Tuesday, August 15, 2006
• banning the italian
soo... perancis kalah melawan italy di piala dunia. apakah saya sedih? jawabannya: biasa. but how about my french husband? well.. that's a different story of course.
final piala dunia memang tak kami tonton bersama. i was in Hawaii, and he was in Paris, watching the game in zidane's shirt with some friends. jadi, saat bertemu kembali di Newcastle, saya merasa berkewajiban untuk bertanya... "how are you feeling, babe?", dan dia hanya menjawab singkat, "f@#king italian!!"
normal rasanya jika kekecewaan itu masih tertoreh di sudut terdalam hati perancisnya hingga berminggu-minggu kemudian. just like the rest of french people yang tak bisa melupakan pahitnya kalah dari italy juga tandukan kepala zidane ke dada materazzi, suami saya perlu waktu untuk melupakan tragedi di piala dunia itu. dan kini segala hal yang berbau italy menjadi sebuah hal yang tidak disukai dan sudah layak dan sepantasnya harus dihindari!
talk about fanatik patriotik. 3 hari sesudah pulang, saya mengajaknya makan malam keluar. bosan pergi ke tempat yang itu-itu saja, saya lalu melontarkan ide untuk mencoba sebuah italian restaurant. yang dengan napsunya dibalas... "are you kidding me??? there's no way i'm gonna eat in an italian restaurant!"
wuiih... galak!
padahal, saya sempat menghadirkan menu pasta carbonara untuk makan malam sehari sebelumnya yang tandas dilahapnya. mungkin saat itu dia lupa bahwa pasta carbonara adalah sebuah italian cuisine. tapi lebih mungkin lagi, karena dia tak punya pilihan menu lain selain masakan istri. hehe...
weekend kemarin kami kedatangan tamu. roselyn, seorang teman baik berkebangsaan perancis yang tinggal di glasgow. it's been a while since we met her last time. jadi, selain saling meng-update kisah hidup masing-masing, kami juga membahas perihal piala dunia, termasuk kelakuan anti-italy suami sejak perancis kalah.
"oui.. oui... c'est normal kalau dia kecewa. seluruh perancis juga bete kalah dari italy.." katanya sambil menuang orange juice di meja makan saat makan pagi.
"ya.. tapi dia gak konsisten... diajak ke restoran italy gak mau, tapi disuguhi pasta di rumah ya ludes juga.... haha..." ujar saya sambil mengaduk secangkir kopi susu.
"no..no.. that's different.." kata suami, "pastanya merk apa?"
"Marks & Spencer." jawab saya.
"kalo begitu gak papa. itu pasta inggris. kalo kamu beli pasta merk DeCecco, saya gak mau makan." katanya cuek.
"ih.. maksa!"
"ya.. saya mau lebih selektif sekarang. no more italian products for me." ujarnya sambil memulas Nutella di roti panggangnya.
"you know laurent.." kata roselyn sambil memperhatikan suami saya, "Nutella itu produk italy lho!"
"ah, masa? loucee beli ini di perancis kok."
"no, babe. saya beli di supermarket sini." kata saya sambil tersenyum.
suami saya lalu mengangkat dan mulai memperhatikan toples kaca Nutella di genggamannya... "hmmm... Nutella... Ferrero..."
roselyn terkekeh... "Ferrero is italian, you know! hehehehe..."
"NO WAYYY!!" ujarnya sambil langsung menaruh kembali toples Nutella ke atas meja dengan tatapan anti, "saya gak mau makan Nutella lagi mulai sekarang!"
"yang benerrrr... kamu kan suka banget Nutella." kata saya sambil meraih kembali Nutella di atas meja, "lagipulaaaaaa...." saya mulai membaca tulisan di labelnya, " it is written here... MADE BY FERRERO FRANCE for FERRERO UK Ltd."
"ah, OUI?" kata suami dengan mata berbinar, "kalo gitu, sinih! kembaliin! selama dibuatnya di Perancis, gak disentuh those bloody Italian, saya bisa makan!"
