampu memberikan kehangatan bagi sebuah hati yang telah menetapkan 'where its home is...' di dalam pelukan jakarta lah saya menemukan kebahagian yang sesungguhnya, di dalam pelukan jakarta lah saya menjadi diri saya yang nyaman, dan ke dalam pelukan jakarta lah saya akan selalu kembali pulang... entah kapan lagi.
to all my dear friends and families in jakarta...
terimakasih banyak untuk kebahagiaan yang telah terbagi dalam the most beautiful 6 weeks of my life. you all are precious to me... nothing in this world could ever replace your space inside my heart. 6 minggu tak kan pernah cukup untuk sebuah kebersamaan yang terlampau amat manis. dan meski permintaan untuk menghabiskan waktu lebih lama dengan kalian semua adalah sebuah tawaran yang begitu kuat menggoda... still... it's time for me to come to other home of mine. 'rumah' yang telah memberikan cinta tanpa pamrih kepada saya, 'rumah' yang kan selalu menaungi ke sudut bumi manapun saya kan berada, 'rumah' tempat saya melabuhkan hati saya seutuhnya, 'rumah' tempat saya berjanji untuk habiskan sisa hidup hingga akhir hayat nanti.
"it's good to be back home, sayang... it's good to be in your arms again..."
loucee said it on 11:03 AM




ARCHIVES
- February 2004
- March 2004
- April 2004
- May 2004
- June 2004
- July 2004
- August 2004
- September 2004
- October 2004
- November 2004
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- August 2007


