Saturday, June 17, 2006
• a question for football lovers in indonesia!
masih tentang sepak bola. apesnya punya suami kritis, olahragawan, dan yang terlebih lagi punya semangat nasionalisme tinggi adalah... saya - yang mendadak jadi seneng banget ngikutin bola - tak pernah dibiarkan menonton pertandingan world cup dengan tenang, tanpa diganggu gempuran pertanyaan.
selama ini pertanyaan favoritnya kepada saya hanya satu: "considering that football is the most popular sport in your country which has 200 million people, how come indonesian football team does not play in the world cup?"
*sigh*
sebagai satu-satunya 'duta indonesia' di apartemen kami, reaksi saya atas pertanyaan yang sarat atas rasa penasaran itu cukup bervariasi:
1. menjawab jujur [bermodalkan pengetahuan saya tentang sepak bola nasional yang basically nihil] dengan kalimat.. "indonesian football? all i know is that we have some crazy hooligans who love to burn our stadium there. but the national team itself? mmmm... i'm not sure if they exist."
2. menjawab dengan sok tau dan sok menganalisa, "well... football might be the most popular sport in indonesia. but the problem is... we don't have the money to build a good football team. remember... unlike france, indonesia is a developing country. i'm sure the fund must be allocated to somewhere more important. like to fight poverty. so yeah.. i guess indonesian football is probably dead... for a good cause..." ;)
3. mengalihkan pertanyaan dengan penawaran... "kamu aku pijetin aja ya, babe? mau yaa? yaaa? yaaa?? just close your eyes, let your mind rest and i will take you to heaven with my killer massage..." *hikhikhikhikk*
dari berbagai session tanya-jawab tentang persepakbolaan indonesia, metode yang ke-3 memang menjadi cara paling mujarab untuk memperlambat kerja otak kritisnya *long live javanese massage!!* sayangnya stamina si tukang pijet tidak sebanding dengan frekwensi pertanyaan yang terlalu sering dilontarkan. sehingga, yang lebih sering saya lakukan adalah... nyengir... menjawab singkat.. "i don't know, babe..."... lalu.... ngacir, ngaduk sayur bayem di dapur.
reaksi yang agak-agak EGP itu memang tak pernah menyelamatkan saya dari serangan pertanyaan selanjutnya. have been living with him for years, membuat saya jadi lumayan terlatih untuk tetap bisa tersenyum [ meski kecut ] saat ia berkomentar... "you are a hopeless indonesian... how come you don't know anything about your own country? how can you improve indonesia if every citizens act like you?"
this could be a too strong statement for some people. but i'm guilty as charged. saya sadar bahwa ada sebuah kebenaran dalam kalimatnya. unlike his wife, suami saya si warga negara perancis itu sangat tau dengan segala sesuatu yang terjadi pada bangsanya sendiri meski bertahun-tahun tak bermukim disana. to me, he's like a walking encyclopedia about france. menaruhnya menjadi peserta cerdas cermat tentang perancis, sudah dipastikan ia akan menggondol hadiah vandel sebagai juara. sering pernyataannya memaksa saya untuk diam-diam berpikir.... kecintaan akan bangsa sendiri tak perlu diekspresikan dalam bentuk yang rumit. and knowing what's going on in your country is definitely a simple way to start.
so, my dear fellow indonesians... please help me out...
mengapa tim sepak bola indonesia tak ikut bertanding di world cup?
semangkok sayur bayem akan saya hadiahkan untuk anda yang bisa memberikan kick-ass answers to kick back some french ass here!
thankyou barbecue... :)
loucee said it on 2:42 AM
Wednesday, June 14, 2006
• soccer nation
saya tak pernah tertarik dengan olahraga sepak bola. tapi tinggal di inggris, negara dimana sepak bola modern pertama kali diciptakan, mau tak mau saya jadi harus ikutan aware dengan hal-hal yang berbau bola.
pertama kali saya terdampar di newcastle, kesan bahwa sepak bola tak hanya menjadi sebuah sport tapi juga sebuah aliran kepercayaan langsung dapat saya rasakan. mulai dari pemandangan penduduk lokal yang sehari-harinya gemar memakai kaos seragam kesebelasan Newcastle United bergaris hitam-putih, toko-toko yang menjual pernak-pernik bola, sampai topik perbincangan favorite dengan supir taxi, penjaga news stand, sampai concierge yang most likely adalah tentang sepak bola juga.