*dasar! gak konsisten!*
loucee said it on 3:27 PM
Monday, August 14, 2006
• flying in the 21st century
setelah sempat dibatalkan, hari ini suami saya akhirnya berangkat juga ke Boston. perjalanan bisnis yang semestinya melewati London untuk transit, dialihkan ke Schipol-Amsterdam untuk menghindari Heathrow yang sampai hari ini masih ruwet. meskipun demikian, 'keruwetan' tetap terjadi di rumah semalam sebelum berangkat. one question that kept being asked by him was... "what can i take to the plane?"
no-handbag policy yang masih diterapkan oleh airport-airport UK mau tak mau akan membuat calon penumpang lebih berhati-hati memilih barang bawaannya. policy yang hanya memperbolehkan penumpang untuk membawa paspor, dompet, boarding pass, kunci and some necessary items tak berjenis cairan yang ditempatkan di plastik bening ini pada akhirnya memang sangat membatasi semua orang di dalam pesawat.
"this is really retarded!" katanya sambil mencari kantong plastik bening di rumah, "what am i gonna do during the 6 hours trip? no mp3 player, no laptop, no books or magazines... it's boredom!"
yup! welcome to the 21st century, people! dimana perjalanan dengan alat transportasi paling canggih menjadi hal yang sangat membosankan or should i say... terbelakang? saya sudah bisa membayangkan betapa 'mati gayanya' perjalanan pesawat suami saya kali ini. meski tak ikut, kebijakan baru yang gosipnya akan diterapkan untuk seterusnya ini cukup membuat saya bete. bayangkan... seandainya suatu hari nanti saya harus terbang pulang ke indonesia. by then, we are not talking about 6 hours flight only, but almost 24 hours with lay overs here and there. mau ngapain aja, jeeeekkkk???
"i hope you'll gonna have some entertainment on the plane. there should be personal televisions on every seat. so, then you can watch some movies or listen to musics." ujar saya menenangkan.
"yeah, i know. sometimes it's still boring, though."
"well.. at least, you are lucky you'll be traveling with your coworkers on the plane. imagine if you have to travel alone."
"that's the thing also. we wanted to discuss the project during our flight. but we can't bring our laptops. and i'm not even sure if we can bring a pen to write for godsake! it's really back to basic, don't you think?"
true.. true... back to basic indeed. which instantly reminds me of other consequences that follow the no-liquid policy. one of them is.. your personal hygiene. bayangkan, anda terbang selama 24 jam. tak boleh membawa odol, sikat gigi, deodorant atau minyak wangi di dalam pesawat. can you imagine what's gonna happen by the time you meet your families or friends at your final destination? kegiatan peluk-cium antara penumpang dan penjemput di airport mungkin akan menjadi pemandangan yang sangat langka di hari-hari mendatang. penjemput yang sudah menyimpan rindu harus berpikir dua kali sebelum memberi pelukan atau ciuman. resiko pusing atau bahkan pingsan akan sangat mungkin terjadi saat yang dijemput nongol dan berkata, "HALLO SHAAAYAANGGG... HAAAPPAA KHAABHHAARRR???" hikikhikhikhik... :)
loucee said it on 5:18 PM
Thursday, August 10, 2006
• airport security
hari ini, sebuah ancaman teroris yang rencananya akan meledakkan beberapa pesawat terbang sekaligus dari UK ke US terungkap sebelum sempat terjadi. 21 orang yang dicurigai terlibat ditangkap. serangan yang katanya bisa jadi lebih dahsyat dari 9/11 itu menyebabkan penutupan seluruh airport di Inggris untuk beberapa saat. Heathrow Airport, sampai saat saya menulis postingan ini, juga masih menutup jalur penerbangan pesawat yang datang dari negara-negara eropa. sementara jalur penerbangan keluar UK ditunda untuk waktu yang tidak jelas.
