human - scribble

Wednesday, August 09, 2006

• undangan loro blonyo

akhir-akhir ini saya sedang merapihkan portfolio. mengumpulkan dan me re-shoot ulang karya-karya design saya yang mulai berdebu. tak sengaja saya menemukan salah satu karya yang dibuat bulan agustus tahun lalu. sebuah design undangan untuk teman baik saya inka, dan istrinya amelia.

inka, adalah seorang teman baik yang saya kenal sejak tahun 2000 di jakarta. anaknya baik hati, ganteng *haha*, dan njawani. ketika akhirnya memutuskan untuk menikah, inka meminta bantuan saya untuk mendesign undangannya. tentu permintaan itu tidak saya tolak dong, deh. mendesign undangan pernikahan teman baik itu selalu menyenangkan buat saya yang dari dulu selalu terobsesi dengan design kartu undangan pernikahan.

brief yang diberikan dari inka & lia sebetulnya cuma 2. mereka ingin undangannya bertemakan jawa modern dan memakai warna maroon. semodern apa? adalah pertanyaan penting yang saya tanyakan kembali pada [saat itu] kedua calon mempelai. inka bilang modern yang berkesan muda dan fresh, karena undangan tsb hanya akan dipakai untuk mengundang teman-teman baik kedua mempelai saja, tidak termasuk teman-teman orang tua mereka.

NICE!

informasi penting ini sangat berguna, karena berdasarkan pengalaman selama membuat undangan, sering design saya membuat calon mempelai ragu-ragu karena... takut terlalu modern, takut tidak terlihat formal, takut terlalu 'main-main', etc. wajar sih... di indonesia upacara pernikahan lebih menjadi hajatan orang tua, sehingga ketika undangannya sendiri terlihat agak beda dari biasa, yang protes biasanya para orang tua mempelai, sementara yang mau kawin sebetulnya baik-baik saja.

sebelum muncul dengan final design, saya sempat membuat beberapa alternatif design untuk inka & lia. beberapa elemen bernuansa jawa saya ulik. ada motif batik kawung yang saya mainkan tumpang tindih dalam grid, ada motif batik semen yang saya buat seperti pixel, ada naga congklak yang saya sederhanakan dengan bermain blok warna. tapii... meski semua gaya tsb simple, fresh, dan fun.. tetap saja... kesannya bukan undangan kawinan!

saya lalu kembali mengulik lagi dengan memfokuskan pada simbol-simbol perkawinan / suami-istri jawa. 1 yang langsung teringat adalah... Loro Blonyo, dan inka juga setuju dengan direction itu.


Loro Blonyo, yang merupakan simbol pasangan suami-istri jawa nan rukun dan sejahtera, bisa jadi sudah terlalu sering muncul pada undangan kawinan. agak klise memang. tapi, justru dengan ke-klisean itulah saya jadi penasaran untuk mengulik lebih jauh. bagaimanakah caranya menampilkan loro blonyo yang lain dari biasanya, tidak membosankan, modern dan pastinya unik?

saya lalu kembali berkutat dengan kertas, pensil, scanner dan mouse. sedikit demi sedikit bentuk Loro Blonyo itu saya sederhanakan hingga mentok... hingga bentuk akhirnya menyerupai iconography sepasang pria & wanita yang sedang duduk bersila. this is it! dari bentuk dasar orang bersila itu, saya kemudian mulai 'menghias' sang Loro Blonyo kembali. memakaikan blangkon, beskap dan ikat pinggang untuk icon pria. memasang konde, tunduk mantul, paes, dan kebaya untuk icon wanita. semua masih dalam bentuk geometris yang sederhana. icon Loro Blonyo ini pada akhirnya saya tambah juga dengan motif batik semen pada sarung untuk mengurangi kesan kaku yang cenderung ditimbulkan bentuk geometris. motif batik semennya sendiri juga sudah dalam versi sederhana dari aslinya. bentuk dasarnya tetap geometris, saya buat berdasarkan grid.




undangan pernikahan ini dibuat dalam format map kecil dengan sisipan kartu, berukuran 11 x 16 cm, dicetak diatas art paper yang dilaminating matte, dan tehnik emboss pada icon Loro Blonyo. warna yang dipakai cuma 2; maroon dan hitam. typeface yang digunakan pada design adalah SARI regular.


loucee said it on 12:11 PM | |