beberapa kali saya pernah terjebak di kerumunan para supporter sepak bola itu. kebetulan apartemen kami terletak tak jauh dari St. James stadium. the home of klub Newcastle United yang maha beken. hampir setiap weekend ada pertandingan dilangsungkan disana. saya tak pernah tau siapa-siapa saja yang sedang bermain disitu. yang saya tau, sebaiknya saya tidak pergi berbelanja ke supermarket yang letaknya hanya beberapa ratus meter dari St. James diatas jam 3 sore, karena saat itu adalah jam bubaran pertandingan bola. kalau saya nekat pergi, maka saya harus melawan arus ribuan supporter berbaju zebra, yang berduyun-duyun berjalan ke arah saya datang. dan terjebak diantara mereka sambil menenteng kantong berat belanjaan berisi daging, sayur dan beras itu bisa jadi pengalaman yang tidak nyaman. mereka tidak rusuh, sih... cenderung tertib malah. tapi saya tetap malas, karena harus berjalan dengan kecepatan gigi 1 dengan kantong belanjaan yang berat.
seiring dengan berlangsungnya world cup, kegilaan orang inggris dengan tim nasional sepak bola mereka yang tengah berjuang di jerman juga tentunya semakin menjadi-jadi. bendera england berwarna putih-merah [bukan union jack milik United Kingdom] sudah marak menghiasi Newcastle sejak berminggu-minggu sebelumnya. mulai dari pub, etalase toko, jendela-jendela apartemen di jantung kota maupun rumah-rumah di suburbia, hingga antena di mobil-mobil yang bersliweran. poster dan banner bertajuk C'MON ENGLAND!! bergambar wajah wanita dan pria yang mukanya dicoreng-moreng hitam-putih juga bertebaran dimana-mana. hampir di setiap toko retail besar seperti Marks & Spencer, Primark, atau Next menjual pakaian dan pernak-pernik putih-merah England. they are just everywhere.
harapan orang inggris akan kemenangan tim mereka di world cup tahun ini memang sangat besar. sebuah website penjual perangkat komputer di inggris sampai memberikan penawaran diskon hingga 60% untuk pembelian laptop jika inggris menang world cup tahun ini. website BBC turut menyiarkan online live coverage yang cuma bisa diakses jika anda online dari inggris. tujuannya supaya penduduk inggris tidak akan 'miss the winning moment' , selain juga untuk mencegah orang-orang bolos kerja hanya karena tidak ingin ketinggalan jalannya pertandingan.
lalu... dengan patriotisme yang tinggi dari orang inggris yang sedang membara seperti sekarang, bagaimanakah dengan nasib pendukung bola dari negara lain yang kebetulan sedang terdampar di negeri ini??
ehmm.. ehmm... suami saya yang menjadi satu-satunya orang perancis di kantornya itu ternyata masih tetap menjunjung tinggi keperancisannya di tempat kerja. meskipun dia pesimis tim perancis bisa sampai babak final atau bahkan memenangkan world cup seperti pada tahun 1998, ia tetap lantang membela tim negerinya sendiri di kantor.
sebagai istri, saya hanya bisa mendukung semangat patriotismenya dengan membawakan bendera perancis sesuai pesanannya saat minggu lalu terbang ke paris. tadinya saya mau beli yang besar. tapi ketika bertanya melalui sms, dia langsung membalas dengan cepat, 'i'm going to put it on the office. just buy the small one, to reduce the risk of having a burning french man in the lab!'