suami saya yang seharusnya dikirim ke Boston awal minggu depan juga terkena imbasnya. perjalanan untuk urusan pekerjaan ini terpaksa dibatalkan oleh pihak perusahaan. padahal dia sudah sempat beli beberapa tiket pesawat ke kota-kota lain di Amerika untuk mengunjungi beberapa teman. and they are non-refundable. *hiks..*
mereka yang biasa berpergian naik pesawat di Amerika atau Eropa pasti tau persis. bagaimana peristiwa 9/11 merubah cara penumpang melakukan traveling dengan pesawat. pemeriksaan sebelum masuk airport lounge yang beberapa kali lipat lebih ketat. pintu detektor dibuat menjadi lebih sensitif yang kadang harus dilewati tanpa alas kaki, perhiasan, jam tangan dan ikat pinggang. laptop harus dikeluarkan saat melewati mesin x-ray. dalam beberapa kasus, petugas bisa meminta anda menyalakan laptop just to make sure. dan juga benda-benda tajam termasuk gunting kuku sekalipun yang kini tidak diperkenankan dibawa di tas tangan. hari ini bahkan airport-airport di UK menerapkan peraturan baru. tas tangan sama sekali tidak diperkenankan masuk pesawat. penumpang hanya boleh membawa paspor, dompet, makanan dan popok bayi yang harus ditaruh di tas plastik bening yang disediakan maskapai penerbangan.
sebagai frequent-flyer, saya sendiri lama-lama terbiasa dengan ritual semacam ini. saya juga jadi terbiasa untuk mempersiapkan perjalanan dengan peawat lebih detail lagi. memeriksa betul-betul isi tas tangan sebelum berangkat, memakai sepatu bersol karet, juga melepas perhiasan dan ikat pinggang jika perlu. agak sedikit repot mungkin. tapi lebih baik begitu daripada harus tertahan lebih lama di security checkpoint.
dari seluruh perjalanan pesawat yang pernah saya lakukan sejak 9/11, boleh dibilang pemeriksaan security di bandara Schipol-Amsterdam lah yang saya pikir paling ketat diantara bandara lain yang pernah saya singgahi. tempo hari, dalam perjalanan dari Amsterdam ke Honolulu melalui Seattle, untuk pertama kalinya saya harus melakukan passengers' background check interview. hal-hal yang ditanyakan tidak hanya berkisar tentang siapakah yang mem-packing kopor anda? atau apakah kopor anda selalu bersama anda sepanjang waktu? tapi sungguh-sungguh mengecek siapakah anda sesungguhnya?
waktu itu, saya sebetulnya sudah duduk tenang di gate ruang tunggu tempat boarding pesawat. namun 1 jam sebelum boarding time, calon penumpang diminta untuk keluar dan antre lagi di luar ruang tunggu. sekitar 7 orang petugas keamanan lalu menaruh beberapa podium dan berdiri di belakangnya. lalu calon penumpang satu demi satu masuk untuk diwawancara oleh seorang petugas.
sambil berdiri menanti giliran, saya sempat memperhatikan. rata-rata interview berlangsung sekitar 10-15 menit. mereka memeriksa boarding pass, paspor, juga tas tangan. yang mencuri perhatian, kebanyakan mereka yang berwajah timur tengah atau india biasanya ditanya lebih lama dibanding mereka yang berkulit putih atau kuning. you wonder why...!
saya sendiri tak terlalu tau pertanyaan macam apa yang akan mereka lontarkan sampai giliran saya tiba. petugas berwajah india tanpa ekspresi itu mengambil paspor dan boarding pass saya...
petugas: so.. you are indonesian, huh?
saya: yes, i am.
petugas: where are you traveling from?
saya: Newcastle, UK
petugas: what were you doing in UK? vacation?
saya: no... i live there.
petugas: yeah? what do you do? study?
saya: no, i work. as a part-time graphic designer
petugas: how long have you been living in UK?
