Saturday, March 03, 2007
• choosing the right university
nilai-nilai mata kuliah dari semester 1 sudah keluar. nilai-nilai saya? yah.. lumajan lah...:) lulus semua dan termasuk dari segelintir yang berada di atas rata-rata kelas. seneng, tapi juga sambil bertanya-tanya... kok bisa, yak?
selama semester ini saya sebetulnya merasa belajar sambil meraba-raba dalam gelap. sebagian besar dari teman-teman sekelas juga merasa begitu. beberapa bahkan merasa tidak belajar apa-apa selama 1 semester penuh. saya pikir itu lumrah. bagi mereka yang tidak terbiasa, belajar dengan system independent studies yang juga lebih menitikberatkan pada teori dan concept instead of ilmu praktek seperti yang diterapkan di Northumbria bisa membuat frustrasi dan lost during the process. murid datang ke kelas bukan untuk mendengarkan dosen cuap-cuap tapi untuk diskusi dengan sesama murid. datang tanpa persiapan akan sama dengan duduk manis tanpa bisa mengikuti perbincangan. bete, kan?
bagi anak-anak Design Management, sebagian besar dari kami merasa metode ini sebetulnya sangat bagus untuk memicu murid agar lebih pro-aktif juga kreatif mencari bahan diskusi. tapi untuk rekan-rekan saya dari program Design Project yang di semester 1 mempelajari modul yang sama dengan Management, diskusi concept dan teori ini jadi kurang menarik untuk mereka. karena ketika datang, banyak yang berharap untuk belajar praktek alias langsung mendesign instead of ngobrol ngalor ngidul gak jelas.
akibatnya, banyak murid Project yang kecewa, merasa salah memilih universitas. sampai saat ini sudah ada sekitar 4 orang yang mengundurkan diri dari program. 2 orang pulang ke negaranya, dan 2 orang lain transfer ke universitas lain di Inggris. sementara sisanya? banyak yang merasa stuck namun sudah terlanjur malas untuk cabut mengingat jumlah uang sekolah yang dibayar juga waktu yang sudah terbuang.
dari fakta diatas, lumrah jika saya menarik kesimpulan bahwa memiliki informasi yang cukup sebelum memilih sekolah S2 itu adalah sangat penting hukumnya! apalagi S2 di luar negeri. sayang banget gitu loh, udah jauh-jauh merantau, mengeluarkan uang yang gak sedikit, tapi trus gak merasa mendapat apapun kecuali selembar kertas diploma yang tentu tidak ada artinya dibanding ilmu & pengetahuan baru yang seharusnya diperoleh. kecuali kalo memang cuma pengen ngejar gelar doang yang sebetulnya bisa beli online tanpa harus capek belajar dan begadang ngerjain assignment... ;)
pengalaman mengajarkan saya bahwa cara paling efektif untuk mencari tau tentang sebuah universitas adalah dengan bertanya langsung pada mereka yang sedang atau pernah belajar di universitas ybs. di jaman internet kaya gini, seharusnya gak susah nyari orang indonesia yang sedang sekolah di unversitas tertentu di luar negeri. bisa lewat Permias atau PPI, blog bahkan friendster! believe me, dengan usaha yang gigih, pasti gak sia-sia untuk bisa menemukan dan dapet info langsung dari mereka. karena mereka lah yang paling tau akan hal-hal apa saja yang akan ditemui atau dipelajari oleh si calon murid di sekolah tsb. detail info yang diterima tentu akan berbeda jika kita membaca brochure/prospectus atau bertanya pada agen penyalur sekolah misalnya. karena orang-orang di agent most likely adalah kepanjangan tangan dari si universitas. mereka tidak mengalami langsung sekolah di tempat tsb, tapi hanya meneruskan informasi yang dibuat oleh departemen marketing universitas yang punya tujuan mencari murid dan juga... duit. ha! :)
beruntung, waktu memilih master di New York dulu, saya memiliki beberapa senior dari ITB yang melanjutkan sekolah di Pratt. jadi bisa tanya-tanya sampai detaillll... dari mata kuliah yang diajarin, dosen mana yang kompeten dan harus saya ambil kelasnya, sampai informasi tentang hidup di New York. sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung di almamater mereka, saya sebetulnya sempat terpikir untuk melanjutkan S-2 di Rhode Island School of Design atau di Art Center College of Design di Pasadena. RISD akhirnya tak saya pilih karena program master graphic design mereka lebih untuk melahirkan pendidik ketimbang praktisi. sementara info tentang Art Center hanya sedikit saya dapat. ditambah faktor bahwa hidup di New York pastinya lebih menarik daripada di Pasadena, membuat saya jadi gak terlalu getol mencari informasi tentang sekolah tsb.
kembali pada kasus teman-teman Design Project yang merasa nyasar di Northumbria, sebetulnya saya merasa kasihan pada mereka. tiap hari ke sekolah dengan perasaan terpaksa, rasanya pasti gak enak.. :( tapi, jika cabut atau pindah bukan sebuah pilihan, ya... mau gak mau mereka harus deal dengan situasi tsb by adjusting their expectations and themselves. jika sebelumnya mereka berharap bisa lebih jago men-design, paling gak sekarang akan lebih kuat di conceptual thinking. juga mungkin lebih terlatih untuk belajar mandiri tanpa menunggu diberi ilmu oleh para dosen.
as for me, saya juga masih adjusting. saya belum pernah belajar dengan system independent studies sebelumnya. tapi sedikit demi sedikit, belajar sambil meraba-raba dalam kegelapan ini sebetulnya adalah sebuah pengalaman menarik, karena banyak un-expected surprisenya. nilai mata kuliah yang baru keluar tadi adalah salah satunya, and it is a nice one... ;)
loucee said it on 7:00 PM




ARCHIVES
- February 2004
- March 2004
- April 2004
- May 2004
- June 2004
- July 2004
- August 2004
- September 2004
- October 2004
- November 2004
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- August 2007