it would be a wise move indeed. but in the end, i still ended up with buying 2 french flags. yang kecil untuk ditaruh di kantor suami, dan yang besar untuk di rumah. kami berdua masih berdebat akan menaruh bendera besar itu dimana. suami ingin menggantungnya di jendela apartemen untuk memberikan variasi pada wajah pusat kota Newcastle yang banjir bendera inggris. tapi mengingat faktor 'love and hate relationship' antara bangsa inggris dan perancis, saya menyarankan untuk menggelarnya di sofa ruang tivi saja. hidden and safe dari jarak pandang para supporter fanatik inggris, namun tetap mudah untuk dipergunakan suami mendukung kesebelasan nasionalnya berlaga. saya sudah memberinya ijin jika ia ingin berlari-lari keliling rumah sambil membawa bendera perancis dari ruang tivi, ke kamar tidur, dapur sampai kamar mandi dengan berteriak-teriak "VIVE LE FRANCEEEEEEEE!!" tetap dengan volume kecil supaya tidak terdengar para tetangga. :) 
*asyik nih.... ada hiburan gratis di rumah.... hikhikhikhik....
loucee said it on 6:35 PM
Thursday, June 01, 2006
• when the lazy bastard goes to the dance class
suami saya adalah seorang olahragawan sejati. tidak ada hari yang terlewatkan tanpa berolahraga, mulai dari berenang, ke gym hingga bersepeda. tentu saja ia sering prihatin dengan istrinya yang justru sangat tidak olahragawati. berkali-kali ajakan berenang barengnya saya tolak mentah-mentah, demikian juga dengan ajakan membentuk perut six-packs di gym, atau juga cita-cita idamannya: bersepeda dari pantai timur sampai pantai barat inggris berdua.
suatu hari ia pernah berkata, "you are the laziest woman i've ever met in life when it comes to do exercise and sport!"
"ehhmm... sorry dear... i have my own way to do exercise." jawab saya datar, "to me, sport should be fun. swimming? doing 20 laps with you? that ain't fun! sit up? to get six-packs tummy? that ain't fun either. it's torturing!! while biking? from coast to coast of england?? puhleasseeeeeeeee...."
"but, there should be a way for you to do some sport."
"of course dear... there's only one way to make my muscles move."
"which is....?"
"DANCE! i dance, remember? in clubs! joget agogo sampe basah kuyub keringetan pake lampu disko, that's my ultimate fun way to do sport."
selain seorang olahragawan sejati, suami saya juga memiliki ingatan yang baik, dan pantang menyerah untuk menjadikan saya seorang olahragawati. suatu hari, ia pulang ke rumah dengan membawa sebuah hadiah special untuk istrinya.
"here..." katanya sambil menyodorkan sebuah brosur, "you said you only want to do dance for sport. i found a place where you can dance in a class."
"but this is not in a club. this is a dance institute!" sahut saya sambil membolak-balik brosur institut tari itu dengan cuek, "no disco ball, no exercise!"
"oh puhleaseeeeeeeeeee..... masa harus ke club melulu to get your muscles working? di tempat ini kamu juga bisa nari. ada macem-macem lagi pilihannya. take a look! dulu waktu kita masih tinggal di new york juga kamu sering ke kelas funk dance di broadway. and you had fun there, didn't you?"
hmm... iya siih...
waktu masih tinggal di new york, ada masa dimana saya rajin melakukan exercise di kelas funk dance. my japanese classmate took me there. tempatnya asyik. orang-orang yang dateng funkeh. instrukturnya pun juga uber keren. kalo ngajar gak pake baju senam atau olahraga, tapi pake street wear paling mutakhir persis seperti street dancer yang ada di video-video klip MTV. berada di kelas itu, sama sekali tidak terasa ada instruktur, ada murid. tapi lebih yang... "you like to dance? let me teach you some move and let's dance together!" and by the end of each session, kami sering mengadu gaya. basic movement yang diajarkan lalu ditambah lagi dengan personal touch disana-sini to give the dance more personality. setiap orang punya style yang berbeda-beda, it was truly.. truly fun! setiap keluar kelas saya selalu merasa bahwa kalimat 'men sana in corpore sano' itu memang benar adanya. healthy and happy!
with that experience in mind, kemarin malam [which means berbulan-bulan setelah menerima brosur dari suami saya yang semakin hari semakin prihatin karena tidak ada tanda-tanda bahwa istrinya akan menjelma menjadi seorang penari/olahragawati], saya akhirnya melangkahkan kaki juga ke dance institute itu bersama seorang teman yang juga sedang merasa butuh berolahraga. atas usul saya, kami berdua mendaftarkan diri di kelas Street Jazz. deskripsi di brosur yang mengatakan... 'a fast and funky fusion of lyrical jazz, hip-hop and b-boy fun that will test your stamina and fitness.' mengingatkan saya akan kelas funk dance di new york dulu. seharusnya tidak akan jauh berbeda. dan seharusnya lagi... it's going to be fun!