saya: since early 2006
petugas: where were you before then?
saya: i was living in France.
petugas: France, huh? do you have a schengen visa, here? *membolak-balik paspor*
saya: uhmm... i have a permanent residency from France. *menunjuk halaman carte de sejour di paspor*
petugas: how did you get your permanent residency in France?
saya: uhmm... by marriage. my husband is french.
petugas: oh, really? what does he do?
saya: he's a scientist.
petugas: ... and how did you meet him?
saya: *bingung*... in New York
petugas: when did you get marry?
saya: uhmm.. on 27th.. oh.. wait 28th of July 2004.
petugas: *tersenyum* how come you don't even remember your own wedding date?
saya: oh please... i remember. you are just making me nervous here!
petugas: do you love him?
saya: HEEE???
petugas: haha.. no.. no.. i'm just kidding! i believe you love him.
saya: *sigh*
petugas: so, where is he now? he's not traveling with you? where is your final destination on this plane?
saya: oh, i'm going to Honolulu. he has to work.. so yeah, can't come.
petugas: what are you doing in Honolulu? vacationing alone?
saya: well... my best friend is getting married there. so i won't be alone.
petugas: have you been to US before?
saya: i lived in New York before.
petugas: wait.. wait.. wait.. you are making me confused here. you said you lived in France before.
saya: well.. i also lived in New York before lived in France.
petugas: hmm... any other places you have ever lived in, beside New York and France?
saya: Glasgow.
petugas: and when was that?
saya: after New York, before France.
petugas: you are really making me confused here.
saya: my life has been very confusing lately... *sigh*
petugas: so you are an Indonesian citizen who now live in Newcastle, England. have a permanent residency from France. met your french husband in New York, got married... uhmm where did you get married?
saya: New York and Indonesia
petugas: haa? twice?
saya: twice to the same man. the other one is only for the celebration
petugas: ah.. i see.. celebration... and other than Newcastle, France, and New York you also had been lived in Glasgow, correct?
saya: precisely!!
petugas: hmm.. you've been all around!
saya: you bet...
petugas: a citizen of the world, huh?
saya: you may say so.
petugas: well... looks like it's safe enough to put you on this flight. you are cleared to board the plane.
saya: thank you, sir!
honestly, saya gak akan terlalu heran... kalau saja wawancara itu dilanjutkan, petugas akan mulai bertanya tentang hobby, cita-cita, dan mungkin juga kata-kata mutiara. *sigh*
loucee said it on 6:01 PM
Wednesday, August 09, 2006
• selengkapnya hawaii!
sebagai seorang yang gemar traveling, saya memiliki daftar tempat yang harus dikunjungi suatu hari nanti. Brazil, Greece, South Africa, dan Iceland adalah 4 diantaranya. tapi Hawaii? selama ini tak pernah terbersit dalam benak untuk menambah kepulauan di tengah Samudera Pacific itu pada daftar tadi. why? hmm.. nothing in particular, sih. mungkin karena saya kenal banyak orang yang sudah pernah pergi ke sana [jadi agak mengurangi tantangan karena berarti terlalu 'biasa'], mungkin juga karena Hawaii adalah negara bagian Amerika dan saya sudah pernah tinggal di Amerika cukup lama, mungkin yang lain lagi adalah karena tempat itu sudah terlanjur saya identikkan dengan pantai dan surfing. padahal saya tak terlalu suka berjemur di pantai, berenang di laut, boro-boro surfing, jadi ya... memang tak pernah terpikir.
saya juga tak terlalu berharap akan menemukan tempat yang gimana-gimana amat saat memutuskan terbang ke Hawaii. pra-keberangkatan saya lebih semangat ketemu teman-teman ketimbang memikirkan lokasi pertemuan itu sendiri. jika biasanya di dalam pesawat saya sudah bisa excited membayangkan tempat tujuan [apalagi jika belum pernah kesana], perjalanan dari Newcastle ke Honolulu lebih banyak saya habiskan dengan melamun, mengosongkan pikiran supaya tak terlalu bete menunggu di airport atau duduk di pesawat selama 24 jam.
