Monday, October 25, 2004
• cinta abadi Milton Glaser
aaaaa... logo ini... siapa yang tak kenal logo ini.
di apel besar kemanapun mata memandang pasti akan selalu menemukannya. dari gantungan kunci, pin, sticker, cangkir kertas, kantong plastik, sampai t-shirt, anda tak mungkin melarikan diri darinya.
diciptakan tanpa bayaran sepeser pun oleh designer legendaris Milton Glaser tahun 1973, logo ini adalah bagian dari kampanye pemerintah kota New York yang ingin memberikan image positif pada kotanya yang saat itu memiliki reputasi buruk. terbukti dengan tingginya angka kejahatan dan lingkungan yang kotor dan jorok.
sebelum slogan 'I Love New York' lahir, Milton dan team-nya sempat mengusulkan beberapa slogan lain, diantaranya "New York, New York, It's a Heck of a State" dan "New York. A State for All Seasons." tapi semua ide tersebut dirasa kurang jitu dan langsung masuk tempat sampah. untung akhirnya muncul ide baru, yang kemudian langsung diterjemahkan dalam bentuk logo oleh Milton.
tadinya Milton memiliki ide tampilan logo dengan membuat 2 buah bentuk jajaran genjang yang masing-masing bertuliskan 'I love' dan 'New York.' design tersebut langsung disetujui oleh pemerintah kota New York, dan langsung diaplikasikan dalam bentuk iklan cetak, souvenir sampai billboard di jalan.
seminggu kemudian, Milton yang selama itu tak bisa berhenti memikirkan logo tersebut, datang lagi ke kantor pemerintah kota NY, "i have a better idea" katanya. "I was doodling in a cab and another idea suggested itself." pihak pemerintah kota NY cuma mengangkat alis mendengar kata-kata Milton. tapi Milton tak menyerah, memohon kepada mereka datang ke kantornya untuk melihat design logo yang baru. dan seperti kita tau.. they approved the second design!
Milton memang desainer jenius. ide-ide dan gaya designnya begitu mudah menembus waktu. dan logo I LOVE NY yang diciptakannya 30 tahun silam tsb masih terus berdenyut sampai sekarang, tanpa ada tanda-tanda menyurut kepopulerannya.
*bahan dirangkum dari berbagai sumber*
Saturday, October 23, 2004
• poster jepang 2
disamping ini adalah poster yang dibuat masih pada jaman pendudukan jepang di indonesia. sekilas, tanpa membaca headline nya, poster ini terlihat seperti sebuah poster yang dibuat oleh Departemen Pertanian. mungkin karena gambar tunas yang ditengah itu (eh itu gambar tunas bukan yak?)
poster ini menurut saya memang agak sulit untuk dicerna. headline nya; "Penerangan Menjoesoen Kembali Asia Raja!" dengan illustrasi tunas raksasa yang tumbuh dan membuat gelap pulau jawa dan sekitarnya. lalu ditambah dengan tulisan yang lebih kecil di bagian bawah yang berbunyi "Hendaklah Soedi Menderita Pengorbanan Bersama-Sama Dengan Nippon."
saya hanya seorang desainer, bukan ahli sejarah. dan berbekal pengetahuan sejarah yang pas-pasan itu, saya hanya bisa menebak-nebak saja. mungkin poster ini sengaja dibuat oleh pemerintah jepang dengan maksud menjelaskan kepada bangsa indonesia yang tengah berada pada masa suram, bahwa kegelapan yang dialami oleh bangsa indonesia saat pendudukan Jepang adalah penerangan bagi negara asia lainnya.
hmm.. sebuah usaha pembelaan diri dari pemerintah nippon waktu itu, mungkin?