well... i was wrong...
lain padang, lain belalang. lain new york, lain pula newcastle!
for a start, unlike new york class yang hanya 1 jam, kelas ini memakan waktu 1,5 jam. 45 menit pertama dihabiskan dengaaaaaaaaannn.... sit up dan push up!! saya yang sudah membayangkan akan menjadi penari MTV, malah terlempar kembali ke jaman kuliah, dihukum oleh senior saat menjadi mahasiswa baru di acara ospek. mau keren-kerenan bergaya street style, malah meringis kesakitan menahan otot perut yang sedang di-crunch. brengsek! udah bayar, masih disiksah pulak! ini namanya jebakan betmen.
45 menit berikutnya pun juga tidak menjadi lebih baik. kami memang diajarkan beberapa hip-hop movement. tapi bedanya dengan instruktur new york yang sangat santai dan 'anak jalanan', instruktur newcastle ini nampaknya benar-benar seorang penari profesional yang mengutamakan gerak badan yang sempurna. mending kalo gaya yang diajarin gampang, lah ini... menurut saya sih agak-agak perlu kemampuan akrobat, dan dalam kasus saya adalah... muzizat!! lompat-lompat aje mah gue jago deh, tapi kalo urutannya: lompat-jongkok-putar kakinya 360º masih sambil jongkok-balik badan-lompat-buka kaki-jongkok-jatuhin badan ke kiri-ngesot! ehmm... ehmmm... in the end gue cuma nangkepnya: lompat-ngesot-lompat-ngesot! selesaiii!! pulang yuuuuuukkkkk.......
forget about being healthy and feeling happy. keluar kelas, tubuh kami berdua rasanya remuk redam seperti baru digilas bus malam. setiap melangkah turun tangga, kaki saya gemetaran... "anjizz.. gue berasa kaya nenek-nenek gini nih, bok!" ujar saya sambil pegangan tembok.
"kapok gue, louc!" kata teman saya dengan wajah tak kalah menyedihkan.
malam itu, begitu sampai di rumah saya hanya sanggup berdiri di dapur selama 1 jam untuk masak makan malam. sisanya, saya hanya bisa selonjoran di sofa, ditemani suami yang tak bisa berhenti tertawa bahagia meskipun muka saya sudah dilipet-lipet kaya origami burung bangau.
"somebody got her muscles worked out tonight!!!!" katanya sumringah.
"whatever...."
"gak papa babee... sakit dikit. that means... otot-otot kamu sedang bekerja! besok pasti lebih sakit lagi..."
"bloody hell..."
"minggu depan balik lagi doonngg?"
"yeah... you wish!"
"oh c'moonnn... masa segini aja nyerah?"
"gak! gue kagak mau di-ospek lagi!"
"tapi, masa gak mau nari lagiiii?"
"hmm... mau sih..."
"sooo...??"
"saya mau ngambil kelas yang lain aja. no more sit-up, push up and turning your feet 360º while squatting at the same time."
"and that would be..... what class?"
saya mengambil brosur yang tergeletak di coffee table, membuka halamannya dan mencari daftar kelas yang ditawarkan.
"nih!... saya mau ngambil kelas ini!"
"apa nih?"
"SALSA!"
"you sure?"
"iye! deskripsinya bilang... this cuban style salsa includes Cumbia, Danzon, bla.. bla.. bla... dan yang paling penting ada kalimat... wear a hard soled shoe with a HEEL!!"
"what's so important about wearing heel?"
"it's berryy important. karena cuma instruktur edan yang akan tega menyuruh muridnya sit-up, push-up, squatting atau muter-muter kaki 360º pake heel!"
with that said, the lazy bastard is coming back next week!!!! with bloody heel!
loucee said it on 6:37 PM




ARCHIVES
- February 2004
- March 2004
- April 2004
- May 2004
- June 2004
- July 2004
- August 2004
- September 2004
- October 2004
- November 2004
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- August 2007