tanpa disangka, sikap tak mengharap apa-apa itu membuahkan kejutan yang amat menyenangkan. pikiran, "oh.. well, this is just gonna be another beach trip in US..." langsung berubah total beberapa hari sejak menjejakkan kaki di Hawaii. banyak hal menarik yang ditemukan meski selama 2 minggu penuh hanya saya habiskan di Honolulu. temuan apa saja? berikut catatannya...
Hawaii = US? really?
Hawaii boleh jadi salah satu negara bagian Amerika sejak tahun 1959. tapi kesan pertama yang saya dapat begitu sampai disana adalah... hmm.. this is like another different world. tak seperti states lain yang pernah saya kunjungi, di Hawaii saya sama sekali tak merasa sedang berada di Amerika... tapi lebih berada di Asia. possibly karena bentuk gedung-gedung dan pohon-pohon yang mengingatkan saya pada daerah tropikal di negara Asia, atau karena beberapa sudut kota yang mirip dengan Singapura, atau juga karena orang-orang yang saya temui didominasi oleh kulit asia atau pacific/islander instead of kulit putih, dan yang pasti karena accent bahasa inggris yang saya dengar.. sounds very different from normal american accent.
Hawaii = a mix of people
New York City is famously known as a melting pot. saya rasa Hawaii pun demikian. but.. in a slightly different way. jika orang-orang dan campuran budaya New York didominasi oleh mereka yang datang dari sebelah timur Samudra Atlantik [Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika] di Hawaii percampuran itu didominasi oleh mereka yang datang dari sebelah barat Samudra Pasifik [Asia, Oceania]. berjalan-jalanlah di daerah Waikiki, maka anda akan melihat banyak signage memakai bahasa inggris dan jepang. lalu di daerah downtown Honolulu, jumlah kulit kuning/coklat yang lalu lalang boleh dibilang seimbang dengan para kulit putih, selain wajah-wajah hasil percampuran antara kedua warna kulit itu yang juga bertebaran dimana-mana. the good thing about this is... meski datang sebagai turis, saya tak pernah merasa dilihat sebagai 'orang asing' disini. tentunya beda jika saya berjalan-jalan di Newcastle, dimana sampai hari ini pun saya selalu merasa jadi turis nyasar diantara para geordie.
Hawaii = one big happy family
laid back and friendly, adalah 2 kesan yang langsung saya tangkap dari orang-orang di hawaii. entah apa karena saya turis, jadi mereka merasa berkewajiban untuk berbaik-baik dengan saya. i guess not... karena di New York, para newyorker bisa dengan mudahnya menjadi bitchy dengan para turis. kekeluargaan juga menjadi salah satu sifat yang dominan di Hawaii. Ali'i, tour guide tampan [tampak dalam gambar.. :P] yang menemani perjalanan saya dan teman-teman ke luau, menjelaskan bahwa di Hawaii setiap orang dipanggil cousin untuk menggambarkan eratnya rasa persaudaraan diantara mereka. kami sendiri juga diminta memanggilnya dengan sebutan Cousin Ali'i daripada Mister Ali'i. perihal cousin ini pada akhirnya sempat menjadi bahan bercandaan saya dengan teman-teman. setiap kami termehe-mehe melihat cowo ganteng di luau, ada aja yang nyeletuk, "gak boleh, hoooiiiii! masih sodara! ntar incest..." hihhihihii...
Hawaii = english, hawaiian, and many more!
