Monday, February 26, 2007
• tatoo penggaris
saya bukan tatoo artist maupun orang yang mengerti masalah per-tatoo-an. tubuh saya pun sampai saat ini masih belum terjamah jarum tinta alias polos tanpa tatoo apapun kecuali tai lalat di beberapa titik.. :) namun hingga hari ini tak sedikit teman atau kenalan yang datang ke saya untuk minta dibuatkan design tatoo. biasanya, saya menanggapi request-request ini dengan datar, "yakin mau gue designin?"
masalahnya bukan gak ingin membantu, tapi buat saya men-design tatoo adalah sebuah pekerjaan dengan tanggung jawab dan konsekwensi yang sangat besar. design buatan saya kelak gak akan cuma tercetak di atas kertas yang kalo bosen tinggal dilempar ke tong sampah, tapi akan tertoreh di tubuh yang punya tatoo untuk selama-lamanya. gak bisa dibuang atau ditutupin kalo bosen kecuali ybs punya dana cukup untuk operasi laser atau beli supply plester untuk seumur hidup.
ketika teman sekelas saya si industrial designer asal yunani menyampaikan permintaan untuk di-design-in tatoo oleh saya di awal semester, seperti biasa saya menjawab dengan datar, "mending lo pikirin dulu, deh... gue gak mau asal nge-design. lagian, sebagai seorang designer, bukankah akan lebih baik kalo lo ngedesign tatoo lo sendiri? biar lebih personal gitu loh..."
saya memang meyakini bahwa dalam tatoo design, design yang personal & memiliki arti khusus untuk si pemilik tubuh adalah wajib hukumnya. seandainya kelak saya ingin mentatoo tubuh saya sendiri pun, mungkin saya akan berkontemplasi sampai [kalo bisa] melayang di udara untuk bisa menghasilkan design tatoo yang sungguh-sungguh meaningful, unik, dan gak akan bikin saya menyesal.
sebulan lalu, teman sekelas saya itu menyampaikan niatnya lagi untuk mentatoo design buatan saya. tapi kali ini, instead of menyerahkan sepenuhnya pada saya, ia datang dengan ide design sendiri. si industrial designer ini ingin membuat tatoo penggaris! iya... penggaris lengkap dengan garis-garis pengukur di lengan kirinya.
menurutnya sebagai seorang industrial designer, tatoo penggaris ini akan sangat berguna untuk profesinya. ia bisa mengukur object apapun, kapanpun dan dimanapun ia berada tanpa harus repot bawa-bawa penggaris kemana-mana.
ide yang cukup menarik... hehe... :) dan terus terang saya cukup tergelitik dengan cara berpikirnya. cuma penggaris yang kaya apa? nah... ini yang masih harus dieksplorasi untuk mendapatkan design yang pas.
yang namanya penggaris dimana-mana ya... sama. ia terdiri dari deretan garis yang mengindikasikan jarak percentimeter, atau setengah centimeter, atau permilimeter. secara fungsi, penggaris harus bisa menjadi alat ukur. tapi secara tampilan... hmm... mungkinkah dibuat lain daripada yang lain, unik dan terutama... tetap harus meaningful untuk sebuah tatoo?
selama 3 minggu, kami berdua mengeskplorasi design tatoo ini. jenis satuan pengukur ditetapkan akan ada 2; centimeter dan inches. tadinya kami menaruh angka latin biasa sebagai lambang penunjuk, tapi kemudian ditetapkan untuk menaruh sesuatu yang berbeda dan lebih berarti untuk si empunya tatoo yang berdarah yunani, yaitu lambang angka dalam ancient greek. bentuknya ada yang segitiga, huruf 'r' kecil, juga yang mirip I romawi.
kedua sistem satuan ditaruh dengan cara 'mirror'-ing. ditengah-tengahnya kemudian diisi dengan sebuah pattern. kebetulan si teman pernah melihat design batik geometris yang pernah saya buat untuk thesis saya yang lalu di Pratt. dia menyukainya karena bentuknya yang sangat organik, ditambah dengan makna dari batik semen yang saya ambil waktu itu, yang secara simbolis berarti 'to grow'.
menurutnya, jika dihubung-hubungkan secara filosofis, life is about growing... dan mudah-mudahan design tatoo ini akan terus mengingatkannya untuk tetap tumbuh dan berkembang terus, baik dari segi profesi maupun dari segi apapun juga. bentuk motif yang organik juga somehow merepresentasikan design philosophy-nya yang cenderung eco-friendly. ya, meskipun industrial design identik dengan hal-hal yang berbau mesin nan kaku dan serba presisi, teman saya ini boleh dibilang adalah industrial designer dengan jiwa tukang kebun... hihihi.... project akhirnya saja sudah ia rencanakan untuk membuat living object dari akar dan batang pohon olive yang bisa dipelihara. no ideas of how he's gonna do it though, tapi idenya memang gak pernah jauh-jauh dari tumbuh-tumbuhan.
anyway, minggu lalu saya ikut mengantarnya pergi ke tatoo shop. ini adalah kunjungan pertama dari 2 kunjungan yang direncanakan. tatoo ini memang akan dikerjakan bertahap. tahap 1 adalah membuat penggaris, bulan depan baru akan dilanjutkan untuk membuat batik patternnya.
lucunya, waktu mengantar perasaan saya hampir sama dengan saat saya pergi ke percetakan kalo lagi proof-print. hihihi... :) tatoo ini adalah tatoo perdananya juga, jadi kami berdua sama-sama excited, meskipun mungkin agak beda konteksnya... :P