Monday, October 18, 2004
• KERDJA!
sebuah poster yang dibuat pada jaman penjajahan jepang. saya beruntung bisa mendapatkan image ini dari sebuah online library di negeri belanda sana, saat sedang pontang-panting mengumpulkan bahan untuk thesis sekitar pertengahan tahun lalu.
nama desainer poster ini tidak dicantumkan. mungkin memang sengaja dibikin anonymous. tapi yang jelas, berdasarkan info di online library tsb, poster ini dibuat sekitar tahun 1942 - 1945 di Indonesia. dan kalau dilihat dari pesannya sih, poster yang bertujuan menyuruh orang untuk "Kerdja!" ini dibuat atas suruhan pemerintah jepang yang saat itu sedang berambisi menguasai kawasan asia raya.
yang saya amati, poster ini memang kental dengan nilai imperialismenya. lihat saja gambar-gambarnya. photo-photo orang yang sedang kerja terlihat sebagai ras bangsa indonesia, sementara photo pria bermata kecil yang tertawa lebar bahagia dibuat paling besar dan paling dominan menguasai layout. (pasti dia Jepangnya!)
yang lebih lucu lagi nih, kalau poster ini di zoom-in, akan terlihat bahwa poster ini tak luput dari coretan orang iseng alias vandalisme. entah dimana poster ini dulu pernah dipasang, yang jelas si orang iseng tadi menambahkan kaca mata bulat dan kumis ala Hitler di wajah pemuda jepang yang sedang tersenyum tsb dengan kapur tulis berwarna putih. teks nya pun ditambah dengan kalimat 'DI BAWAH PIMPINAN DJEPANG DOANG.' mungkin dia kesel juga kali ya disuruh-suruh kerja mulu sama penjajah yang menamakan dirinya 'saudara tua' tsb ?
Wednesday, October 13, 2004
• undangan
*sebelumnya.. sorry dorry strawberry... bagian scribbles ini sempat terabaikan saat saya mulai diterima kerja. nah, berhubung sekarang saya kembali menjadi pengangguran, saya akan usahakan untuk menghidupkan kembali scribbles ini, mumpung udah mulai bosen jadi turis! hihhihhihi.. :D
(makasih buat oom kere a.k.a. konglomerat pemilik toko buku redjo dan toko kelontong super gombal yang sudah mengkitik-kitik semangat saya.. jasamu oh, begitu sulit dilupakan <-- mulai ketularan gombal nih kayanya.. ahkahkak)
2 bulan terakhir ini, saya disibukkan dengan client super rewel, super demanding, super perfeksionis dan aujubileh... ngeselin. siapa sih clientnya?
jawabnya..ehmm..ehhmm.....(bisik-bisik) saya sendiri *tutup muka pake karung* hihi.. yah, memang amatlah susah untuk memuaskan diri sendiri. apalagi kalo projectnya (mudah-mudahan) hanya terjadi sekali seumur hidup: UNDANGAN KAWINAN!
sebagai seseorang yang terobsesi dengan graphic design dari jaman rok biru, saya sudah mulai memiliki sketch design undangan kawinan saya sendiri dari jaman SMA! iya jek, dari sma, dari masih jomblo, sampe punya pacar yang lumajan lama tapi trus putus, trus nyambung, trus bosen ganti pacar baru, trus gak jelas, dst.. dst.. saya selalu punya sketch design undangan... minimal setaun sekali pasti muncul 1 design baru.
ketika akhirnya saya laku juga, berbunga-bungalah hati ini... ah.. ah..
sebab tak hanya saya akan dipinang oleh pangeran ganteng asal perancis, tapi ini juga berarti obsesi saya selama ini akan segera menjelma menjadi kenyataan!
tadinya di awal tahun 2004 dengan rencana pernikahan di tanah kelahiran misua, saya sudah siap dengan sebuah konsep. eh, tapii.. batal! pindah ke indonesia. saat itu saya langsung siap dengan konsep baru. eh, tapi berubah lagi... karena untuk melancarkan urusan imigrasi, saya dan suami dianjurkan untuk menikah kilat dulu di city hall, sebelum nanti beneran dirayakan dengan keluarga besar di jakarta.