New York dan Miami menggunakan spanish sebagai bahasa ke-2 setelah inggris untuk berkomunikasi. sementara Hawaii memiliki dua bahasa resmi sekaligus; english and hawaiian, selain bahasa tagalog dan jepang yang diakui sebagai bahasa ke-2 dan ke-3. mungkin karena itulah aksen bahasa inggris orang Hawaii terdengar berbeda [dan somehow lebih mudah dimengerti] dari mainland Amerika. bahasa hawaiian sendiri menurut saya bisa terdengar cukup ajaib di telinga. cukup challenging juga sih untuk mengingat nama-nama jalan atau tempat dalam bahasa hawaii yang sempat saya kunjungi disana. *dasar lemot!* hueheuhe...
Hawaii = a natural wonder
sebagai seorang gadis metropolis tulen *halaahh..* sebetulnya saya biasa saja kalau diajak ke tempat dengan pemandangan alam yang menurut banyak orang indah nian. saya akan lebih menikmati tempat-tempat yang punya gedung berarsitektur menawan ketimbang mengagumi gunung dan lembah. tapi di hawaii... waw... ini dia! sebuah tempat dimana pemandangan alamnya dengan mudah bisa menggetarkan kalbu seorang gadis metropolis. gunung bertekstur keriput, bertemu langsung dengan laut biru. pantai putih bersih dengan ombak besar bergulung cantik di kejauhan. hmm... cantik!
Hawaii = mystical
Bali punya saingan! tanpa perlu dikaruniai kekuatan paranormal, di Hawaii anda pasti bisa merasakan kemistisan tempat ini. :) orang Hawaii sangat menjaga kepercayaan dan ritual yang diturunkan oleh nenek moyang mereka. jika di Bali ritualnya lebih untuk menyembah dewa-dewa agama Hindu, di Hawaii ritual mereka dipersembahkan untuk alam. gunung, laut, angin, hujan, ombak dipercaya memiliki jiwa. tahukah anda, bahwa setiap gerakan dalam tarian hula sebetulnya adalah bentuk pemujaan terhadap unsur-unsur alam tadi? saya sih baru tau... :) contoh yang lain lagi adalah ketika sesaat sebelum pertunjukan di atas panggung luau dimulai, pembawa acara mengajak seluruh pengunjung untuk berdoa bersama. doa dibawakan dalam bahasa hawaii yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa inggris. isinya adalah meminta ijin dan perlindungan dari alam semesta untuk menjaga kelancaran acara.
and of course... Hawaii = THE FOOD!!
nah.. ini dia! haduuh... tobat! satu hal yang tak pernah saya sangka adalah Hawaii ternyata menyimpan begitu banyak jenis makanan yang sungguh nikmat. saya tak tahu apakah pendapat ini timbul akibat terbiasa disiksa makanan inggris yang rasanya hambar, sehingga ketika bertemu dengan hidangan yang mendekati selera asal langsung kalap. disana untuk pertama kalinya saya mencoba Musubi [nasi berbentuk kotak - mirip sushi tapi lebih besar- dengan spam/chicken teriyaki terbalut rumput laut], Okonomiyaki [pancake jepang], Spicy Ahi Poke [chunk of raw tuna dicampur mayonaise dan telur ikan], Kalbi [iga sapi panggang], Giovanni's Shrimp Scampi [udang dimasak dengan garlic dan mentega], Kalua pork [oink-oink panggang dimasak dengan lava stone], Squid Luau [daun talas + cumi kuah santan], Lomilomi Salmon [acar salmon + tomat], Laulau [pepes daging] dan juga Malasadas [donat tanpa lubang yang teksturnya lembut dan mak nyess di lidah.. :P]
well.. there you go! some new things i discovered in hawaii. masih banyak hal lain yang tak kalah menariknya dari yang sudah disebut diatas. tapi daripada cuap-cuap terus dan malah jadi membosankan, gimana kalo saya ajak anda mendengarkan cerita sambil menikmati gambar! mariiii.....
loucee said it on 2:08 AM
Friday, August 04, 2006
• nina's wedding - the long overdue story
pengantar:
siapa bilang liburan itu menyenangkan? jika liburannya terlalu gembira, begitu usai si pelaku liburan bisa tiba-tiba merasa bahwa dunia nyata adalah sebuah tempat yang menyebalkan!
