human - blog

Monday, January 08, 2007

• sekolah dengan otak kiri

temen saya bilang, "master yang sekarang harusnya lebih gampang ya, louc?"

"ah, gak juga!" jawab saya sambil sedikit mengernyitkan dahi

"ya paling gak kan lo udah tau strategi dan selah jadi pelajar master.." katanya lagi dengan super yakin

wah.. pendapat yang sangat over-rated. karena fakta yang terjadi sangat berbanding terbalik dengan 'tuduhannya'. program MA Design Management yang sedang saya ambil justru membuat saya lebih kebakaran jenggot dari segala studi yang pernah saya tempuh di masa lalu. rasanya otak saya dipaksa bekerja dua kali lebih berat dari biasanya, dan stressnya? ampyuunnn.... jangan ditanya.

kok bisa?

well... jawabannya simpel saja... sekian tahun saya sekolah design; S1 dan S2. belajar design tentu agak berbeda dengan belajar subject lainnya. seumur-umur jadi mahasiswa, belum pernah saya menulis essay sebanyak yang saya tulis sekarang. membaca text-book? walah... ada juga liat-liat photo dan gambar di buku untuk cari inspirasi. dan begadang sampai subuh juga lebih banyak dihabiskan dengan ceklak-ceklik mouse di Adobe Ilustrator atau Photoshop dibanding melotot di depan MS Words atau Excel.

sebagai mahasiswa design, saya terbiasa belajar dengan menggunakan otak kanan. that's a fact! untuk kapasitas otak saya [yang pernah dicurigai oleh seorang teman SMA bahwa isinya adalah kanan semua] ini jauh lebih mudah dan tentu saja... lebih menyenangkan! belajarnya dari hati... cinta dan tak pernah merasa terpaksa. makanya saya memilih profesi graphic designer, bukan lawyer, atau accountant, atau profesi apapun yang cenderung berotak kekiri-kirian. hihihi...

dengan latar belakang tsb, tentu saja ada hal-hal yang harus dirubah ketika saya masuk kuliah lagi di Northumbria. kekagetan di minggu-minggu pertama tentu sempat terjadi... apalagi begitu melihat deretan bacaan wajib di sylabus yang dibagikan bapak/ibu dosen. baca text book itu gak gue bangettt gitu loh! apalagi ditambah dengan assignment yang briefnya pasti mengandung deretan kata dan angka; 3000 words essay, atau 5000 words essay. haduhh! mampus ijk! training menulis saya kan cuma nge-blog. itu pun ditulis dengan seenak jidat tanpa pernah mengindahkan tata cara bahasa yang baik dan benar maupun referensi yang kalo di academic writing adalah harus hukumnya.

tapi tugas menulis sebetulnya masih belum seberapa. meskipun cukup stress, setidaknya saya masih bisa ngecap disana-sini dengan sok taunya. momok yang lebih besar terjadi ketika semester mulai berjalan dan modul pengantar design management mulai diajarkan lebih mendalam. saat itu saya harus berhadapan dengan musuh terbesar saya dari jaman SD yaitu.... tak lain tak bukan adalah... berhitung!

jejejengggggg!!

sebagai seorang graphic designer yang kepengen jadi design manager juga, tentunya saya harus dan wajib beybeh untuk mengerti perilaku angka dalam bisnis design. dan finance adalah salah satu subject bahasan di modul management.

saya masih ingat hari ketika bapak dosen untuk pertama kalinya menampilkan sebuah spread sheet di layar projector. seketika... wajah saya meringis, menahan pilu... dan kenangan buruk di masa SMA saat saya harus berhadapan dengan perhitungan neraca rugi-laba di pelajaran Hitung Dagang seakan-akan muncul lagi dari bagian memori yang telah saya kubur dalam-dalam.

hari itu bukan cuma saya aja yang meringis. ekspresi wajah beberapa teman sekelas yang punya background design juga gak kalah jeleknya memandang spread sheet yang sangat horor itu. apalagi begitu bapak dosen mulai menjelaskan dengan istilah-istilah berbunyi NPV, IPR, Net Cash Flow, Expenditure, etc.... spontan saya nyeletuk... "now i remember why i wanted to become a graphic designer!!"

celetukan yang mungkin terdengar agak kurang ajar, dan apesnya di dengar oleh seluruh kelas berhubung saya suka lupa bahwa suara mantan danlap saya cukup kenceng untuk kelas yang cuma berisi 12 orang itu.

saat itu teman-teman saya spontan tertawa, dan guru saya yang secara bentuk mirip Hagrid di cerita Harry Potter hanya tersenyum bijak memandang saya. tapiii... ehmmm... komentar iseng itu tidak dibiarkan begitu saja. begitu kelas usai bapak dosen menghampiri saya...

"loucee, kenapa kamu pingin belajar design management?" tanyanya dengan tenang.

"ehmm... karena saya mau belajar bisnis design, pak..."

"kenapa kamu tertarik belajar bisnis design? kenapa kamu gak stick to be the creative people behind the design business?"

"well.. ehhmm... sebener-benernya sih karena saya sedang memulai punya bisnis design sendiri, pak. jadi creative sih enak... tapi kerja sama orang mulu kayanya juga capek la hayy. kalo saya ngerti business aspectnya kali-kali aja apa yang saya mulai sekarang bisa jadi business empire..." jawab saya cengengesan

"nah, kalo gitu... start to think like a businesswoman. saya tau kamu amat sangat mencintai profesimu sebagai seorang graphic designer. tapi kamu gak bisa cuma mengandalkan otak creative kamu dalam menjalankan bisnis. seorang graphic designer mungkin berkarya untuk menghasilkan design yang bagus, memuaskan client, dapet award, public recognizition, etc. tapi.. sebagai seorang businesswoman kamu harus mulai berpikir untuk menilai hasil karyamu sendiri dengan sesuatu yang lebih tangible; harga, uang, rate, etc. angka-angka dalam spread sheet ini tidak saya ajarkan untuk membuat kamu jadi financial anaylist, tapi saya cuma ingin memberi gambaran bagaimana sebuah design bisa berharga dalam bentuk uang. dalam bisnis, segala hal yang kamu pakai untuk menghasilkan design yang bagus tadi harus dihitung; komputer yang kamu beli, software yang kamu pakai, kertas yang kamu print, uang sekolah yang kamu keluarkan untuk jadi designer, juga waktu dan tenaga yang kamu pakai untuk menghasilkan ide-ide kreatifmu. jika semua itu adalah sebuah bentuk investasi di business yang sedang kamu mulai, when do you think you can have your investment back?"

"errr.... uhmmm.... kapan-kapan?"

"well... think about it! sekarang mungkin kamu berpikir untuk jadi graphic designer and design manager for your self. kamu hanya bertanggung jawab pada client dan dirimu sendiri. imagine, suatu hari nanti bisnis kamu berkembang dan kamu mulai punya pegawai... how are you going to pay them every month? how are you going to keep your business going? how would you know if your business is making profit or not?"

"err... hihihi.. eh, iya ya....."

"soo... masih anti sama spread-sheet?"

"weeeelll.... dicoba untuk gak deh, pak...."

"jangan dicoba.. kamu harus yakin bisa!"

"hmm.. aduh.. iya deh bisa. tapiii..... uhmmm... kalo sampe taun kuda saya masih gak seneng ngitung...errr.. saya boleh nyewa accountant dong, paakk?" ;P


loucee said it on 6:02 AM