rencana mateng, saya mulai semedi.. mencari ide-ide baru untuk undangan. untungnya, ngerti bininya obses berat, suami bisa mempercayakan 100% keputusan kepada saya! sebulan penuh saya bergulat dengan konsep. anehnya, meskipun udah terbiasa mikirin undangan kawinan, proses yang saya alami saat itu jauh dari gampang. mungkin karena secara mental saya sadar penuh bahwa undangan ini akan benar-benar diwujudkan.. jadi tentu saja.. idenya harus realistis.
dalam perjuangan menelurkan ide, dan setelah came up dengan berpuluh-puluh sketch, saya sempat dihadapkan pada sebuah pertanyaan crucial.... gilaaa repot banget yak mikirin design undangan yang sebenarnya adalah sebuah formalitas belaka? pada prakteknya, undangan kawinan kan dikirim setidaknya seminggu sebelum hari-H untuk menginformasikan. apakah ia harus dibawa untuk tiket masuk? gak kan? jadi pada hari-H nya pun si undangan tidak akan muncul dalam si acara itu sendiri! cck..ckkk..ckk...
untungnya saya menemukan sebuah artikel menarik di majalah design HOW yang bisa memberi pencerahan..
menurut Sarah Morton, editor majalah HOW, justru undangan lah yang memegang peranan penting dari seluruh rangkaian acara perkawinan itu sendiri. It sets the tone! pada design undangan itulah karakter si pasangan yang menikah tercermin, and it acts as a guide for your guests.
ada 3 hal penting yang harus diperhatikan saat merancang undangan pernikahan:
1. budget
satu sisi, undangan sangat penting untuk bisa menarik perhatian. but still.. ia hanya menjadi sebuah bagian kecil dari keseluruhan acara nikah. penting untuk memperhitungkan budget disini dan sebagai designer justru disini juga tantangannya; menciptakan undangan yang unik dan memorable tapi gak bikin bangkrut.
2. informasi
pertimbangan lain adalah berapa banyak informasi yang ingin dicantumkan dalam undangan, dan bagaimana caranya? kita tentu ingin para tamu untuk mendapatkan informasi standard (tanggal tempat, waktu) tapi ada baiknya mengikutsertakan juga informasi lain yang 'menggelitik' dan membuat mereka tertarik untuk datang. jangan terlalu rumit.. yang simpel-simpel aja tapi asik!
3. target audience
mau ngundang siapa? temen ke disko dari jaman sma dulu atau sepupu eyang putri dari ayah yang tinggal di jawa tengah sana? kalo di indonesia, kemungkinannya adalah dua-duanya bukan? sadari tamu yang akan diundang,
ini akan berpengaruh pada gaya design yang akan dipilih nanti. cari yang netral, tapi tetap ada unsur kejutan!
4. tak punah dimakan waktu
misalnya, it's fun untuk menggunakan warna, style, dan format yang lagi populer, karena orang memang gampang tertarik dengan sesuatu yang nge-trend. tapi tehnik ekesekusinya juga harus dipikirkan. misalnya warna fluorescent setelah 5 tahun tentu gak akan terlalu terlihat kinclong.
pada akhirnya, bagaimana pun bentuk undangan kawinan anda kelak, yang penting ia dapat menggambarkan karakter anda dan pesta pernikahan yang akan anda ciptakan.ini penting biar tamunya juga bisa membayangkan what to expect di pesta kawinan anda. kasihan sepupu eyang putri dong yang mengharapkan menikmati gamelan jawa saat menerima undangan anda yang pake motif batik padahal anda merencanakan pasang dance floor dan menggelar musik disko sampe subuh... ;P
--------------------
case study:
ini contoh undangan yang pernah saya bikin untuk pernikahan teman baik saya Yuni Jie dan Ferry Subianto, yang designer interior dan produk . tema warna pernikahannya adalah fuchsia dan lime green. gaya design mereka sangat geometris dan juga penganut faham minimalis berat. dosa deh kalo pake ornamen dekoratif! berhubung jauh, saya gak bisa dateng ke pesta pernikahan mereka. katanya sih, saking minimalisnya, di pesta pernikahan mereka tidak satupun ditemukan sekuntum bunga. cuman rangkaian ranting kering yang diikat dengan pita.