itulah yang terjadi pada saya, sodara-sodara... *hihi* yang di waktu belakangan ini sibuk bergulat dengan side effect liburan yang terlalu menggembirakan tsb. yang kemudian menjadi berlarut-larut hingga membuat saya kedodoran dalam memenuhi deadline pekerjaan, dan juga... mengupdate blog.
jadi... mohon maaf ya.. jika anda sudah terlanjur kesal menunggu. karena janji tetaplah sebuah promise... :) so, as promised.. berikut adalah sepenggal cerita liburan yang sempat saya tulis 1 paragraph, lalu saya tinggal, dan akhirnya terselesaikan meski masih sebagian.
selamat menikmatih!
--------------------------------------
alkisah tersebutlah 11 orang sahabat, yang menjalin pertemanan dari jaman SMA. masing-masing dari mereka berasal dari latar belakang budaya yang berbeda [ada jawa, batak, kalimantan, tionghoa] dengan sifat berbeda [ada yang gila, serius, error, sensitif, rajin, ajaib, nyentrik], dan interest yang berbeda-beda pula [ada yang seneng gambar, teriak-teriak, olahraga, nyanyi, main drama, baris-berbaris, main drum, ngitung bon belanjaan, etc]. namun somehow perbedaan itu tak pernah menjadi masalah berarti. hingga sampai hari ini, 11 tahun berselang, persahabatan itu tetap erat terjalin meski masing-masing sudah tinggal berjauhan, terpencar di berbagai belahan bumi mulai dari di Jakarta, Shanghai, San Fransisco, Melbourne hingga Newcastle.
adalah nina, seorang sahabat yang kini tinggal di San Fransisco. yang sejak SMA sudah dimaklumi jika memiliki kelakuan yang cukup nyentrik *hihi* ;P. ia adalah salah satu teman sekelas di SMA. teman nyontek, teman gosip, teman curhat, teman main drama, teman bernyanyi sambil bergaya bombastis, juga teman ngepar [mengunjungi pesta ulang tahun orang tanpa diundang, bersuka ria disana, makan kenyang, joget-joget, dan membawa pulang door prize jika sedang beruntung. :P]
terakhir saya bertemu nina waktu mengunjungi west coast tahun 2001. saat itu dia punya pacar yang sudah dipacarinya selama 5 tahun. usia pacaran yang termasuk lama dalam ukuran saya, dan boleh dikategorikan cukup ser-i-us. namun nina memang tidak suka ngebut di jalan tol. meski sudah didesak kanan-kiri, atas-bawah, depan-belakang, ia lebih memilih untuk menjalani hubungannya dengan kecepatan kura-kura lansia. kata 'menikah' tidak pernah tercatat dalam kamusnya. sehingga 5 tahun kemudian, ketika mendengar kabar bahwa nina akhirnya akan melepas status lajang bersama pacarnya yang setia, bersukacitalah sahabat-sahabatnya. dalam undangan yang dikirim melalui email di yahoogroups, ia hanya menulis singkat... "nyerah juga nih, akhirnya! please come girls.. i need some support!" :)
support itulah yang akhirnya bisa kami berikan kepada seorang sahabat. tak tanggung-tanggung, kami yang available; 2 sahabat dari Jakarta, 1 dari San Fransisco, dan saya sendiri dari Newcastle berbondong-bondong terbang ke sebuah pulau terpencil, untuk menghadiri hari terpenting dalam hidup nina di.... HAWAII!!
