human - scribble

Sunday, December 12, 2004

• nomor 2

saya sudah ingin mengomentarinya sejak lama. tulisan sudah dirampungkan, namun posting selalu tertunda karena satu dan lain hal yang akhirnya malah terlupakan. lalu terbit edisi ke-2, sampulnya merah dengan ilustrasi seorang pria peranakan dengan tato naga yang hidup. layoutnya langsung menyita perhatian saya saat sedang berburu buku di gramedia. hanya perlu sepersekian detik, tanpa perlu bekerja keras, otak kanan saya langsung mengenali identitasnya. ini pertanda bagus!

concept adalah setetes embun ditengah kehausan informasi tentang desain grafis di negeri sendiri. majalah ini tak hanya membuat salah satu kalimat di thesis saya yang berbunyi "...there isn't any graphic design magazine published in indonesia.." menjadi invalid, tapi juga menjadi sebuah jendela baru, tempat kepala dijulurkan jika ingin tau apa yang sedang dikerjakan kantor desain di RT tetangga, bukan lagi di negeri seberang.

dari segi isi, ia cukup variatif dan sambil membacanya saya sering ber"ooo.." ria. (ekspresi spontan yang mengartikan otak saya sedang diberi 'makan.') banyak hal yang sebelumnya tak saya ketahui ditemukan disini. setidaknya saya mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang peta kekuatan desain grafis tanah air. seperti informasi mengenai tokoh-tokoh desain grafis lokal, ulasan tentang studio desain juga dari lokal, sampai rubrik Kilas FDGI (<- apakah ini adalah evolusinya ADGI?). semua dibahas dengan gaya tulisan yang lumajan serius.

dari segi desain, well.. memang tidak mudah mendesain sebuah majalah desain yang notabene pembacanya adalah para desainer juga. tampilan majalah baru ini sudah pasti jadi sasaran empuk kritik mereka (eh.. apa 'kami'?). otak desainer saya boleh protes sana-sini. tapi naluri saya tetap bilang layout majalah ini cukup menjanjikan, meskipun masih ada beberapa hal yang kurang bisa menggetarkan hati. in this case you just can't please everybody. paling tidak, selama tampilannya masih kuat mencuri perhatian, isinya bisa dibaca, dinikmati dan dipatut-patut.. "ya..cincaylah.." kata guru olah raga di sma dulu kalau saya bisa memukul bola lemparan tapi gak home run saat main softball.

mungkin di kedepannya, saya tetap berharap supaya karakter visual indonesia bisa lebih muncul dan menjadi jiwa majalah ini. idealnya, majalah desain suatu negara bisa menjadi duta di arena bermain international. layaknya 'TOA' buat demonstrasi, ia harus bisa mengkomunikasikan perkembangan desain di negara bersangkutan tak hanya melalui bahasa tulisan, namun justru dari tutur visual.

ini hanya sebuah usulan (dan pengharapan jangka panjang juga sih), selanjutnya saya akan tetap menanti edisi ketiga, keempat, kelima dan seterusnya dengan setia. *tetap smangaattss!!*


loucee said it on 11:57 PM | |