~ boleh sambil denger Henehene Kou Aka supaya lebih terasa hawaiinya~
yes people... that's where i went for 2 weeks of vacation [selamat kepada anda yang tebakannya tepat! :P]. a beautiful, breathtaking place with too many new interesting things to see. but... i'm not going to tell you about the place now.. mari kita kembali ke topik awal tentang nina, her wedding, and her best friends... :)
tentu... tak ada yang pernah menyangka, bahwa pada suatu hari sebagian kecil dari kami akan berkumpul lagi di sebuah tempat terpencil di tengah samudra pacific. ungkapan-ungkapan seperti "gile yeee... bisa ngumpul lagi disini!" beberapa kali terlontar saat kami sedang berjalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati surfer-surfer tampan, memilih kacamata cengdem di pasar turis sambil mencoba topi cowboy, atau menari conga di lantai dansa malam sebelum pernikahan berlangsung dimana sang calon pengantin berhasil dibuat tak sadarkan diri karena terlalu banyak dicekoki cairan memabukkan. hueheuheuheuee....
meski kami semua sempat was-was bahwa calon pengantinnya tak akan bisa bangun keesokan harinya, pernikahan nina tetap berjalan lancar dan menjadi moment yang amat sangat berkesan untuk semua yang hadir. diadakan di tepi pantai dengan iringan ukulele dan disaksikan oleh keluarga dan teman dekat yang berjumlah tak lebih dari 25 orang, it was one of the most beautiful wedding i've ever been in my life. intim, hangat, simple, jauh dari ribet. saya sendiri beserta seorang sahabat didaulat nina untuk menjadi bridesmaid. it was an honor for us of course, apalagi kami berdua belum pernah merasakan jadi bridesmaid sebelumnya... [kita norak banget ya, be... hihi... :D]
acara pernikahan nan simple itu kemudian dilanjutkan dengan naik bis ke sebuah luau. bagi banyak orang, pesta pernikahan yang diadakan di pinggir pantai bersama ratusan turis tak dikenal mungkin bisa jadi cara yang cukup beda dari biasa. but hey... we all had a good time! nina dan pacar eh.. suaminya really knows how to make her guests had a BLAST! after all kami semua datang juga tak ubahnya turis yang begitu bersemangat tak hanya untuk merayakan pernikahan seorang sahabat, tapi juga menikmati berbagai atraksi tradisional hawaii di luau. saya juga sempat mencicipi rasanya menjadi 'hawaiian villager'. meski sebenernya agak sedikit terjerumus sih. berdua bersama salah satu groomsmen yang lucu *hi, ton!* kami bergabung dengan beberapa 'korban penjerumusan' lain. memakai rok rumbai-rumbai, bertelanjang kaki, berlari-lari di atas pasir, lalu menari-nari dan megal-megol di pinggir pantai berlatar sinar matahari terbenam, ditonton oleh ratusan pengunjung luau. HA!
malam itu, bersama para turis lainnya, kami menyantap makan malam dengan menu hawaiian food yang omaygat... super dooper YUMMY!! apa saja menunya? mmm... banyak... tapi salah satunya yang sampai hari ini masih teringat kelezatan rasanya adalah Kalua pork, alias oink-oink panggang yang dimasak dengan cara mengubur di dalam tanah bersama lava stone. hidangan kami santap diselingi suguhan musik dan tarian hawaii di atas panggung yang ditarikan oleh pemuda-pemudi nan ganteng dan cakep nian. by the end of the night, kami juga sempat naik panggung [rame-rame sih... sama anak balita juga.. hihi] untuk belajar menari hulla!
yes.. yes.. it was one hell of experience indeed for all of us!
tak pernah ada satupun dari kami yang pernah menyangka bisa dipertemukan kembali dalam sebuah kesempatan unik seperti ini. hawaii, pernikahan, 5 orang sahabat... sampai kapanpun perjalanan ini kan selalu terkenang. dan untuk nina... selamat ya, dear... welcome to the club! thank you for inviting all of us. have fun with the new life and... just enjoy the ride!! :)
loucee said it on 4:32 AM




ARCHIVES
- February 2004
- March 2004
- April 2004
- May 2004
- June 2004
- July 2004
- August 2004
- September 2004
- October 2004
- November 2004
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- August 2007


